Tampilkan postingan dengan label PILKADA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PILKADA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 September 2016

PDI Perjuangan Usung 101 Calon Kepala Daerah di Pilkada 2017.

IMN News, Surabaya - PDI Perjuangan sudah mengumumkan pasangan calon yang akan diusung pada pilkada serentak 2017. Total ada 101 pilkada yang akan digelar tahun depan, termasuk 7 provinsi.

PDI Perjuangan tidak menyebut seluruh pasangan yang akan diusungnya pada pengumuman malam tadi di Kantor DPP PDI Perjuangan. Setidaknya yang mendapat sorotan dalam pengumuman yang disampaikan oleh Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, yakni pasangan untuk Pilgub DKI Jakarta yakni Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dan cagub untuk Pilgub Banten, Rano Karno.

“Seluruh dokumen telah kami persiapkan. Inilah makna keserentakan di dalam pilkada serentak tersebut. Karena itu semua daerah bagi PDI Perjuangan penting, tidak ada yang tidak penting. Dari Aceh sampai Papua terbentang bagai zamrud khatulistiwa, mengandung harapan kebesaran untuk Indonesia yang lebih baik,” ungkap Hasto saat mengumumkan pasangan calon di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (20/9/2016) malam.(Imn-Pdip Jbr)

Minggu, 18 September 2016

TB.Hasanudin : Kalau Ada Anggota DPRD F-PDIP Bekasi Yang Tidak Bekerja Dukung Meilina Kadir Saya PAW.

IMN News, Bekasi - Tiga partai, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Bulan Bintang (PBB), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bergabung bersama Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), mengusung Meilina Kartika Kadir-Abdul Kholik ‘Menarik’ pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bekasi 2017.

“Ketua Umum Bu Megawati Soekarno Putri telah memutuskan Meilina dan Abdul Kholik maju. Tidak ada lagi apapun dan siapapun yang mendiskusikan di belakang ketika Ketua Umum sudah menunjuk.

Semua wajib mendukung,” kata Ketua DPD PDIP Jawa Barat Tubagus Hasanudin.
Diungkapkan Tubagus, pasangan ini diutuskan untuk meraih kemenangan.

Untuk itu seluruh kader wajib mendukungnya, termasuk mereka yang duduk di legislatif.
“Saya minta seluruh DPRD, saya ingatkan, kalau menang saya ucapkan terimakasih. Kalau kalah saya investigasi.

Kalau ternyata ada yang tidak bekerja, saya bisa PAW,” kata dia. PDIP_JABAR

Sabtu, 17 September 2016

Dr.Ir.H.Agus Supriyanto.AT.MM.dari Jepara Calon Wakil Walikota Depok Terkaya di 2010.

Badrul Kamal - Ir.H.Agus Supriyanto AT,MM.Terkaya, Gagah-Derry Termiskin.

RMOL. Jelang Pilkada, 16 Oktober 2010 mendatang, keempat pasangan calon Walikota-Wakil Walikota Depok diketahui telah melaporkan daftar kekayaannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Keempat pasangan calon Walikota-Wakil Walikota dimaksud, antara lain Gagah Sunu Sumantri-Derry Drajat (pasangan nomor urut 1), Yuyun Wirasaputra-Pradi Supriatna (pasangan nomor urut 2), Nur Mahmudi Ismail-Idris Abdul Shomad (pasangan nomor urut 3) dan Badrul Kamal-Agus Supriyanto (pasangan nomor urut 4).

Berdasarkan Surat dari KPK Republik Indonesia (RI), Tertanggal 30 Agustus 2010 perihal pengumuman harta kekayaan calon kepala daerah, maka diketahui kekayaan dari masing-masing calon Walikota-Wakil Walikota Depok (meliputi harta bergerak dan tidak bergerak) adalah sebagai berikut:

Calon Walikota Nomor Urut 1: Drs. H. Gagah Sunu Sumantri, M.Pd: Rp. 1.646.262.972,- atau Rp. 1,646 miliar. Sementara untuk calon Wakil Walikota Nomor Urut 1: Derry Drajat: Rp. 748.910.403,- atau Rp. 749 juta.

