Rabu, 31 Agustus 2016

Mulyaji, Karimun Jawa Segera Disandari Kapal - Kapal Besar.

IMN News, Jepara - Pulau Karimun Jawa di Kabupaten Jepara Jawa Tengah bakal dilengkapi pelabuhan berkapasitas besar sehingga bisa menampung kapal dengan bobot yang lebih besar.

Tersedianya pelabuhan yang bisa menampung kapal dengan berbagai ukuran dan jumlah tentunya akan berdampak positif terhadap perkembangan obyek wisata di Karimun Jawa, ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara Mulyaji kepada para wartawan di Jepara (30/8).

Pelabuhan besar tersebut akan dibangun di daerah Legon Bajak tidak jauh dari Bandara Dewandaru. Selama ini kapal penumpang bersandar di Pelabuhan Perintis di Karimun Jawa. Jika pelabuhan nanti diarealisasikan kapal - kapal besar tersebut tentunya bisa bersandar ke Karimun Jawa hingga menambah jumlah wisatawan yang berkunjung ke pulau Karimun Jawa.

Potensi kunjungan wisata sesungguhnya semakin meningkat hal tersebut bisa dilihat dari respon swasta yang beranj membuka jalur baru penyebrangan laut dari Pelabuhan Kendal menuju ke Karimun Jawa langsung.

Pelabuhan Legon Bajak akan dikembangkan agar bisa menampung kapal berbobot hingga 6.000 gross tonnage (GT). Selama ini yang berani sandar hanya kapal tug boat, sedangkan kapal tongkang harus berhenti di tengah laut karena pelabuhan belum memungkinkan untuk disandari kapal tongkang. (imn)

Selasa, 30 Agustus 2016

Relawan Dukung PUTI - UNO Bermunculan di DKI Jakarta

IMN News, Jakarta - Menjelang pilgub DKI Jakarta bermunculan bermacam spanduk dukungan yang mengatas namakan Relawan dari berbagai komonitas untuk mendukung calon nya masing - masing.

Ada Relawan Risma, Relawan Djarot, Relawan Boy Sadikin, Relawan H.Lulung, Relawan Yusril Ihza Mahendra, dan beberapa Relawan yang mendukung "PUTI - UNO" dan lain - lain.

Salah satu yang menarik perhatian dari kalangan media adalah bermunculannya relawan - relawan yang berasal dari lain komonitas namun mendukung dan mengusung tokoh yang sama Puti Guntur Soekarno yang di sandingkan dengan Sandiaga Uno.

Diantaranya relawan tersebut adalah Relawan Wong Cilik, Relawan FKK 27 Juli, dan Relawan PRO MEGA yang kesemuanya relawan tersebut mendukung serta sama - sama mengusung calon Puti Guntur Soekarno untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta.

DR.H.Marhaban Sigalingging Ketua Relawan Wong Cilik yang mendukung dan mengusung pasangan PUTI - UNO melalu telepon celulernya memberi penjelasan kepada wartawan IMN News (30/8) "Itulah calon pemimpin yang sesungguhnya, di cinta dan didukung dari bawah" bukan sekonyong - konyong muncul dari atas.

Selama ini sering kami lihat dan sering kami dengar di berbagai media, baik cetak maupun media elektronik pak Ahok atau yang di wakili oleh pendukungnya yang suka mengaku dirinya di dukung oleh bapak Presiden Jokowi dan lain sebagainya. Padahal sebenarnya hal tersebut tidaklah demikian adanya.

Yang namanya seorang pemimpin tentunya dekat dengan siapa saja apalagi dengan pak Ahok yang saat ini menjabat sebagai Gubernur menggantikan posisi Bapak Jokowi yang saat ini telah menjadi Presiden. Tapi jangan lantas kedekatan beliau lalu di artikan mendukung nya untuk maju menjadi Gubernur kembali.

Dengan adanya berbagai relawan yang sama-sama mendukung ibu PUTI GUNTUR SOEKARNO untuk menjadi calon gubernur DKI Jakarta berpasangan dengan UNO menurutnya merupakan suatu pertanda bahwa beliau berdua adalah benar - benar sosok pemimpin yang di cintai dan di harapkan oleh masyarakat untuk memimpin DKI Jakarta untuk menggantikan Bpk.Ahok pungkas nya. (Imn)

Senin, 29 Agustus 2016

Keponakan Megawati "PUTI GUNTUR SOEKARNO" Diminta Relawan PRO MEGA Pimpin DKI Jakarta.

