Jumat, 26 Agustus 2016

"BAGUNA" PDI Perjuangan Jalin Kerja Sama Strategis Dengan Basarnas Dan BMKG.

IMN News, Jakarta - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menilai Badan SAR Nasional (Basarnas) dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) punya peranan besar dan strategis karena bersentuhan langsung dengan kemanusiaan. Maka, kedua lembaga itu harus bisa mensosialisasikan bagaimana gejala-gejala alam yang berkaitan dengan kehidupan langsung masyarakat.

Kepada BMKG, Megawati memberikan pesan agar lembaga yang dipimpin Andi Eka Sakya itu bisa mensosialisasikan ke para nelayan dan petani sehingga mereka punya ketepatan waktu kapan menanam dan kapan melaut.

Sementara itu, kepada Basarnas yang dipimpin Marsekal Madya TNI FHB Soelistyo, Megawati berpesan agar sosialisai mengenai bagaimana mendeteksi dan meningkatkan insting suatu bencana bisa benar-benar sampai di masyarakat paling bawah, khususnya di daerah rawan bencana.

Demikian disampaikan Megawati dalam sambutan acara Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerjasama DPP PDI Perjuangan, Basarnas, BMKG, dan Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan, di Kantor Basarnas, Jakarta, Selasa (24/8/2016).

"Dua lembaga ini (BMKG dan Basarnas) pegang peranan yang sangat besar. Jadi BMKG, harus sudah sampai tingkat nelayan dan petani, yang sekarang banyak mengeluh. Soal kapan menanam yang tepat, petani tahu eggak apa itu BMKG? BMKG nyampe apa enggak ke petani. Begitu juga peran Basarnas, bagaimana membuat rakyat kita instingnya bisa lebih unggul dari hewan dalam mengantisipasi bencana," kata Megawati.

Megawati kemudian menceritakan pengalamannya saat tiga hari paska stunami di Aceh dirinya yang sudah di Aceh melihat bagaimana justru banyak hewan yang terlebih dahulu naik ke bukit-bukit sebelum terjadinya tsunami. Hal itu menunjukkan bahwa hewan punya insting yang baik dalam mengenali gejala-gejala alam.

"Saya ingatkan, pengetahuan itu wajib disosialisasikan ke rakyat, soal bagaimana mengantisipasi bencana, kalau kita semua berdiam diri apa yang akan terjadi di kemudian hari," tukas Presiden ke-5 Indonesia ini.

Megawati mengungkapkan, Indonesia adalah negara terbesar kepulauan di dunia. Mengutip apa yang pernah dikatakan mantan Wapres Amerika Serikat, Al Gore, kalau tidak dilakukan antisipasi dan dijaga, maka akan banyak negara yang tenggelam.

"Jadi negara-negara Pasifik itu banyak yang mengeluh, karena pulaunya mulai mengecil akibat tertutupi air laut. Nah, ini harus diantisipasi dengan baik, saya minta, anak-anak saya di Baguna untuk diajari (penanggulangan dan antisipasi bencana), karena alhamdulillah, sangat terasa di lapangan peranan Baguna selama ini," beber Megawati.

Dalam kesempatan tersebut, Megawati juga menyampaikan bahwa salah satu kendala besar Republik Indonesia yang secara geopolitik disebut negara terbesar kepulauan di dunia justru penduduknya, sebagian besar tidak berenang.

"Itu suatu hal yang ironis. Harusnya kita pintar berenang karena lautan kita lebih luas dari tanahnya," tukasnya.

Dalam konteks itulah, peran Basarnas, Baguna, yang siap terjun langsung dalam penanganan bencana begitu penting. Untuk itu juga, Megawati meminta ke depan Basarnas dan BMKG memberikan pelatihan secara profesional kepada Baguna PDI Perjuangan.