Untuk calon Walikota nomor urut dua, Drs. H. Yuyun Wirasaputra: Rp. 2.516.354.757,- atau Rp. 2,516 miliar. Sementara untuk pasangan Wakil Walikotanya, Pradi Supriyatna: Rp. 6.335.652.303,- atau Rp 6,336 miliar.

Calon Walikota Nomor Urut 3, DR. Ir. H. Nur Mahmudi Ismail, M.Sc daftar kekayaannya: Rp. 3.853.454.626,- atau Rp. 3,853 miliar. Untuk calon Wakil Walikotanya, DR. Mohammad Idris, MA: Rp. 691.903.000,- + USD 141: Rp. 693 juta.

Calon Walikota nomor urut empat, Drs. H. Badrul Kamal, MM: Rp. 3.585.360.153,- atau Rp. 3,585 miliar. Dan Pasangannya, Ir. H. Agus Supriyanto, AT, MM: Rp. 7.572.606.241,- atau Rp. 7,573 miliar.

Kepada Rakyat Merdeka Online, Pj. Divisi Teknis Penyelenggara KPU Kota Depok, Impi Khani Badjuri mengungkapkan bahwa pengumuman harta kekayaan pasangan calon kepala daerah ini tidak meliputi dana kampanye pasangan calon.

"Ya, dengan dilaporkannya kekayaan calon dimaksud, maka masyarakat bisa memantau kekayaan calon setelah terpilih nanti", ujar Impi. [arp]

Senin, 14 Desember 2015

PDIP Menguasai Pilkada 9 Desember 2015, Golkar Anjlok.

Info Media Nasional News - Pemilihan kepala daerah (pilkada) di 269 daerah telah dilakukan pada 9 Desember 2015 lalu. Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPRR), dari 208 daerah pilkada, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjadi partai politik dengan daerah kemenangan terbanyak, yaitu 105 daerah. 

Gerindra menyusul dengan 87 daerah, NasDem 85 daerah, dan PAN 80 daerah. Lalu PKS dengan 75 daerah, Demokrat 68 daerah, dan PKB 65 daerah. Selanjutnya adalah Hanura dengan 63 daerah, Golkar 49 daerah, PBB 32 daerah, PKPI 31 daerah, serta PPP 28 daerah.

Namun jumlah kemenangan yang diraih oleh masing-masing parpol tersebut tak selalu beriringan dengan jumlah pasangan calon yang diajukan. Total terdapat 630 pasangan calon dalam pilkada yang digelar beberapa waktu lalu. 

PDIP memimpin dengan total dukungan sebesar 244 pasangan. Kemudian diikuti Gerindra dengan 211 pasangan, Demokrat 205 pasangan, NasDem 199 pasangan, dan PAN 195 pasangan. Selanjutnya Hanura 187 pasangan, PKB 174 pasangan, PKS 162 pasangan, Golkar 116 pasangan, PKPI 90 pasangan, PBB 78 pasangan, dan PPP 70 pasangan.

Koordinator Nasional JPPR Masykurudin Hafidz mengatakan, kajian tersebut dilakukan untuk melakukan pemetaan terhadap potensi kemenangan pasangan calon berdasarkan dukungan dan koalisi partai politik. Adapun sumber data yang digunakan dalam kajian tersebut merupakan hasil olahan dari rekapitulasi formulir C1 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Kamis, 10 Desember 2015