IMN News, Jakarta - Persiapan awal Pilkada/Pilgub serentak di seluruh Indonesia mulai bergema dimana mana. Masing - masing kandidat para calon Bupati/Wakil Bupati, Walikota/Wakil Walikota, Gubernur/Wakil Gubernur sudah mulai mendeklarasikan diri nya masing - masing berikut partai - partai politik pengusung nya.

DKI Jakarta yang merupakan barometer Pilkada Nasional secara mengejutkan muncul spanduk dukungan RELAWAN PRO MEGA nama PUTI GUNTUR SOEKARNO (Keponakan Megawati Soekarno Putri) diminta sebagai calon Gubernur DKI Jakarta berpasangan dengan Sandiaga Uno.

Relawan Pro Mega Bpk. H.Fami Hakim Kepada IMN News di Jakarta (29/8) mengatakan Puti Guntur Soekarno merupakan calon pemimpin yang benar - benar dikehendaki oleh arus bawah para pecinta Soekarno dan ibu Hj.Megawati Soekarno Putri.

Sosok Trah Soekarno (cucu pertama Ir.Soekarno) Muda, Cerdas dan telah terbukti mampu mengemban amanah rakyat sebagai Anggota DPR RI dua (2) periode berturut turut.

Sangatlah cocok ketika disandingkan dengan saudara Sandiaga Uno yang berlatar belakang dari Pengusaha yang terjun kedunia politik melalui Partai Gerindra ungkapnya.

Kami Relawan Pro Mega menolak dengan tegas Bpk.Ahok untuk memimpin DKI Jakarta kembali, karena dimata kami menjadi pemimpin tidak harus selalu mengumbar kata - kata kasar yang cenderung kotor karena hal tersebut sangatlah tidak pantas di ucapkan oleh seorang Kepala Daerah tandasnya. (Imn)

Minggu, 28 Agustus 2016

Pengurus Ranting Dan PAC PDI Perjuangan Cengkareng Jakarta Barat Menolak Ahok

IMN News, Jakarta - Pengurus Ranting/Kelurahan dan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat menolak Ahok (petahana) di usung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Ahok bukanlah simpatisan, kader juga bukan pengurus Partai PDI Perjuangan. Demikian dikatakan oleh salah satu pengurus Ranting dan PAC yang enggan disebutkan namanya kepada para awak media.

PDI Perjuangan mempunyai segudang kader dari internalnya sendiri yang siap untuk ditugaskan dimana saja oleh pimpinan partai tertinggi kami dalam hal ini ibu Hj.Megawati Soekarno Putri sebagai Ketua Umum partai PDI Perjuangan.

Ibu Ketua Umum yang mempunyai hak preogratif, selama ini selalu mendengar sekaligus mencermati apa yang terjadi atas perkembangan politik dan juga selalu mendengarkan masukan - masukan dari bawah baik dari internal partai maupun dari external partai untuk nantinya dijadikan suatu bahan masukan didalam mengambil keputusan, bukan hanya saja di DKI Jakarta namun untuk di seluruh wilayah Indonesia.

PDI Perjuangan terlahir bukan semata - mata untuk mengejar kekuasaan dan jabatan semata, namun PDI Perjuangan terlahir dari sebuah ideologi Pancasila yang selalu berkeinginan untuk selalu menyuarakan suara rakyat terutama dari kaum wong cilik. Menangis tertawa bersama rakyat akan di utamakan dari pada harus mengejar sebuah kekuasaan dan jabatan namun meninggalkan roh kerakyatan nya yaitu kaum wong cilik.

Banyak kader - kader di internal PDI Perjuangan yang siap untuk menjadi pemimpin di DKI Jakarta khusus nya. Ada Bung Boy Sadikin, Djarot, Puti Guntur Soekarno, Ganjar, Risma, Ara Sirait dan lain - lain yang siap mengemban tugas yang diberikan dari partai.

Semoga saja penolakan kami terhadap Pak Ahok di dengar oleh ibu Ketua Umum ibu Hj.Megawati Soekarno Putri semata mata karena kami mencintai Partai sekaligus mencintai Ketua Umum kami. Sebagai kader dan Pengurus kami mempunyai kewajiban menjaga warwah dan martabat partai kami pungkasnya. (imn)

Jumat, 26 Agustus 2016

DR.H.Marhaban Sigalingging, Pasangan PUTI - UNO Paling Tepat Untuk DKI Jakarta.