"Saya minta anak-anak saya di Baguna diajari, karena manfaatnya sangat berguna di lapangan. Ketika saya menggagas adanya Baguna PDI Perjuangan banyak yang heran, skeptis, dan penuh tanda tanya. 'Partai kan berbicara kekuasaan, mengapa Partai harus bersusah payah mengurus Bencana?' Bencana merupakan tanggung jawab kita bersama. Lebih-lebih Indonesia yang daerah-daerahnya rawan bencana," beber Megawati.

Sebelum penandatanganan MoU, Megawati didampingi Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI FHB Soelistyo memantau peralatan dan sistem yang dioperasikan Basarnas. Bahkan, Megawati juga diberikan kesempatan untuk berdialog langsung melalui teleconference dengan para petugas Basarnas di, Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Dalam dialog tersebut, Megawati menanyakan bagaimana penanganan dan pemantauan gempa yang terjadi di Flores. Di ujung sana, petugas Basarnas menyampaikan bahwa gempa kecil tersebut tidak memakan korban, baik jiwa maupun kerusakan. Mendengar jawaban itu, Megawati tetap meminta agar mereka waspada karena kebiasaan selalu ada gempa susulan.

Sekretaris Baguna PDIP Vian Feoh mengatakan setelah MoU ini, Baguna PDI Perjuangan dan Basarnas akan langsung menindaklanjuti dengan pelatihan potensi SAR.

"Rencananya pelatihan akan dilakukan pada bulan September di Makasar, Sulawesi Selatan," ucap Vian.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI FHB Soelistyo dalam sambutannya mengatakan, dalam MoU dengan PDI Perjuangan lingkup yang disepakati antara lain pendidikan dan pelatihan SAR, latihan operasi SAR, dan pelaksanaan operasi SAR.

"Nota kesepahaman antara Basarnas dan PDI Perjuangan ini merupakan tindak lanjut serta amanah UU No 29/2014 tentang Pencarian dan Pertolongan. Di dalamnya disebutkan bahwa potensi SAR adalah sumber daya manusia (SDM), sarana dan prasarana, informasi dan teknologi, serta hewan selain Basarnas yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan penyelenggaraan operasi pencarian dan pertolongan diharapkan dapat berperan serta dalam pelaksanaan operasi SAR," katanya.

"Sebagaimana diketahui bersama, bahwa tugas mencari dan menolong manusia merupakan tanggung jawab bersama, maka sudah semestinya apabila seluruh elemen masyarakat, tidak hanya Basarnas, tetapi juga potensi SAR baik itu TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan, termasuk PDI Perjuangan juga memiliki tanggung jawab yang sama yang sama untuk melaksanakan tugas-tugas pencarian dan pertolongan," jelasnya. (Imn - Incom)

Minggu, 21 Agustus 2016

Andreas Pareira : Ahok Licik Pemecah Belah Kader


IMN News, JAKARTA - Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas H Pareira menilai, semakin jelas kelihatan seorang figur petahana, Gubernur DKI Jakarta atau Ahok dalam melihat, mencapai kekuasaan.

Menurutnya, Ahok sebenarnya memang tidak membutuhkan partai-partai politik dan konstituen parpol.
"Ahok lebih melihat parpol hanya sebagai "kuda tunggangan' nya untuk mencapai tujuan, untuk berkuasa di DKI.

Cara berpikir pak Ahok sangat pragmatis semua cara bisa digunakan. Entah itu 'Teman Ahok', entah itu parpol atau apapun alat yang digunakan. Yang penting adalah dia berkuasa," ujar Andreas, Sabtu (20/8/2016).

"Setelah berkuasa dan dirasakan tidak ada manfaatnya lagi maka dengan mudahnya Ahok akan mencampakan 'alat' yang pernah digunakan untuk meraih kekuasaan," tambahnya.

Menurutnya, terbukti dalam karir politik Ahok yang loncat dari satu parpol ke parpol yang lain. Dijelaskan, Ahok memulai karir dengan Partai Indonesia Baru (PIB) untuk jadi Bupati di Belitung.