Olly Dondokambey (PDIP) Memenangkan Pilgub Sulut


Cagub Olly Dondokambey (kiri) dan cawagub Steven Kandouw dalam Pilkada Sulawesi Utara.
Cagub Olly Dondokambey (kiri) dan cawagub StevenKandouw dalam Pilkada Sulawesi Utara. (Istimewa)
Info Media Nasional News,Manado - Pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Nomor Urut 1, Olly Dondokambey dan Steven Kandouw (Olly - Steven) yang diusung PDI Perjuangan unggul sementara dalam rekapitulasi suara di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) pada pilkada gubernur dan wakil gubernur Sulut, Rabu (9/12).
Di tiga TPS di Kelurahan Mahakeret Barat Manado, Olly - Steven jauh mengungguli pasangan calon (paslon) lainnya yaitu paslon nomor urut 2 yang diusung Partai Demokrat dan Gerindra, Maya Rumantir - Glenny Kairupan (Maya - Glenny) dan nomor urut 3 yang diusung Partai Golkar dan PKS, Benny Mamoto dan David Bobihoe.
Di TPS 6 Kelurahan Mahakeret Barat Manado, Olly-Steven meraup 143 suara, Maya-Glenny 38, dan Benny - David 49, TPS 7 : Olly-Steven 139, Maya-Glenny 41, Benny - David 49, dan TPS 8 Olly-Steven 97, Maya-Glenny 60, Benny-David 12.
Di Kabupaten Minahasa, di TPS 1 Desa Talikuran Kecamatan Kakas, Minahasa, Olly - Steven meraup suara 205, Maya-Glenny 60, Benny-David 12., sedangkan di TPS 1 Desa Pinili Minahasa Utara : Olly-Steven 221, Maya-Glenny 73, Benny - David 139, TPS 2 : Olly-Steven 228, Maya-Glenny 73, Benny - David 139.
Menanggapi hasil sementara itu, cagub Olly Dondokambey menyampaikan terima kasih atas kepercayaan masyarakat Sulut .
Namun demikian, dirinya berharap para pendukungnya dapat menahan diri untuk merayakan kemenangan hingga hasil rekapitulasi KPU Provinsi.
"Kemenangan ini adalah kemenangan masyarakat Sulut. Terima kasih masyarakat Sulut. Marilah kita bersabar menunggu hasil rekapitulasi resmi dari penyelenggara pilkada yaitu KPU Provinsi. Mari kita jaga stabilitas keamanan, kerukunan dan perdamaian di daerah yang kita cintai ini. Torang samua basudara (kita semua bersaudara)," kata Olly di Manado, Rabu sore.
Sementara itu, Penjabat Gubernur Sulut, Soni Sumarsono terus memantau pelaksanaan pilkada dengan meninjau langsung sejumlah TPS di Manado dan sekitarnya.
Soni yang didampingi Forkorpimda Sulut mengapresiasi antusias masyarakat untuk menyalurkan hak pilih mereka.
"Masyarakat Sulut sudah menentukan pilihan mereka untuk memilih pemimpin yang terbaik bagi daerah dan masyarakat," katanya.
Hal yang sama juga dilakukan oleh Penjabat Walikota Manado, Royke Roring yang memonitor perkembangan penghitungan suara di TPS-TPS di kota Manado.
"Sejauh ini tidak ada kendala yang berarti. Semuanya berjalan lancar,"tambahnya

HORAS !!! PDI-P Kembali Berjaya di Sumatra Utara

Info Media Nasional News,Medan - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengklaim memenangkan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di 14 dari 21 kabupaten maupun kota di Sumatera Utara.
"Kemenangan ini berdasarkan hasil penghitungan cepat yang dilakukan PDIP. Penghitungan ini pun belum secara keseluruhan, dan masih banyak suara yang belum masuk," ujar Sekretaris PDIP Soetarto di Medan, Rabu (9/12).
Soetarto mengatakan, dari 21 kabupaten maupun kota yang menyelenggarakan pilkada serentak tersebut, dua di antaranya yakni, Kabupaten Simalungun dan Kota Pematang Siantar, terjadi penundaan pilkada tersebut.
"Berdasarkan data sementara, perbandingan suara yang diperoleh pasangan didukung PDIP jauh berada teratas dibanding dengan pasangan lain. Data yang masuk memang belum seratus persen. Namun, suara yang belum dihitung itu merupakan basis PDIP," ujarnya.
Daerah yang dimenangkan PDIP dalam mendukung pasangan calon pilkada adalah Medan 69 persen, Samosir 70 persen, Sibolga 53 Persen, Tapanuli Selatan 55 persen, Mandailing Natal (Madina) 65 persen, Asahan 95 persen.
Kemudian Pakpak Barat 69 persen, Nias Selatan (Nisel) 57 persen, Nias 71 persen, Nias Barat 65 persen, Gunung Sitoli 51 persen, Toba Samosir 45, Nias Utara 54 persen dan Humbahas.