IMN News, Jakarta - DKI Jakarta bukan hanya membutuhkan sosok pemimpin yang cerdas, berani, tegas, jujur, anti korupsi namun juga perlu sosok pemimpin yang mampu mengayomi untuk seluruh rakyat DKI Jakarta di antaranya adalah para wong cilik.

Berani dan tegas tidak harus kasar dan galak, namun  pemimpin hendaknya juga slalu  mengedepankan etika didalam memimpin suatu pemerintahan. Akan sangat tidak elok jikalau ada pemimpin di negeri ini yang slalu berkata kasar dan cenderung otoriter didalam memimpin pemerintahannya karena sangat tidak sesuai dengan norma - norma kesopanan dalam adat istiadat kita sebagai orang timur.

Demikian di utarakan oleh Ketua Relawan Wong Cilik Doktor Haji Marhaban Sigalingging yang merupakan pengajar Pasca Sarjana di Universitas Muhammadyah Lampung kepada para wartawan yang menemuinya di Jakarta (Jum'at,26 Agustus 2016) beberapa saat yang lalu.

Sosok Puti Guntur Soekarno ( mbak Puti Red) merupakan salah satu generasi muda penerus sang Proklamator kita Bpk.Ir.Soekarno. Beliau merupakan cucu pertama dari sang Presiden pertama Indonesia putri dari mas Guntur Soekarno Putra ini bukan hanya cantik ke ibuan namun cerdas, tegas dan mempunyai kharisma yang kuat untuk tampil menjadi pemimpin di DKI Jakarta.

Alumni Universitas Indonesia yang kini juga terpilih sebagai anggota DPR RI (2) periode secara berturut - turut ini menunjukkan bahwa beliau benar - benar mampu mengemban amanah dari rakyat hingga beliau dipilih kembali sebagai wakil rakyat yang tentunya telah di anggap selama ini beliau mampu menyuarakan apa yang menjadi keinginan dari masyarakat tandasnya.

DR.H.Marhaban Sigalingging yang juga salah satu pengusaha sukses dari Kota Bekasi ini juga menambahkan kenapa musti PUTI - UNO ? Karena kedua sosok tersebut merupakan paduan yang pas dan tepat bisa saling melengkapi. Yang satu berlatar belakang trah Soekarno yang terjun di dunia politik, dan yang satu berlatar belakang dari seorang pengusaha sukses yang juga masuk kedalam dunia politik.

Relawan Wong Cilik terlahir bukan karena ada maksud - maksud tertentu atau karena di suruh oleh pihak lain untuk sekedar meramaikan nuansa pilgub di DKI Jakarta dan lain sebagainya, namun Relawan Wong Cilik benar - benar terlahir dari sebuah keinginan yang kuat dari kami untuk adanya sebuah perubahan kepemimpinan di DKI Jakarta yang semata - mata demi kesejahteraan rakyat khusus nya masyarakat DKI Jakarta, yang di amini oleh Sekretaris Relawan Wong Cilik "Alex Suherman".

Percuma ada perubahan dimana -  mana, namun dari hasil penggusuran dimana - mana tanpa adanya sebuah kemufakatan antara pihak yang digusur dengan pihak yang menggusur. Percuma bertindak tegas namun ucapan nya selalu menyakiti pihak lain yang di anggapnya bersalah tanpa mempedulikan hak orang lain dengan mengesampingkan praduga tidak bersalah tandas Alex Suherman.

DR.H.Marhaban Sigalingging juga menambahkan sangat tidak pantas seorang calon kepala daerah dalam hal ini seorang calon Gubernur (petahana) yang dari ucapan nya selalu plin plan pagi kacang sore kedelai, pagi tahu sore tempe seperti yang sering kita tau rame diberitakan di berbagai media cetak, elektronik maupun di media sosial selama ini.

Semula mengatakan tidak akan memakai kendaraan politik karena mahal maharnya, ternyata memakai partai politik sebagai pengusung dan pendukungnya. Relawan yang mengklaim telah mampu mengumpulkan 1 juta KTP ahirnya dijadikan hanya sebagai penggembira.

Belum lagi ucapan nya terkait dengan Kota Surabaya yang menyebabkan Walikota Surabaya ibu Risma dan masyarakat Surabaya tersinggung atas ucapan nya dan lain sebagainya. Itu menunjukkan sebuah kepemimpinan yang tidak konsekwen dan konsisten atas apa yang dilakukan dan di ucapkan nya.

