Senin, 15 Agustus 2016

Kenapa Musti PUTI - UNO Untuk DKI ?

IMN News, Jakarta - Pertarungan untuk memperebutkan kursi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta semakin memanas dengan hadirnya beberapa nama kandidat calon Gubernur DKI Jakarta yang di dukung oleh partai politik atau yang di usulkan oleh para relawan menjadikan suasana politik di DKI Jakarta semakin berwarna.

Hadirnya Puti Guntur Soekarno - Sandiaga Uno yang di dukung oleh Relawan Wong Cilik cukup menyentakkan sebagian warga masyarakat DKI Jakarta. Sepanduk berisi dukungan untuk Cucu pertama Presiden Indonesia pertama Ir.Soekarno, putri dari Guntur Soekarno Putra yang lebih akrab dengan sebutan mbak PUTI tersebut tiba - tiba terpasang hampir di seluruh sudut ibu Kota Jakarta. Dengan tema "PUTI - UNO" untuk Jakarta Smile.

Ketua Tim Relawan Wong Cilik Dr.H.Marhaban Sigalingging menjawab pertanyaan dari beberapa media kenapa musti pasangan PUTI - UNO yang di usung dan di dukung oleh para relawan wong cilik sebagai berikut.

1. Sosok Puti adalah trah Ir.Soekarno sang proklamator.
2. Cantik dan Cerdas.
3. Alumni Universitas Indonesia (UI).
4. Pengalaman sebagai Jurkamnas Pilpres.
5. Anggota DPR RI dua periode (2009-2014, 2014 - 2019).

Mbak Puti Guntur Soekarno sangatlah pas dan tepat untuk berpasangan dengan Bpk.Sandiaga Uno yang berlatar belakang dari pengusaha yang sukses ujar ketua tim Relawan Wong Cilik Dr.H.Marhaban Sigalingging yang juga berlatar belakang Dosen Paska Sarjana dari Universitas Muhammadyah sekaligus juga pengusaha yang cukup dikenal sukses.

Doktor Haji Marhaban Sigalingging berharap masyarakat DKI Jakarta hendaknya tidak usah ragu dan khawatir tentang kemampuan pasangan PUTI - UNO kedepan di dalam memimpin DKI Jakarta yang membutuhkan sosok pemimpin yang Jujur, Adil, Tegas dan Anti Korupsi namun juga tetap smile. Keduanya sama - sama mempunyai latar belakang yang jelas, masih muda, cakap sekaligus mempunyai wawasan yang luas terkait Ibu Kota DKI Jakarta tegas nya. 

Do'a Restu dari semua pihak pasangan "PUTI - UNO" diharapkan mampu merubah Kota Jakarta menjadi layaknya seperti kota - kota besar yang ada di negara - negara lain pungkasnya. #SalamSmile☺

Berikut Profil lengkapnya PUTI GUNTUR SOEKARNO.

Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarno Putri S.Pol

Alias
Puti | Puti Guntur Soekarno | Puti Paramathana

Kategori
Politisi

Agama
Islam

Tempat Lahir

Jakarta

Tanggal Lahir
Sabtu, 26 Juni 1971

Zodiak
Cancer

Hobby
Membaca

Warga Negara
Indonesia

Ayah : Guntur Soekarno Putra
Ibu : Henny Guntur

Suami : Joy Kameron

Anak : Rakyan Ratri Syandriasari Kameron, Rakyan Daanu Syahandra Kameron

BIOGRAFI
Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarnoputri adalah anak Guntur Soekarnoputra. Berbeda dengan ayahnya, saat ini dia memilih terjun ke politik dan bergabung dengan PDI Perjuangan. Puti, begitu dia biasa disapa saat ini menjadi anggota dewan komisi X DPR periode 2009-2014, 2014-2019 (2 periode).Wanita kelahiran 26 Juni 1971 tersebut menjabat sebagai Wakil Ketua Yayasan Fatmawati dan Ketua Yayasan Wildan.