PDI Perjuangan Merajai Kemenangan di 14 Kota / Kabupaten di Jawa Tengah.

Info Media Nasional News,Semarang - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengklaim telah memenangi 14 dari 21 pemilihan kepala daerah yang dilaksanakan secara serentak di Provinsi Jawa Tengah pada 9 Desember 2015.

"Dari 15 daerah yang ditargetkan menang oleh DPP, kami berhasil memenangkan 14 pasangan calon pilkada yang kami usung bersama partai lain," kata Ketua Desk Pilkada PDIP Jawa Tengah Agustina Wilujeng di Semarang, Rabu (9/12).

Ke-14 pilkada yang dimenangi oleh kandidat dari PDIP yang berkoalisi dengan sejumlah partai politik lainnya adalah Kota Semarang, Kota Magelang, Kota Pekalongan, Kota Surakarta, Kabupaten Semarang, Demak, Grobogan, Wonogiri, Boyolali, Klaten, Purbalingga, Pekalongan, Pemalang, dan Sukoharjo.

"Target kemenangan pilkada di Kabupaten Kendal ternyata meleset dan akan kami menganalisisnya, sedangkan perolehan suara fantatis terjadi di Sukoharjo, di mana pasangan calon Wardoyo Wijaya-Purwadi memperoleh 85,26 persen suara," ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa hasil perolehan suara kandidat yang diusung PDIP itu berdasarkan laporan pengurus tiap DPC di daerah-daerah yang menyelenggarakan pilkada serentak.

"Saya belum bisa menyebutkan jumlah perolehan suara kandidat yang kami usung, karena belum semua data dari DPC masuk" ujarnya.

Ke-21 kabupaten/kota di Jateng yang telah menyelenggarakan pilkada secara serentak pada 9 Desember 2015 adalah Kota Pekalongan, Kota Semarang, Kabupaten Rembang, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Kebumen, Kota Surakarta, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Kendal.

Kemudian, Kota Magelang, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Semarang, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Klaten, dan Kabupaten Blora.

Selanjutnya, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Sragen, Kabupaten Demak, Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Pemalang. 

GOLKAR Babak Belur Menghadapi PDI Perjuangan di Pilkada Bali.