Oleh karenanya mari kita usung dan kita dukung pasangan "PUTI - UNO" untuk bisa memimpin DKI Jakarta demi menuju Jakarta yang lebih baik namun juga tetap SANTUN dan Juga BERMARTABAT pungkasnya. (Imn).

"BAGUNA" PDI Perjuangan Jalin Kerja Sama Strategis Dengan BASARNAS dan BMKG.

IMN News, Jakarta - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menilai Badan SAR Nasional (Basarnas) dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) punya peranan besar dan strategis karena bersentuhan langsung dengan kemanusiaan. Maka, kedua lembaga itu harus bisa mensosialisasikan bagaimana gejala-gejala alam yang berkaitan dengan kehidupan langsung masyarakat.

Kepada BMKG, Megawati memberikan pesan agar lembaga yang dipimpin Andi Eka Sakya itu bisa mensosialisasikan ke para nelayan dan petani sehingga mereka punya ketepatan waktu kapan menanam dan kapan melaut.

Sementara itu, kepada Basarnas yang dipimpin Marsekal Madya TNI FHB Soelistyo, Megawati berpesan agar sosialisai mengenai bagaimana mendeteksi dan meningkatkan insting suatu bencana bisa benar-benar sampai di masyarakat paling bawah, khususnya di daerah rawan bencana.

Demikian disampaikan Megawati dalam sambutan acara Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerjasama DPP PDI Perjuangan, Basarnas, BMKG, dan Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan, di Kantor Basarnas, Jakarta, Selasa (24/8/2016).

"Dua lembaga ini (BMKG dan Basarnas) pegang peranan yang sangat besar. Jadi BMKG, harus sudah sampai tingkat nelayan dan petani, yang sekarang banyak mengeluh. Soal kapan menanam yang tepat, petani tahu eggak apa itu BMKG? BMKG nyampe apa enggak ke petani. Begitu juga peran Basarnas, bagaimana membuat rakyat kita instingnya bisa lebih unggul dari hewan dalam mengantisipasi bencana," kata Megawati.

Megawati kemudian menceritakan pengalamannya saat tiga hari paska stunami di Aceh dirinya yang sudah di Aceh melihat bagaimana justru banyak hewan yang terlebih dahulu naik ke bukit-bukit sebelum terjadinya tsunami. Hal itu menunjukkan bahwa hewan punya insting yang baik dalam mengenali gejala-gejala alam.

"Saya ingatkan, pengetahuan itu wajib disosialisasikan ke rakyat, soal bagaimana mengantisipasi bencana, kalau kita semua berdiam diri apa yang akan terjadi di kemudian hari," tukas Presiden ke-5 Indonesia ini.

Megawati mengungkapkan, Indonesia adalah negara terbesar kepulauan di dunia. Mengutip apa yang pernah dikatakan mantan Wapres Amerika Serikat, Al Gore, kalau tidak dilakukan antisipasi dan dijaga, maka akan banyak negara yang tenggelam.

"Jadi negara-negara Pasifik itu banyak yang mengeluh, karena pulaunya mulai mengecil akibat tertutupi air laut. Nah, ini harus diantisipasi dengan baik, saya minta, anak-anak saya di Baguna untuk diajari (penanggulangan dan antisipasi bencana), karena alhamdulillah, sangat terasa di lapangan peranan Baguna selama ini," beber Megawati.

Dalam kesempatan tersebut, Megawati juga menyampaikan bahwa salah satu kendala besar Republik Indonesia yang secara geopolitik disebut negara terbesar kepulauan di dunia justru penduduknya, sebagian besar tidak berenang.

"Itu suatu hal yang ironis. Harusnya kita pintar berenang karena lautan kita lebih luas dari tanahnya," tukasnya.

Dalam konteks itulah, peran Basarnas, Baguna, yang siap terjun langsung dalam penanganan bencana begitu penting. Untuk itu juga, Megawati meminta ke depan Basarnas dan BMKG memberikan pelatihan secara profesional kepada Baguna PDI Perjuangan.

"Saya minta anak-anak saya di Baguna diajari, karena manfaatnya sangat berguna di lapangan. Ketika saya menggagas adanya Baguna PDI Perjuangan banyak yang heran, skeptis, dan penuh tanda tanya. 'Partai kan berbicara kekuasaan, mengapa Partai harus bersusah payah mengurus Bencana?' Bencana merupakan tanggung jawab kita bersama. Lebih-lebih Indonesia yang daerah-daerahnya rawan bencana," beber Megawati.