Terjunnya Puti dalam karir politik adalah sebuah proses. Dari sisi akademis, Puti menempuh pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia (UI) yang pada akhirnya memperkaya wawasan politik. Dia memilih terjun ke politik karena merasa ada kesiapan secara eksternal dan internal. Secara internal keluarga mendukung dan mengerti. Dari hubungan eksternal, dia resmi ikut satu partai, PDIP. Hal tersebut yang membuatnya mantap.

Selain itu alasan pendorong terjun di bidang ini karena masih banyak yang harus diperbuat untuk bangsa ini. Puti sangat mengagumi kakeknya, Soekarno. Bagi dia, pikiran Soekaro sangat relevan. Apa yang dikatakan baik sebagai negarawan atau seniman terjadi di era sekarang ini.

Sementara itu, Puti menganggap PDIP itu mempunyai nilai yang pasti. Partai ini yang bisa membawa aspirasi untuk rakyat. Wanita yang hobi membaca ini ingin memperjuangkan berbagai permasalahan yang ada di Indonesia. Seperti masyarakat yang masih miskin dan bodoh, kekayaan alam yang dieksploitasi untuk kepentingan bangsa lain dan kondisi bangsa yang diperlakukan sebagai bangsa kuli. Itu bagian dari perjuangan.

Dia menambahkan permasalahan lain yang menjadi sorotan adalah karakter dan jati diri bangsa Indonesia semakin memudar. Lantaran itu, Puti tak bosan berbicara soal pentingnya memegang teguh Pancasila, sebagai warisan berharga dari para pendiri bangsa. Dia pun terus mendorong pemerintah agar mau memasukkan kembali Pendidikan Pancasila ke dalam kurikulum pendidikan nasional.

Riset dan analisis oleh Vizcardine Audinovic

PENDIDIKAN
FISIP Universitas Indonesia bidang Administrasi Negara
SMA 1 Budi utomo
SMP Yayasan Perguruan Cikini
KARIR
Wakil Ketua Yayasan Fatmawati
Ketua Yayasan Wildan
Anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
Ketua Panitia Pelaksana mengenang 85 Thn Ibu Fatmawati
Juru bicara kampanye Pilpres 2009 tim Mega-Prabowo wilayah Jawa Barat dan Bengkulu
Anggota DPR (2009-2014, 2014-2019) dari PDI-Perjuangan
Pemegang Saham PT Chala Group. (Alda.S).

Minggu, 14 Agustus 2016

Mengenal Cucu Pertama Ir.Soekarno "PUTI GUNTUR SOEKARNO".

Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarno Putri S.Pol

Alias
Puti | Puti Guntur Soekarno | Puti Paramathana

Kategori
Politisi

Agama
Islam

Tempat Lahir

Jakarta

Tanggal Lahir
Sabtu, 26 Juni 1971

Zodiak
Cancer

Hobby
Membaca

Warga Negara
Indonesia

Ayah : Guntur Soekarno Putra
Ibu : Henny Guntur
Anak : Rakyan Ratri Syandriasari Kameron, Rakyan Daanu Syahandra Kameron

BIOGRAFI
Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarnoputri adalah anak Guntur Soekarnoputra. Berbeda dengan ayahnya, saat ini dia memilih terjun ke politik dan bergabung dengan PDI Perjuangan. Puti, begitu dia biasa disapa saat ini menjadi anggota dewan komisi X DPR periode 2009-2014, 2014-2019 (2 periode).Wanita kelahiran 26 Juni 1971 tersebut menjabat sebagai Wakil Ketua Yayasan Fatmawati dan Ketua Yayasan Wildan.

Terjunnya Puti dalam karir politik adalah sebuah proses. Dari sisi akademis, Puti menempuh pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia (UI) yang pada akhirnya memperkaya wawasan politik. Dia memilih terjun ke politik karena merasa ada kesiapan secara eksternal dan internal. Secara internal keluarga mendukung dan mengerti. Dari hubungan eksternal, dia resmi ikut satu partai, PDIP. Hal tersebut yang membuatnya mantap.

Selain itu alasan pendorong terjun di bidang ini karena masih banyak yang harus diperbuat untuk bangsa ini. Puti sangat mengagumi kakeknya, Soekarno. Bagi dia, pikiran Soekaro sangat relevan. Apa yang dikatakan baik sebagai negarawan atau seniman terjadi di era sekarang ini.