Suasana di salah satu TPS di Denpasar, Bali, dalam pilkada serentak, Rabu 9 Desember 2015.
Suasana di salah satu TPS di Denpasar, Bali, dalam pilkada serentak, Rabu 9 Desember 2015. (SP/Nyoman Mardika)
Info Media Nasional News,Denpasar - Perolehan sementara hasil perhitungan cepat di Bali mulai kelihatan. Dari enam kabupaten di Bali, PDIP berhasil memenangkan jagonya di empat kabupaten ditambah satu kota, sedangkan satu lagi kabupaten direbut Partai Nasdem yang bergabung sama Hanura.
Kemenangan PDIP di empat kabupaten yakni Kabupaten Tabanan, Jembrana, Badung, Kabupaten Bangli dan Kota Denpasar. PDIP sebenarnya berpotensi menyapu bersih karena jagonya yang mestinya dicalonkan di kabupaten Karangasem dilepas dan diambil Partai Nasdem dan Hanura yang justru berhasil memenangkan Pilkada Kabupaten Karangasem.
Sebaliknya kondisi terpuruk dialami partai Golkar karena tidak satupun jagonya berhasil merebut posisi Bupati termasuk di daerah yang mereka jadikan basis. Karangasem yang menjadi basis Golkar akhirnya tumbang. Satu-satunya kabupaten yang dimenangkan Partai Beringin itu adalah Badung, itupun karena berkoalisi dengan PDIP dan hanya menempati posisi wakil bupati.
Dari hasil perolehan sementara, Karangasem, pasangan nomor urut satu yakni I Wayan Sudirta dan Made Sumiati yang diusung oleh PDIP meraih suara 72.000 suara. Nomor urut dua yakni I Gusti Ayu Mas Sumatri-I Wayan Arta Dipta yang diusung oleh Koalisi Karangasem Hebat (KKH) yang terdiri dari Nasdem, Hanura, PKPI, dan Demokrat berhasil merai suara tertinggi yakni 95.000 suara. Sementara di urutan terakhir diraih oleh Made Sukerana-Komang Kisid dari Golkar yakni hanya meraih 65.000 suara.
Sementara Kabupaten Badung kemenangan diraih oleh pasangan dari PDIP yakni Nyoman Giri Prasta-Ketut Suiasa dengan perolehan suara mencapai 60,31%. Sementara lawannya yakni Made Sudiana-Nyoman Sutrisno hanya meraih 39,86%. Untuk Kabupaten Jemberana PDIP mampu meraih 61%, sementara lawannya hanya mencapai 39%.
Kemenangan yang paling signifikan dan telak juga diraih PDIP di Kota Denpasar menjadi basis PDIP. Di Ibu Kota Provinsi Bali ini pasangan PDIP yang merupakan pasangan petahanan Rai Mantra/Jaya Negara mampu meraih suara 82 persen.
Sementara sisanya suara dibagi untuk dua paket lainnya yakni Made Arjaya-AA Ayu Rai Sunasri dan paket lainya dari Gerindra dan Hanura.
Untuk Kabupaten Tabanan, putri mantan Bupati Tabanan Nyoman Adi Wiryatama yakni Eka Wiryastuti menang telak sebanyak 68% dan sisanya dikantongi lawannya Wayan Sarjana yang sebelumnya merupakan Sekretaris DPC Tabanan.
Sedangkan di Kabupaten Bangli calon asal PDIP petahana Made Gianyar unggul dengan paket dari Golkar dan Demokrat yakni Ida Bagus Brahmaputera-Ketut Ridet. Made Gianyar meraih 52 persen suara dan sisanya diraih oleh Brahmaputera-Ridet.
I Nyoman Mardika/Imn.

Rabu, 09 Desember 2015

DPC PDI-P Indramayu, Berdasarkan Hasil C1 Pasangan TORA Memenangkan Pilkada Indramayu

Info Media Nasional News, Indramayu - Pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Indramayu, Toto Sucartono-Rasta Wiguna mengumumkan hasil real count pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) Indramayu 2015, di DPC PDI Perjuangan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Rabu (09/12).
Ketua DPC PDI Perjuangan Indramayu, Ruslandi didampingi pasangan nomor urut 2, Toto Sucartono-Rasta Wiguna dan kader PDI Perjuangan, Ono Surono mengatakan kemenangan pasangan, TORA mencapai 53,47 persen yang berbeda selisih sedikit dari pasangan nomor urut 1, Anna Sophanah-Supendi sebesar 46,53 persen.
“Itu dari prosentase suara yang masuk sekitar 82,70 persen,” kata Ruslandi.
Dia mengungkapkan data tersebut didapatkan dari Kecamatan di masing-masing Dapil yang diperoleh dari formulir C1 dan saksi.
“Untuk suara-suara kemenangan kami, ada di beberapa Kecamatan antara lain Kecamatan Tukdana, Kertasmaya, Kandanghaur, Losarang, Jatibarang, Indramayu, Cantigi, Sindang dan Kecamatan lainnya. Kami menghimbau kepada kader kami agar mengamankan formulir C1 dan mendokumentasikannya untuk mengantisipasi apabila terjadi sengketa pilkada,” tandasnya. (Dwi Ayu)

Hasil Sementara Pilkada Serentak Jawa Barat Suara PDI-P JEBLOK !