Kemudian loncat ke Partai Golkar ketika menjadi anggota DPR-RI. Loncat lagi ke Gerindra untuk pencalonan Pilgub 2012.
"Ketika terpilih menjadi Wagub dengan mudahnya Ahok meninggalkan Gerindra.

Menjelang pilgub 2017 Ahok membentuk Tim Sukses Teman Ahok untuk melalui jalur perseorangan dan berkoar-koar sudah mengumpulkan 1 juta KTP," kata Andreas.
   
Belum sempat bereksperimen dengn jalur perseorangan, lanjut Andreas, Ahok sudak loncat lagi mencari dukungan dari parpol. Bahkan dari parpol yang pernah dengan mudah ditinggalkan pada 2012.

"Sekarang, konon dukungan dari tiga parpol, Ahok coba  mendekati PDIP yang sebenarnya setia mendukungnya selama 2012 sampai saat ini. Pola yang dipakai Ahok, mengadu domba, memecah belah antara kader dengan kader," ungkap Andreas.

" Ahok dengan licik mencoba mengadu domba antara Djarot dengan partainya PDIP. Berlindung dibalik "ceritanya' tentang dukungan dari Ketum PDIP. Ahok sedang memainkan politik memecah belah," tambahnya.

Dengan track record loyalitasnya yang buruk, political tricky nya yang sangat licin, Andreas yakin, bukan hanya PDI Perjuangan yang perlu berpikir ulang untuk mengusung Ahok.

"Namun, parpol-parpol yang sudah mendukung pun, perlu berpikir lagi untuk dukungannya pada Ahok. kalau tidak hendak menjadi korban pragmatisme Ahok," saran Andreas. (Imn - Tribn).

Sabtu, 20 Agustus 2016

Achmad Basarah, Kabar Deklarasi AHOK - DJAROT Itu Bohong !

IMN News, Jakarta - Beredarnya pernyataan politik yg menyebut berasal dari Achmad Basarah, Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan yg mengatakan bhw pd tgl 21 Agustus 2016 pkl 11.45 WIB di DPP PDI Perjuangan akan dideklarasikan kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat, adalah berita bohong yang tidak dapat dipertanggung jawabkan dan dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Bukanlah kewenangan saya sbg Wasekjen DPP PDI Perjuangan utk mengumumkan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta apalagi mengumumkan waktu deklarasinya.

Keputusan mengenai pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI saat ini sdh diserahkan DPP Partai kepada instansi Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati Soekarnoputri sbg pemegang mandat hak prerogatif partai sesuai AD/ART PDI Perjuangan.

Sejauh ini Ibu Mega belum memberikan keputusan ataupun instruksi apapun terkait pilkada DKI krn beliau saat ini masih terus menyerap berbagai aspirasi dan dinamika sosial politik yang berkembang di tengah2 masyarakat.

Bu Mega sungguh memperhatikan harapan masyarakat Jakarta untuk mendapatkan pemimpin yang dapat membawa kesejahteraan warga DKI Jakarta dengan senantiasa menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif bagi persatuan dan kesatuan warga DKI Jakarta.

Sebagai Ibu Kota Negara Republik Indonesia, DKI Jakarta harus menjadi etalase Republik di mata dunia internasional, oleh karena itu tidak boleh ada kemiskinan yg hrs diderita oleh warga DKI Jakarta namun tetap terjaga stabilitas sosial dan politiknya.

Oleh karena itu diperlukan pemimpin yang berjiwa gotong royong dan mengayomi semua lapisan masyarakat, terutama kaum marhaen yang nasibnya harus diselamatkan dan disejahterakan.

Achmad Basarah/Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan. (Imn)

AHOK "Mulutmu Harimaumu"

IMN News, Jakarta - Sampai detik ini para pecinta dan pendukung Ahok blum juga nyadar dan insyaf, akibat berbagai pernyataan nya yang dulu dilontarkan di antaranya "Kalau lewat jalur politik mahal" lalu mereka membentuk relawan Teman Ahok dgn 1 jt KTP nya menyakiti hati dan perasaan berbagai pihak.