Sementara itu, Puti menganggap PDIP itu mempunyai nilai yang pasti. Partai ini yang bisa membawa aspirasi untuk rakyat. Wanita yang hobi membaca ini ingin memperjuangkan berbagai permasalahan yang ada di Indonesia. Seperti masyarakat yang masih miskin dan bodoh, kekayaan alam yang dieksploitasi untuk kepentingan bangsa lain dan kondisi bangsa yang diperlakukan sebagai bangsa kuli. Itu bagian dari perjuangan.

Dia menambahkan permasalahan lain yang menjadi sorotan adalah karakter dan jati diri bangsa Indonesia semakin memudar. Lantaran itu, Puti tak bosan berbicara soal pentingnya memegang teguh Pancasila, sebagai warisan berharga dari para pendiri bangsa. Dia pun terus mendorong pemerintah agar mau memasukkan kembali Pendidikan Pancasila ke dalam kurikulum pendidikan nasional.

Riset dan analisis oleh Vizcardine Audinovic

PENDIDIKAN
FISIP Universitas Indonesia bidang Administrasi Negara
SMA 1 Budi utomo
SMP Yayasan Perguruan Cikini
KARIR
Wakil Ketua Yayasan Fatmawati
Ketua Yayasan Wildan
Anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
Ketua Panitia Pelaksana mengenang 85 Thn Ibu Fatmawati
Juru bicara kampanye Pilpres 2009 tim Mega-Prabowo wilayah Jawa Barat dan Bengkulu
Anggota DPR (2009-2014, 2014-2019) dari PDI-Perjuangan
Pemegang Saham PT Chala Group.

Sabtu, 13 Agustus 2016

DKI Jakarta Perlu Pemimpin Yang Smile "PUTI - UNO"

IMN News, Jakarta - Partai PDI Perjuangan hingga saat ini belum menentukan siapakah calon Gubernur dan Wakil Gubernur untuk DKI Jakarta. Demikian dikatakan oleh Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di berbagai kesempatan.

PDI Perjuangan senantiasa mendengar apa yang menjadi aspirasi masyarakat dan juga masukan serta berbagai usulan dari para kader pengurus partai dari tingkat bawah sampai dengan tingkat atas. Semua masukan tersebut nantinya akan di berikan kepada ibu Ketua Umum ibu Hj. Megawati Soekarno Putri untuk di pertimbangkan dan di ambil keputusan oleh ketua umum.

Beredarnya spanduk dukungan untuk mbak Puti Guntur Soekarno yang merupakan cucu pertama Presiden pertama Ir.Soekarno yang saat ini duduk sebagai anggota DPR RI dengan Bp.Sandiaga Uno adalah salah satu bukti kepedulian dari masyarakat melalui Relawan Wong Cilik yang ingin menyampaikan aspirasinya.

Alex Suherman (Sekretaris Relawan Wong Cilik) mengatakan, tidak hanya masyarakat kota Jakarta saja yang menginginkan hadirnya sosok pemimpin yang BERANI, TEGAS, JUJUR, ADIL dan ANTI KORUPSI, tentunya seluruh rakyat di semua wilayah menginginkan hal yang sama.

Namun demikian sosok pemimpin tersebut ketika dia mempunyai sikap Berani dan Tegas tidak harus bersikap GALAK baik kepada bawahan apalagi dengan masyarakat nya. Sebagai orang timur seorang pemimpin juga harus menjunjung tinggi adat istiadat ketimuran kita, menjaga etika, sopan santun layak nya orang timur pada umum nya, tandasnya.

Ketua umum Relawan Wong Cilik Dr.H.Marhaban Sigalingging kepada IMN News mengatakan ibu Puti Guntur Soekarno dan Sandiaga Uno adalah dua sosok yang pas dan tepat untuk menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2018 - 2022. Oleh karenanya kami dari Relawan Wong Cilik siap mencalonkan Puti - Uno untuk memimpin DKI Jakarta.

Ingat yang di pimpin oleh seorang gubernur adalah manusia, sosok PUTI - UNO merupakan duet kepemimpinan yang tepat untuk memanusiakan manusia. Keduanya hadir untuk saling mengisi dan melengkapi satu sama lain. Dan tidak akan mengorbankan rakyat kecil yang sering dijadikan obyek ketika musim kampanye tiba, dan dilupakan begitu saja ketika mereka telah menjadi pemimpi.