Info Media Nasional News, Bekasi – Warga di tujuh kota dan kabupaten di Jawa Barat mengikuti Pilkada serentak 2015.
Pilkada serentak Jabar 2015 ini diikuti Kota Depok, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung, Kabupaten Karawang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Pangandaran.
Seharusnya, Kabupaten Tasikmalaya juga turut berpesta dalam Pilkada serentak Jawa Barat 2015 ini. Namun, dinyatakan gagal dan ditunda pemilihan kepala daerahnya, dikarenakan tidka memenuhi syarat yakni hanya diikuti oleh satu pasangan calon. Hal ini sesuai keputusan KPU Nomor 12 Tahun 2015.
Berikut Hasil Perolehan Suara Pilkada Serentak di Jawa Barat
Versi Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dan Cyrus 
Hasil Perolehan Suara Pilkada Depok
1. Dimas Oky Nugroho-Babai Suhaimi 39,18%
2. Idris Abdul Shomad- Pradi Supriatna 60,82%
Sumber: Cyrus (Data TPS Masuk 100%)
Hasil Perolehan Suara Pilkada Kabupaten Bandung
1. Sofyan Yahya – Agus Yasmin 25,83%
2. Dadang M Naser – Gungun Gunawan 63,31%
3. Decky Fajar-Doni Mulyana Kurnia 10%
Hasil Perolehan Suara Pilkada Kabupaten Karawang
1. Nace Permana dan Yeni 2,23%
2. Akhmad Marjuki-TB Dedy Suwandi Gumelar 18,61%
3. Cellica Nurrachadiana-Ahmad Zamakhsari 50,65%
4. Daday Hudaya-Edy Yusuf  7,93%
5. Nanan Taryana-Asep Gustian 0,89%
6. Saan Mustopa-Iman Soemantri 19,69%
Sumber: Cyrus; Data masuk 100 persen
Hasil Perolehan Suara Pilkada Kabupaten Indramayu
1. Hj. Anna Sophana-H. Supendi 55.13%
2. Toto Sucartono-Rasta Wiguna 44.87%
*Sumber: LSI; Data Masuk 100%
Hasil Perolehan Suara Pilkada Kabupaten Sukabumi
1. Totong Suparman-Murtadho Tafrihan 23,0%
2. Marwan Hamami-Adjo Sardjono 50,5%
3. Ahmad Jajuli-Iman Adinugraha 58,73%
Hasil Perolehan Suara Pilkada Kabupaten Cianjur
1. Deni Sunarya-dr Zaini Hamzah 5,27%
2. Irvan Rivalno Mochtar-Herman Suherman 49,26%
3. dr Suranto-Aldwin Rahadian 45,48%
Sumber: Cyrus, TPS masuk 100%
Hasil Perolehan Suara Pilkada Kabupaten Pangandaran
1. Ino Darsono-Erwin M Thamrin 31,14%
2. Azizah Talita Dewi-Sulaksana 9,89%
3. Jeje Wiradinata- Adang Hadari 58,97%
Suara Masuk 96,43%


Update Pukul 19.40 WIB

Selasa, 17 November 2015

Risa Mariska Politisi PDI Perjuangan Tiada Lelah Mendampingi Dimas Oki Blusukan Menyapa Warga Depok.