Dilanjut lagi Teman Ahok begitu sombong dan angkuhnya mendeklarasikan diri dengan Nama Relawan AHOK - HERU dengan meninggalkan pak Jarot yg sampai detik ini masih menjabat Wakil Gubernur tentunya dengan berbagai bunga2 pernyataan Ahok dan Teman Ahok yang menohok hati dan perasaan pak Jarot serta para kader serta keseluruhan pengurus PDI Perjuangan khususnya di DKI Jakarta.

Diberbagai media Ahok dan teman Ahok menjawab atas pertanyaan media pak Jarot bagaimana dong nasibnya...dengan pongahnya mereka mengatakan pak Jarot kalau mau gabung dengan kami boleh-boleh saja asal pak Jarot mau keluar dari PDI-P tandas mereka.

Karena pak Jarot piyayi Jawa yang punya sopan santun dan menghargai pendapat orang lain cukup mengatakan saya ini kader dan pengurus DPP PDI Perjuangan bidang organisasi ya tentunya tetap memilih berada di PDI Perjuangan. Saya adalah kader Partai dan Partai mempunyai aturan main (Meksnisme) yang harus di taati oleh seluruh kader dan pengurus partai tanpa terkecuali.

PDI Perjuangan mempunyai mekanisme dan aturan yang tertuang dalam buku pedoman partai (AD/ART). Anehnya para pendukung Ahok masih terap ngotot seolah PDI Perjuangan lambat dalam menentukan siapa calon yang di usung dan di dukung oleh PDI Perjuangan.

Seolah ingin secepatnya PDI Perjuangan mengeluarkan nama siapa yg dapat rekomendasi dari  Ketua Umum PDI - P Megawati Soekarno Putri dan muncullah nama Ahok di sana. Sungguh aneh ya ??????? Ahok itu bukan kader partai PDI Perjuangan, bukan juga pengurus dan juga bukan simpatisan si Banteng Moncong Putih kok berharap namanya dapat rekomendasi dari partai.

Anehnya lagi Ahok juga tidak pernah ikut mendaftar melalui penjaringan calon gubernur DKI Jakarta melalui PDI Perjuangan kok pengin dapat rekomendasi dari partai ????? Pendukung Ahok lalu dengan mudahnya mengatakan Kader dan Pengurus PDI Perjuangan sombong dan lain sebagainya menurut hemat kami gak #Kebalik tuh!!!!!!!!

Sudahlah AHOK sudah dapat dukungan dari 3 partai politik ( Golkar, Hanura, Nasdem ) plus relawan Teman Ahok lebih baik tarung aja deh dengan kader - kader terbaik dari PDI Perjuangan (Boy Sadikin, Puti Guntur Soekarno, Jarot, Risma dll). Biarkan nanti rakyat DKI Jakarta yang menentukan nya. Mangkanya jangan pernah angkuh dan sombong ingat #MulutmuHarimaumu! (Alx)

Senin, 15 Agustus 2016

Kenapa Musti PUTI - UNO Untuk DKI ?

IMN News, Jakarta - Pertarungan untuk memperebutkan kursi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta semakin memanas dengan hadirnya beberapa nama kandidat calon Gubernur DKI Jakarta yang di dukung oleh partai politik atau yang di usulkan oleh para relawan menjadikan suasana politik di DKI Jakarta semakin berwarna.

Hadirnya Puti Guntur Soekarno - Sandiaga Uno yang di dukung oleh Relawan Wong Cilik cukup menyentakkan sebagian warga masyarakat DKI Jakarta. Sepanduk berisi dukungan untuk Cucu pertama Presiden Indonesia pertama Ir.Soekarno, putri dari Guntur Soekarno Putra yang lebih akrab dengan sebutan mbak PUTI tersebut tiba - tiba terpasang hampir di seluruh sudut ibu Kota Jakarta. Dengan tema "PUTI - UNO" untuk Jakarta Smile.