Sebelum penandatanganan MoU, Megawati didampingi Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI FHB Soelistyo memantau peralatan dan sistem yang dioperasikan Basarnas. Bahkan, Megawati juga diberikan kesempatan untuk berdialog langsung melalui teleconference dengan para petugas Basarnas di, Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Dalam dialog tersebut, Megawati menanyakan bagaimana penanganan dan pemantauan gempa yang terjadi di Flores. Di ujung sana, petugas Basarnas menyampaikan bahwa gempa kecil tersebut tidak memakan korban, baik jiwa maupun kerusakan. Mendengar jawaban itu, Megawati tetap meminta agar mereka waspada karena kebiasaan selalu ada gempa susulan.

Sekretaris Baguna PDIP Vian Feoh mengatakan setelah MoU ini, Baguna PDI Perjuangan dan Basarnas akan langsung menindaklanjuti dengan pelatihan potensi SAR.

"Rencananya pelatihan akan dilakukan pada bulan September di Makasar, Sulawesi Selatan," ucap Vian.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI FHB Soelistyo dalam sambutannya mengatakan, dalam MoU dengan PDI Perjuangan lingkup yang disepakati antara lain pendidikan dan pelatihan SAR, latihan operasi SAR, dan pelaksanaan operasi SAR.

"Nota kesepahaman antara Basarnas dan PDI Perjuangan ini merupakan tindak lanjut serta amanah UU No 29/2014 tentang Pencarian dan Pertolongan. Di dalamnya disebutkan bahwa potensi SAR adalah sumber daya manusia (SDM), sarana dan prasarana, informasi dan teknologi, serta hewan selain Basarnas yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan penyelenggaraan operasi pencarian dan pertolongan diharapkan dapat berperan serta dalam pelaksanaan operasi SAR," katanya.

"Sebagaimana diketahui bersama, bahwa tugas mencari dan menolong manusia merupakan tanggung jawab bersama, maka sudah semestinya apabila seluruh elemen masyarakat, tidak hanya Basarnas, tetapi juga potensi SAR baik itu TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan, termasuk PDI Perjuangan juga memiliki tanggung jawab yang sama yang sama untuk melaksanakan tugas-tugas pencarian dan pertolongan," jelasnya. (Imn-Inco).

"BAGUNA" PDI Perjuangan Jalin Kerja Sama Strategis Dengan Basarnas Dan BMKG.

IMN News, Jakarta - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menilai Badan SAR Nasional (Basarnas) dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) punya peranan besar dan strategis karena bersentuhan langsung dengan kemanusiaan. Maka, kedua lembaga itu harus bisa mensosialisasikan bagaimana gejala-gejala alam yang berkaitan dengan kehidupan langsung masyarakat.

Kepada BMKG, Megawati memberikan pesan agar lembaga yang dipimpin Andi Eka Sakya itu bisa mensosialisasikan ke para nelayan dan petani sehingga mereka punya ketepatan waktu kapan menanam dan kapan melaut.

Sementara itu, kepada Basarnas yang dipimpin Marsekal Madya TNI FHB Soelistyo, Megawati berpesan agar sosialisai mengenai bagaimana mendeteksi dan meningkatkan insting suatu bencana bisa benar-benar sampai di masyarakat paling bawah, khususnya di daerah rawan bencana.

Demikian disampaikan Megawati dalam sambutan acara Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerjasama DPP PDI Perjuangan, Basarnas, BMKG, dan Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan, di Kantor Basarnas, Jakarta, Selasa (24/8/2016).

"Dua lembaga ini (BMKG dan Basarnas) pegang peranan yang sangat besar. Jadi BMKG, harus sudah sampai tingkat nelayan dan petani, yang sekarang banyak mengeluh. Soal kapan menanam yang tepat, petani tahu eggak apa itu BMKG? BMKG nyampe apa enggak ke petani. Begitu juga peran Basarnas, bagaimana membuat rakyat kita instingnya bisa lebih unggul dari hewan dalam mengantisipasi bencana," kata Megawati.

Megawati kemudian menceritakan pengalamannya saat tiga hari paska stunami di Aceh dirinya yang sudah di Aceh melihat bagaimana justru banyak hewan yang terlebih dahulu naik ke bukit-bukit sebelum terjadinya tsunami. Hal itu menunjukkan bahwa hewan punya insting yang baik dalam mengenali gejala-gejala alam.