Namun demikian kami dari Relawan Wong Cilik tetap menghargai, menghormati dan mentaati apa yang nanti diputuskan oleh para pimpinan tertinggi partai untuk memberikan mandat kepada para calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang tentunya mereka terdiri dari putra putri terbaik bangsa pungkas nya. (Alda S).

Sabtu, 16 Juli 2016

Cerita Dari Mantan Gembong Teroris Abdurrahman Ayyubi.

IMN News – ‘Dulu NU, Muhammadiyah, NKRI; Musuh Saya’ dari mantan, teroris Abdurrahman Ayyub membuat terpukau peserta dialog tentang radikalisme dan terorisme, di Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Abdurrahman adalah mantan petinggi Jamaah Islamiyah, jaringan teror yang ditakuti Barat. Karirnya dalam gerakan radikal lumayan mentereng. “Saya dulu melawan Rusia di Afganistan. Kalau karir saya diteruskan, saya bisa setara komjen (komisaris jenderal dalam kepolisian),” katanya disambut tawa hadirin.

Gara-gara Kedangkalan Agama

Abdurrahman memasuki gerakan Islam radikal sejak duduk di bangku sekolah teknik menengah. “Kerjaan saya dulu tawuran. STM itu kan Sekolah Tidak Mikir. Tapi begitu didakwahi ustadz, tujuan hidup saya berubah,” katanya.

Ustadz ini menarik perhatian Abdurrahman kepada agama. Semangat jihadnya terbakar, begitu mendapat penjelasan mengenai ayat-ayat dan hadits mengenai perang suci.

Sang ustadz mengajarkan kepadanya bahwa Indonesia negara jahiliyah, karena berpedoman pada Pancasila dan UUD 1945, bukan pada Al quran dan hadits Nabi Muhammad. Maka, sah bagi Abdurrahman untuk memeranginya.

“Saya tidak pernah ngaji dan masuk pesantren, ya telan saja. Soalnya saya diberitahu: kalau kamu tidak hijrah batin dari NKRI ke Negara Islam Indonesia, maka salat, puasa, dan ibadah kamu sia-sia. Kalau mati tidak berbaiat, maka mati dalam keadaan jahiliyah. Kalau kamu dengan NKRI sama saja kafir dan mati jahiliyah. Siapa yang tidak ngeri,” kata Abdurrahman.

Perangi NKRI

Abdurrahman berbaiat kepada Negara Islam Indonesia Aceh Merdeka yang terdiri atas pengikut Daud Beureuh. Ia kemudian pindah menjadi pengikut duet petinggi NII, Abdullah Sungkar dan Abu Bakar Ba’asyir, di Ngruki, Solo.

Tekanan Orde Baru membuat kelompok NII hijrah ke Malaysia dan Afganistan. Abdurrahman memilih menyeberang Afganistan dan mempelajari militer dari medan tempur sesungguhnya. Saat itu sejumlah faksi di Afganistan berhadapan dengan Uni Soviet.

Perang Afganistan juga menjadi ajang konsolidasi kekuatan NII. “Kami menyusun kekuatan untuk memerangi NKRI. NKRI adalah negara kafir yang patut diperangi,” kata Abdurrahman. Ayat dan hadits dipelintir menjadi pembenar.

Tahun 1991, Abdurrahman kembali ke Indonesia setelah lima tahun di Afganistan. Namun ia segera menemukan medan perang baru, yakni Moro, Filipina Selatan. Ia di sana selama lima tahun.

“Saya mudah saja keluar-masuk perbatasan tanpa paspor dan bawa senjata. Teroris tak akan berkembang tanpa ada celah-celah yang bisa ditembus dengan duit. Saya menyeberangi perbatasan mudah,” kata Abdurrahman, mengungkap bagaimana praktik suap terhadap petugas terjadi di perbatasan antarnegara.