Ketua Tim Relawan Wong Cilik Dr.H.Marhaban Sigalingging menjawab pertanyaan dari beberapa media kenapa musti pasangan PUTI - UNO yang di usung dan di dukung oleh para relawan wong cilik sebagai berikut.

1. Sosok Puti adalah trah Ir.Soekarno sang proklamator.
2. Cantik dan Cerdas.
3. Alumni Universitas Indonesia (UI).
4. Pengalaman sebagai Jurkamnas Pilpres.
5. Anggota DPR RI dua periode (2009-2014, 2014 - 2019).

Mbak Puti Guntur Soekarno sangatlah pas dan tepat untuk berpasangan dengan Bpk.Sandiaga Uno yang berlatar belakang dari pengusaha yang sukses ujar ketua tim Relawan Wong Cilik Dr.H.Marhaban Sigalingging yang juga berlatar belakang Dosen Paska Sarjana dari Universitas Muhammadyah sekaligus juga pengusaha yang cukup dikenal sukses.

Doktor Haji Marhaban Sigalingging berharap masyarakat DKI Jakarta hendaknya tidak usah ragu dan khawatir tentang kemampuan pasangan PUTI - UNO kedepan di dalam memimpin DKI Jakarta yang membutuhkan sosok pemimpin yang Jujur, Adil, Tegas dan Anti Korupsi namun juga tetap smile. Keduanya sama - sama mempunyai latar belakang yang jelas, masih muda, cakap sekaligus mempunyai wawasan yang luas terkait Ibu Kota DKI Jakarta tegas nya. 

Do'a Restu dari semua pihak pasangan "PUTI - UNO" diharapkan mampu merubah Kota Jakarta menjadi layaknya seperti kota - kota besar yang ada di negara - negara lain pungkasnya. #SalamSmile☺

Berikut Profil lengkapnya PUTI GUNTUR SOEKARNO.

Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarno Putri S.Pol

Alias
Puti | Puti Guntur Soekarno | Puti Paramathana

Kategori
Politisi

Agama
Islam

Tempat Lahir

Jakarta

Tanggal Lahir
Sabtu, 26 Juni 1971

Zodiak
Cancer

Hobby
Membaca

Warga Negara
Indonesia

Ayah : Guntur Soekarno Putra
Ibu : Henny Guntur

Suami : Joy Kameron

Anak : Rakyan Ratri Syandriasari Kameron, Rakyan Daanu Syahandra Kameron

BIOGRAFI
Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarnoputri adalah anak Guntur Soekarnoputra. Berbeda dengan ayahnya, saat ini dia memilih terjun ke politik dan bergabung dengan PDI Perjuangan. Puti, begitu dia biasa disapa saat ini menjadi anggota dewan komisi X DPR periode 2009-2014, 2014-2019 (2 periode).Wanita kelahiran 26 Juni 1971 tersebut menjabat sebagai Wakil Ketua Yayasan Fatmawati dan Ketua Yayasan Wildan.

Terjunnya Puti dalam karir politik adalah sebuah proses. Dari sisi akademis, Puti menempuh pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia (UI) yang pada akhirnya memperkaya wawasan politik. Dia memilih terjun ke politik karena merasa ada kesiapan secara eksternal dan internal. Secara internal keluarga mendukung dan mengerti. Dari hubungan eksternal, dia resmi ikut satu partai, PDIP. Hal tersebut yang membuatnya mantap.

Selain itu alasan pendorong terjun di bidang ini karena masih banyak yang harus diperbuat untuk bangsa ini. Puti sangat mengagumi kakeknya, Soekarno. Bagi dia, pikiran Soekaro sangat relevan. Apa yang dikatakan baik sebagai negarawan atau seniman terjadi di era sekarang ini.

Sementara itu, Puti menganggap PDIP itu mempunyai nilai yang pasti. Partai ini yang bisa membawa aspirasi untuk rakyat. Wanita yang hobi membaca ini ingin memperjuangkan berbagai permasalahan yang ada di Indonesia. Seperti masyarakat yang masih miskin dan bodoh, kekayaan alam yang dieksploitasi untuk kepentingan bangsa lain dan kondisi bangsa yang diperlakukan sebagai bangsa kuli. Itu bagian dari perjuangan.