"Saya ingatkan, pengetahuan itu wajib disosialisasikan ke rakyat, soal bagaimana mengantisipasi bencana, kalau kita semua berdiam diri apa yang akan terjadi di kemudian hari," tukas Presiden ke-5 Indonesia ini.

Megawati mengungkapkan, Indonesia adalah negara terbesar kepulauan di dunia. Mengutip apa yang pernah dikatakan mantan Wapres Amerika Serikat, Al Gore, kalau tidak dilakukan antisipasi dan dijaga, maka akan banyak negara yang tenggelam.

"Jadi negara-negara Pasifik itu banyak yang mengeluh, karena pulaunya mulai mengecil akibat tertutupi air laut. Nah, ini harus diantisipasi dengan baik, saya minta, anak-anak saya di Baguna untuk diajari (penanggulangan dan antisipasi bencana), karena alhamdulillah, sangat terasa di lapangan peranan Baguna selama ini," beber Megawati.

Dalam kesempatan tersebut, Megawati juga menyampaikan bahwa salah satu kendala besar Republik Indonesia yang secara geopolitik disebut negara terbesar kepulauan di dunia justru penduduknya, sebagian besar tidak berenang.

"Itu suatu hal yang ironis. Harusnya kita pintar berenang karena lautan kita lebih luas dari tanahnya," tukasnya.

Dalam konteks itulah, peran Basarnas, Baguna, yang siap terjun langsung dalam penanganan bencana begitu penting. Untuk itu juga, Megawati meminta ke depan Basarnas dan BMKG memberikan pelatihan secara profesional kepada Baguna PDI Perjuangan.

"Saya minta anak-anak saya di Baguna diajari, karena manfaatnya sangat berguna di lapangan. Ketika saya menggagas adanya Baguna PDI Perjuangan banyak yang heran, skeptis, dan penuh tanda tanya. 'Partai kan berbicara kekuasaan, mengapa Partai harus bersusah payah mengurus Bencana?' Bencana merupakan tanggung jawab kita bersama. Lebih-lebih Indonesia yang daerah-daerahnya rawan bencana," beber Megawati.

Sebelum penandatanganan MoU, Megawati didampingi Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI FHB Soelistyo memantau peralatan dan sistem yang dioperasikan Basarnas. Bahkan, Megawati juga diberikan kesempatan untuk berdialog langsung melalui teleconference dengan para petugas Basarnas di, Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Dalam dialog tersebut, Megawati menanyakan bagaimana penanganan dan pemantauan gempa yang terjadi di Flores. Di ujung sana, petugas Basarnas menyampaikan bahwa gempa kecil tersebut tidak memakan korban, baik jiwa maupun kerusakan. Mendengar jawaban itu, Megawati tetap meminta agar mereka waspada karena kebiasaan selalu ada gempa susulan.

Sekretaris Baguna PDIP Vian Feoh mengatakan setelah MoU ini, Baguna PDI Perjuangan dan Basarnas akan langsung menindaklanjuti dengan pelatihan potensi SAR.

"Rencananya pelatihan akan dilakukan pada bulan September di Makasar, Sulawesi Selatan," ucap Vian.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI FHB Soelistyo dalam sambutannya mengatakan, dalam MoU dengan PDI Perjuangan lingkup yang disepakati antara lain pendidikan dan pelatihan SAR, latihan operasi SAR, dan pelaksanaan operasi SAR.

"Nota kesepahaman antara Basarnas dan PDI Perjuangan ini merupakan tindak lanjut serta amanah UU No 29/2014 tentang Pencarian dan Pertolongan. Di dalamnya disebutkan bahwa potensi SAR adalah sumber daya manusia (SDM), sarana dan prasarana, informasi dan teknologi, serta hewan selain Basarnas yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan penyelenggaraan operasi pencarian dan pertolongan diharapkan dapat berperan serta dalam pelaksanaan operasi SAR," katanya.

"Sebagaimana diketahui bersama, bahwa tugas mencari dan menolong manusia merupakan tanggung jawab bersama, maka sudah semestinya apabila seluruh elemen masyarakat, tidak hanya Basarnas, tetapi juga potensi SAR baik itu TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan, termasuk PDI Perjuangan juga memiliki tanggung jawab yang sama yang sama untuk melaksanakan tugas-tugas pencarian dan pertolongan," jelasnya. (Imn - Incom)