Abdurrahman pun sempat berada di Ambon selama lima tahun, terlibat pertempuran di sana. Sementara itu keluarganya sudah merelakan dirinya. “Bapak saya NU, ibu saya Muhammadiyah. Bapak berpikir saya sudah mati. Tidak tahunya saya muncul lagi setelah sekian lama tidak tahu di mana saya. Begitu kerasnya doktrin (radikal) hingga orang tua tidak dianggap,” katanya.

Radikalisme Rusak Harmonisasi Keluarga

Itulah yang kemudian membuat Abdurrahman sedih. Radikalisme dan terorisme menghancurkan harmonisme keluarga. Ia menyebut dua gembong teroris, Umar Patek dan Imam Samudra, sebagai muridnya. “Saya sedih. Jangan sampai anak keturunan saya seperti saya, tidak kenal dengan keluarga,” katanya.

“Banyak ribuan orang seperti saya, dan salah kalau ada yang menyebut teroris itu dasarnya adalah kebodohan. Umar Patek itu menguasai berbagai jenis racun. Ia bisa membuat racun dari bahan alam. Ia menguasai berbagai jenis peledakan, dan bisa membuat bahan peledak dari bahan legak,” kata Abdurrahman.

“Jangan sangka teroris itu ada karena kemiskinan atau karena perut. Tidak. Saya pernah ngobrol dengan Osama bin Laden. Dia dari keluarga. Keluarganya memecatnya karena dia keras, dan akhirnya dapat harta 500 juta dollar. Dia investasikan untuk membiayai akademi militer Mujahidin,” kata Abdurrahman.

Doktor Azahari, jago pembuat bom yang tewas di Malang, jelas bukan orang miskin dan bodoh. “Rata-rata pelaku bom bunuh diri kurang smart (cerdas). Tapi perancangnya orang-orang pintar. Azahari itu kopral (dalam Jamaah Islamiyah). Bisa dibayangkan, kopral saja kaya begitu. Yang bintang tiga bagaimana,” kata Abdurrahman.

Abdurrahman bertobat dan menampik menjadi bagian JI, setelah terjadi perpecahan. Sebagian orang JI seperti dirinya menginginkan gerakan tetap berpedoman pada petunjuk jihad, yakni berperang dengan mengikuti etika zaman Nabi. Namun sebagian anggota JI lainnya memilih mengabaikan aturan dan etika itu. Mereka mengikuti petunjuk Osama bin Laden untuk mengebom target-target yang bersinggungan dengan Amerika Serikat, terlepas apakah itu sipil atau militer.

ISIS Paling Berbahaya

Salah satu pecahan Jamaah Islamiyah yang paling berbahaya adalah pendukung Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). “Mereka tidak disiplin, sangat berlebihan, dan tidak tahu aturan,” kata Abdurrahman.

Pola rekrutmen mereka juga lebih masif dan berbahaya, karena memanfaatkan jaringan internet. “Dulu, jika mau berbaiat, saya harus datang ke tempat itu langsung. Sekarang ISIS bisa berbaiat melalui internet atau online,” kata Abdurrahman.

Abdurrahman menyebut keluarga sebagai pintu menangkal terorisme. “Informasi dan globalisasi begitu cepat, kita tak bisa aman, karena mereka punya daya tarik besar. Perhatikan anak-anak kita, apa yang mereka baca dan akses dari situs-situs,” katanya. (Imn/II/NF/BerbagaiSumber)

Minggu, 10 Juli 2016

Indahnya Pasir Putih Tirta Samudra Bandengan Jepara

IMN News, Jepara - Pemerintah Daerah Jepara Jawa Tengah mempunyai berbagai tempat wisata yang cukup layak untuk di nikmati oleh wisatawan baik wisatawan Domestik maupun Nasional bahkan para wisatawan dari manca negara.

Di antara tempat wisata yang padat dikunjungi oleh para wisatawan adalah wisata pantai "Tirto Samudro Bandengan". Pantai yang terletak tidak jauh dari pusat Kota Jepara (4 Km) tersebut disamping mempunyai pasir yang halus dan putih, juga mempunyai air laut yang jernih dan hampir bisa dikatakan tidak ada ombak yang membahayakan para pengunjung.