Dia menambahkan permasalahan lain yang menjadi sorotan adalah karakter dan jati diri bangsa Indonesia semakin memudar. Lantaran itu, Puti tak bosan berbicara soal pentingnya memegang teguh Pancasila, sebagai warisan berharga dari para pendiri bangsa. Dia pun terus mendorong pemerintah agar mau memasukkan kembali Pendidikan Pancasila ke dalam kurikulum pendidikan nasional.

Riset dan analisis oleh Vizcardine Audinovic

PENDIDIKAN
FISIP Universitas Indonesia bidang Administrasi Negara
SMA 1 Budi utomo
SMP Yayasan Perguruan Cikini
KARIR
Wakil Ketua Yayasan Fatmawati
Ketua Yayasan Wildan
Anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
Ketua Panitia Pelaksana mengenang 85 Thn Ibu Fatmawati
Juru bicara kampanye Pilpres 2009 tim Mega-Prabowo wilayah Jawa Barat dan Bengkulu
Anggota DPR (2009-2014, 2014-2019) dari PDI-Perjuangan
Pemegang Saham PT Chala Group. (Alda.S).

Minggu, 14 Agustus 2016

Mengenal Cucu Pertama Ir.Soekarno "PUTI GUNTUR SOEKARNO".

Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarno Putri S.Pol

Alias
Puti | Puti Guntur Soekarno | Puti Paramathana

Kategori
Politisi

Agama
Islam

Tempat Lahir

Jakarta

Tanggal Lahir
Sabtu, 26 Juni 1971

Zodiak
Cancer

Hobby
Membaca

Warga Negara
Indonesia

Ayah : Guntur Soekarno Putra
Ibu : Henny Guntur
Anak : Rakyan Ratri Syandriasari Kameron, Rakyan Daanu Syahandra Kameron

BIOGRAFI
Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarnoputri adalah anak Guntur Soekarnoputra. Berbeda dengan ayahnya, saat ini dia memilih terjun ke politik dan bergabung dengan PDI Perjuangan. Puti, begitu dia biasa disapa saat ini menjadi anggota dewan komisi X DPR periode 2009-2014, 2014-2019 (2 periode).Wanita kelahiran 26 Juni 1971 tersebut menjabat sebagai Wakil Ketua Yayasan Fatmawati dan Ketua Yayasan Wildan.

Terjunnya Puti dalam karir politik adalah sebuah proses. Dari sisi akademis, Puti menempuh pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia (UI) yang pada akhirnya memperkaya wawasan politik. Dia memilih terjun ke politik karena merasa ada kesiapan secara eksternal dan internal. Secara internal keluarga mendukung dan mengerti. Dari hubungan eksternal, dia resmi ikut satu partai, PDIP. Hal tersebut yang membuatnya mantap.

Selain itu alasan pendorong terjun di bidang ini karena masih banyak yang harus diperbuat untuk bangsa ini. Puti sangat mengagumi kakeknya, Soekarno. Bagi dia, pikiran Soekaro sangat relevan. Apa yang dikatakan baik sebagai negarawan atau seniman terjadi di era sekarang ini.

Sementara itu, Puti menganggap PDIP itu mempunyai nilai yang pasti. Partai ini yang bisa membawa aspirasi untuk rakyat. Wanita yang hobi membaca ini ingin memperjuangkan berbagai permasalahan yang ada di Indonesia. Seperti masyarakat yang masih miskin dan bodoh, kekayaan alam yang dieksploitasi untuk kepentingan bangsa lain dan kondisi bangsa yang diperlakukan sebagai bangsa kuli. Itu bagian dari perjuangan.