Ticket masuk sebenarnya cukup murah meriah, ketika hari libur setiap pengunjung hanya di pungut biaya Rp.10.000,- per orang, di hari - hari biasa hanya dikenakan biaya Rp.5.000,- per orang.

Setelah masuk ke area parkir dikenakan lagi biaya sebesar Rp.10.000 (karcis), setelah masuk ke area wisata, apabila anda tidak membawa bekal dari rumah berupa tikar atau karpet sendiri, anda bisa menyewa tikar yang di sediakan oleh para penjaja tikar (perorangan) yang berkisar antara Rp.15.000 s/d Rp.20.000 per lembar nya.

Ibu Hj.Sodiah pengunjung dari Solo mengatakan kepada IMN News di lokasi wisata tersebut mengatakan "lah kok biaya ticket masuk dan sewa tiker nya lebih mahal sewa tikernya to" ujarnya. Ibu Haji yang membawa rombongan beberapa mobil pribadi tersebut meskipun sudah berusaha menawar tapi tetep tidak mendapat tanggapan dari ibu sang penjaja tiker.

IMN News sendiri menanyakan kepada penjaja sewa BAN dengan berbagai ukuran mendapat jawaban yang berbeda - beda. Ada yang menyewakan BAN per jam, namun ada pula yang menyewakan sampai dengan sepuasnya namun dengan kisaran harga yang sama berkisaran antara Rp.25.000 s/d Rp.50.000.

Belum lagi fasilitas permainan pantai lain nya yang berdasarkan pengamatan kami cukuplah lengkap dan memadai sebagaimana layaknya yang ada di wilayah wisata pantai di wilayah - wilayah lain nya. Pasir putih pantai Tirta Samudra Bandengan terlihat sangat indah namun harus terus dijaga kebersihan nya.

Kalau anda ingin berkunjung melihat pulau Panjang anda juga bisa memanfaatkan fasilitas perahu wisata yang telah di sediakan oleh pihak pengelola dengan mewajibkan para pengunjung yang mau naik perahu tersebut untuk memakai Jacket pelampung untuk menjaga keamanan para wisatawan tentunya dari hal - hal yang tidak di inginkan.Cukup dengan Rp.15.000 anda bisa sampai ke pulau Panjang Pulang Pergi (PP).

Beberapa pengunjung dari wilayah Demak yang enggan di sebutkan namanya mengatakan habis di Premo (membayar dengan harga yang tidak sewajarnya) ketika makan serombongan di area wisata tersebut. Mentang - mentang Lebaran jadi pada se enak nya para pedagang mengenakan tarip dagangan nya kepada pengunjung ungkapnya.

Kepada pihak pengelola wisata pantai Bandengan dalam hal ini pihak PEMDA agar memberikan arahan serta penyuluhan kepada para pedagang ataupun kepada para penjaja fasilitas pendukung lain nya agar tidak mengecewakan para pengunjung khususnya para wisatawan lokal umum nya para wisatawan dari luar agar tidak merasa kapok untuk mengunjungi tempat wisata tersebut, disamping sebagai sarana PAD yang lumayan besar, juga untuk meningkatkan perekonomian warga sekitar tentunya. (Alex S)

Kamis, 07 Juli 2016

Benteng Portugis Salah Satu Obyek Wisata Menarik di Jepara

IMN News, Jepara - Kota Ukir Jepara bukan saja dikenal karena seni ukiran nya namun juga mendapat julukan Kota Bumi Kartini di mana RA.Kartini terlahir di kota ini.

Disamping itu pula Jepara mempunyai berbagai obyek wisata menarik lain nya di antaranya adalah Pantai Kartini, Pantai Tirto Samudra (Bandengan), Karimun Jawa, Benteng Portugis dan masih banyak obyek tempat wisata menarik lain nya yang ada di Jepara Jawa Tengah.

Benteng Portugis salah satu tempat tujuan wisata yang sayang untuk terlewatkan apabila kita berkunjung di Kota Ukir Jepara. Tempatnya wisata yang cukup indah tersebut berada di ketinggian tebing yang langsung menghadap ke arah pantai utara dengan berhadapan langsung dengan sebuah pulau kecil yang bernama pulau Mondoliko atau Mandalika.

Benteng peninggalan bangsa Portugis terletak di Ds.Banyumanis Kec.Donorojo ini mempunyai cerita sejarah yang tidak terpisahkan dengan keberadaan warga sekitar yang masih mempunyai darah keturunan dari bangsa Portugis.

Tidaklah sulit ketika mengunjungi Benteng Portugis tersebut karena akses jalan menuju ke Benteng tersebut cukuplah lumayan bagus dan cukup indah pemandangan alam nya karena meliputi perkebunan Karet yang rindang juga di kelilingi oleh gunung kecil yang orang sekitar menyebutnya dengan sebutan gunung Genuk.

Fasilitas di dalam area Benteng masih tersisa peninggalan sejarah yang masih orisinil dengan penambahan sarana - sarana lain yang cukup menarik untuk sarana anak-anak bermain.
Benteng yang persis berada di pinggiran pantai Utara tersebut dikelilingi pula oleh batu - batu karang yang kelihatan semakin indah ketika diterpa besarnya ombak air laut yang datang dari arah sebuah pulau yang bernama pulau Mandalika.

Ali Murtadho salah satu warga pengunjung lokal kepada Info Media Nasional News mengatakan sebenarnya masih banyak obyek wisata menarik lain nya yang berada di sekitaran wilayah tersebut diantaranya ada Guwa Tritip dan lain sebagainya di sana tapi sayang nya masih kurang nya informasi baik melalui media cetak maupun media elektronik hingga masyarakat luar umum nya di luar wilayah Jepara belum begitu mengenal secara luas obyek - obyek wisata lain nya yang juga menarik untuk di kunjungi ujarnya.

Seperti halnya yang di utarakan oleh ibu Ida Noviastuti dari Bekasi yang mengatakan kepada IMN News alangkah semakin indah dan lengkap apabila pihak pengelola wisata Benteng Portugis dalam hal ini Pemerintah Daerah Jepara melengkangkapinya dengan sarana pemandian (kolam renang red) di sekitaran lokasi wisata di pinggir pantai tersebut. Serasa kurang lengkap dan kurang afdol aja berwisata ke pantai dengan anak -anak tapi tidak bisa mandi di pinggiran pantai pungkasnya.(Alex S).

Sejarah Benteng Portugis di Jepara.

Info Media Nasional News, Jepara -Salah satu objek wisata andalan di Jepara adalah Benteng Portugis yang terletak di DesaBanyumanis Kecamatan Donorojoatau 45 km di sebelah timur laut KotaJepara, dan untuk mencapainya tersedia sarana jalan aspal berbatu dan hanya dapat dicapai menggunakan kendaraan pribadi dikarenakan tidak ada rute transportasi umum ke situs sejarah ini.

Dilihat dari sisi geografis benteng[2] ini tampak sangat strategis untuk kepentingan militer khususnya zaman dahulu yang kemampuan tembakan meriamnya terbatas 2 s/d 3 km saja. Benteng ini dibangun di ats sebuah bukit batu di pinggir laut dan persis di depannya terhampar Pulau mondoliko, sehingga praktis selat yang ada di depan benteng ini berada di bawah kendali Meriam Benteng sehingga akan berpengaruh pada pelayaran kapal dari Jepara ke Indonesia bagian timur atau sebaliknya.

Alamat

Benteng Portugis terdapat di DesaBanyumanis Kecamatan Donorojoatau 45 km di sebelah timur laut KotaJepara. Jalan untuk menuju Benteng Portugis dapat ditempuh dengan jalan aspal yang banyak berlubang, baik melalui kota Jepara ataupun dari kotaPati melalui kecamatan Dukuhsetiatau kecamatan Tayu.

Sejarah

Pada tahun 1619, kota Jayakarta / Sunda Kelapa dimasuki VOC Belanda, dan saat ini Sunda Kelapa yang diubah namanya menjadi Batavia dianggap sebagai awal tumbuhnya penjajahan oleh Imperialis Belanda di Indonesia. Sultan Agung Raja Mataram sudah merasakan adanya bahaya yang mengancam dari situasi jatuh nya kota Jayakarta ke tangan Belanda. Untuk itu Sultan Agung mempersiapkan angkatan perangnya guna mengusir penjajah Belanda. Tekad Raja Mataram ini dilaksanakan berturut-turut pada tahun 1628 dan tahun 1629 yang berakhir dengan kekalahan di pihak Mataram. Kejadian ini membuatSultan Agung berpikir bahwa VOCBelanda hanya bisa dikalahkan lewat serangan darat dan laut secara bersamaan, padahal Mataram tidak memiliki armada laut yang kuat, sehingga perlu adanya bantuan dari pihak ketiga yang juga berseteru dengan VOC yaitu Bangsa Portugis.