Dia menambahkan permasalahan lain yang menjadi sorotan adalah karakter dan jati diri bangsa Indonesia semakin memudar. Lantaran itu, Puti tak bosan berbicara soal pentingnya memegang teguh Pancasila, sebagai warisan berharga dari para pendiri bangsa. Dia pun terus mendorong pemerintah agar mau memasukkan kembali Pendidikan Pancasila ke dalam kurikulum pendidikan nasional.

Riset dan analisis oleh Vizcardine Audinovic

PENDIDIKAN
FISIP Universitas Indonesia bidang Administrasi Negara
SMA 1 Budi utomo
SMP Yayasan Perguruan Cikini
KARIR
Wakil Ketua Yayasan Fatmawati
Ketua Yayasan Wildan
Anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
Ketua Panitia Pelaksana mengenang 85 Thn Ibu Fatmawati
Juru bicara kampanye Pilpres 2009 tim Mega-Prabowo wilayah Jawa Barat dan Bengkulu
Anggota DPR (2009-2014, 2014-2019) dari PDI-Perjuangan
Pemegang Saham PT Chala Group.

Sabtu, 13 Agustus 2016

DKI Jakarta Perlu Pemimpin Yang Smile "PUTI - UNO"

IMN News, Jakarta - Partai PDI Perjuangan hingga saat ini belum menentukan siapakah calon Gubernur dan Wakil Gubernur untuk DKI Jakarta. Demikian dikatakan oleh Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di berbagai kesempatan.

PDI Perjuangan senantiasa mendengar apa yang menjadi aspirasi masyarakat dan juga masukan serta berbagai usulan dari para kader pengurus partai dari tingkat bawah sampai dengan tingkat atas. Semua masukan tersebut nantinya akan di berikan kepada ibu Ketua Umum ibu Hj. Megawati Soekarno Putri untuk di pertimbangkan dan di ambil keputusan oleh ketua umum.

Beredarnya spanduk dukungan untuk mbak Puti Guntur Soekarno yang merupakan cucu pertama Presiden pertama Ir.Soekarno yang saat ini duduk sebagai anggota DPR RI dengan Bp.Sandiaga Uno adalah salah satu bukti kepedulian dari masyarakat melalui Relawan Wong Cilik yang ingin menyampaikan aspirasinya.

Alex Suherman (Sekretaris Relawan Wong Cilik) mengatakan, tidak hanya masyarakat kota Jakarta saja yang menginginkan hadirnya sosok pemimpin yang BERANI, TEGAS, JUJUR, ADIL dan ANTI KORUPSI, tentunya seluruh rakyat di semua wilayah menginginkan hal yang sama.

Namun demikian sosok pemimpin tersebut ketika dia mempunyai sikap Berani dan Tegas tidak harus bersikap GALAK baik kepada bawahan apalagi dengan masyarakat nya. Sebagai orang timur seorang pemimpin juga harus menjunjung tinggi adat istiadat ketimuran kita, menjaga etika, sopan santun layak nya orang timur pada umum nya, tandasnya.

Ketua umum Relawan Wong Cilik Dr.H.Marhaban Sigalingging kepada IMN News mengatakan ibu Puti Guntur Soekarno dan Sandiaga Uno adalah dua sosok yang pas dan tepat untuk menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2018 - 2022. Oleh karenanya kami dari Relawan Wong Cilik siap mencalonkan Puti - Uno untuk memimpin DKI Jakarta.

Ingat yang di pimpin oleh seorang gubernur adalah manusia, sosok PUTI - UNO merupakan duet kepemimpinan yang tepat untuk memanusiakan manusia. Keduanya hadir untuk saling mengisi dan melengkapi satu sama lain. Dan tidak akan mengorbankan rakyat kecil yang sering dijadikan obyek ketika musim kampanye tiba, dan dilupakan begitu saja ketika mereka telah menjadi pemimpi.

Namun demikian kami dari Relawan Wong Cilik tetap menghargai, menghormati dan mentaati apa yang nanti diputuskan oleh para pimpinan tertinggi partai untuk memberikan mandat kepada para calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang tentunya mereka terdiri dari putra putri terbaik bangsa pungkas nya. (Alda S).