Mitos

bangsa Portugis hanya beberapa tahun saja menempati benteng ini. Banyaknya gangguan yang memakan korban kiranya menjadi salah satu alasannya. Di Selat Mandalika itu ada pusaran air laut. Seturut cerita rakyat sekitar, pusaran air itu adalah pintu gerbang Keraton Luweng Siluman yang dirajai oleh Siluman Bajul Putih. Setiap ada orang berkulit putih seperti bangsa Portugis pastilah tersedot ke dalam laut hilang entah kemana. Kejadian itu sesuai dengan sumpah Siluman Bajul Putih ketika dikalahkan oleh Ki Leseh.

Siluman itu bersumpah kalau ada orang yang berkulit putih seperti kulitnya lewat di atas pintu gerbang Luweng Siluman itu, akan disedot ke dalam laut. Kerajaan Demak Alasan lain adalah lalu lintas perdagangan yang waktu Kerajaan Demak dipusatkan melalui laut, dengan pindahnya Kerajaan Demak ke Pajang, lalu lintas perdagangan berubah melalui jalan darat. Para perompak di perairan Jepara banyak yang beralih menjadi perampok, mereka merampok mangsanya dalam perjalanan di tengah hutan. Perjalanan dagang melalui laut menjadi aman. Benteng itu akhirnya ditinggalkan begitu saja hingga bertumbuh semak belukar. Jarang sekali orang berani memasuki benteng itu. Seturut penuturan warga mereka takut diganggu roh-roh penghuni benteng itu.

Masa Penjajahan Jepang

Pada waktu Jepang metampakkan[3]kakinya di bumi Nusantara, benteng ini kembali digunakan. Jepang memanfaatkannya sebagai tempat pengintai laut. Dengan tenaga-tenaga kerja paksa yang diambil dari desa-desa sekitar, semak belukar itu dibersihkannya, jalan menuju puncak bukit diperlebar. Di kaki bukit menghadap ke laut dibangun tembok-tembok pengintai yang dilengkapi meriam-meriam kecil. Menara yang sudah hancur dibangun kembali dan dibuat lebih tinggi. Bekas bangunan rumah yang berada di tengah benteng juga dibangun lagi sebagai tempat tinggal pengintai. Menurut penuturan bekas para pekerja paksa Jepang (Romusha), di bawah menara dibuatkan lorong bawah tanah yang tembus ke pantai di kaki bukit. Lorong ini dimaksudkan untuk mempercepat petugas yang kerja di benteng hendak turun ke pantai. Demikianlah Benteng Portugis dimanfaatkan oleh Jepang sampai akhirnya mereka kalah dalam Perang Dunia II dan harus angkat kaki dari bumi Nusantara ini. setelah Indonesia mengecap kemerdekaan tempat ini menjadi tempat rekreasi. Melihat pengunjung makin banyak, Pemerintah Daerah Kabupaten Jepara pun menata tempat ini sehingga semakin menarik dikunjungi.

Fisik Bangunan

Benteng ini sekarang hanya berupa reruntuhan tembok berbentuk persegi empat yang terletak di atas bukit tepat di seberang selatan Pulau Mandalika. Di dalam tembok hanya berupa lahan kosong yang ditumbuhi beberapa pohon yang sengaja dibiarkan untuk tempat berteduh pengunjung. Di area dalam sebelah utara terdapat satu bangunan yang juga digunakan sebagai temat berteduh pengunjung. Selain itu terdapat beberapa replika meriam yang ditempatkan di sisi utara dan timur benteng yang langsung berbatasan dengan laut lepas.

Fasilitas

Kawasasan Benteng Rumah Portugis Mushala Area Parkir Pantai