Info Media Nasional News – Depok, Minimnya anggaran sosialisasi dalm pilkada serentak di kota Depok, membuat Calon Wali Kota Depok Dimas Oky Nugroho memilih untuk melakukan kunjungan langsung atau populer dengan mana “Blusukan” ke setiap wilayah di Depok.
Didampingi Politisi dari PDI Perjuangan sekaligus Anggota DPR RI dari dapil Kota Bekasi dan Depok, Dimas mengaku kerap kali dalan kegiatan Blusukannya ia menginap di rumah warga bahkan di mesjid-mesjid demi berkenalan dan berbincang langsung dengan warga selain untuk menghemat biaya dalam bersosialisasi.
“Saya kadang menginap di rumah warga. Dari rumah ke rumah. Dari masjid ke masjid,” ujarnya di Depok..
Pria keturunan Jawa-Melayu tersebut mangaku berkenalan dengan warga (masyarakat Depok) merupakan sebuah kebanggan tersendiri, terlebih dirinya masih terbilang baru di Depok.
“Saya ketemuan dengan satu orang saja sudah senang. Kadang hadiri acara sunatan atau perkawinan,” ujarnya.
Dimas mengakui persoalan anggaran menjadi salah satu penyebab minimnya sosialisasi pilkada untuk setiap pasangan calon walikota dan wakil walikota Depok. Untuk itu dia memilih strategi “Blusukan” untuk mengenalkan diri ke publik dengan cara berbeda.
“Nanti saya akan blusukan ke wilayah transportasi publik,” ujarnya.
Dia meyakini dengan cara kampanye tatap muka yang dilakukannya bersama tim akan meraih suara signifikan dan mengaku optimistis akan memenangi pertarungan bursa orang nomor satu di Depok itu.
“Kami Optimis dan kami yakin. Nanti kami akan kampanye secara massif mendekati hari H,” ujarnya.
Seperti diketahui, Pilkada Kota Depok diikuti oleh dua pasangan calon yakni Dimas-Babai dan Muhammad Idris-Pradi Supriatna.
Dengan mengedepankan Visi Misi Kerja Keras, Kerja Cerdan Dan Kerja Ikhlas pasangan dari no urut 1 ini mengatakan meski angka pastisipasi pemilihan masih sangat minim, namun yang terpenting bagi pria berusia 37 tahun ini adalah hak demokrasi bagi setiap warga terlaksana.
“Saya suka bilang kalau pun nanti saya kalah, yang penting warga Depok punya hak berdemokrasi,” pungkasnya.
Risa Mariska membenarkan hal tersebut, sebagai kader partai dirinya siap mendampingi Dimas Oki calon Walikota Depok yang di usung oleh PDI Perjuangan didalam mensosialisasikan program - programnya demi masyarakat Depok tentunya.

Sebagai kader partai dirinya juga berupaya melaksanakan apa yang telah ditugaskan oleh pimpinan partai kepada dirinya untuk berupaya keras agar bisa memenangkan pertarungan perebutan kursi Depok 1 yang selama ini selalu menjadi miliknya partai lain (PKS red) pada 9 Desember 2015 mendatang. (Imn).
                                           Risa Mariska (Paling kanan berjilbab hitam)

Meskipun Terus Diserang Dengan Kampanye Hitam, Pasangan Dimas - Babai Semakin Terus Mendapatkan Dukungan

Info Media Nasional News - Depok, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Karimiyah KH Ahmad Damanhuri memberi dukungannya terhadap pasangan calon Wali Kota Depok Dimas Oky Nugroho-Babai Suhaimi.
"Kami siap mendukung pasangan Dimas-Babai dalam Pilkada Depok," kata Damanhuri, saat menggelar pengajian di kediamannya di Kota Depok, Selasa (17/11/2015).
Dia menilai program Dimas-Babai dapat menjadikan Depok lebih baik. Selain itu, Dimas juga tokoh muda yang bisa membawa angin perubahan.
"Depok perlu perubahan dari bidang kesehatan terutama pelayanannya yang kurang baik. Kita berharap ketika Dimas-Babai memimpin kualitas pelayanan kesehatan bisa ditingkatkan," tandasnya.
Sementara itu, pimpinan pengajian Aisyiah Sawangan Hj Setiyati Satiri juga menyatakan dukungannya kepada Dimas-Babai. Meskipun diserang kampanye hitam oleh orang tidak bertanggungjawab, hal itu tidak membuat pihaknya mengurungkan niat mendukung Dimas-Babai.
"Kita tahu banyak yang fitnah Dimas-Babai tapi kami tetap dukung karena kami tahu kelompok-kelompok itu hobi menggunakan kampanya hitam dalam kampanye," pungkasnya.

Rabu, 03 Juli 2013

Komisi Pemilihan Umum Daerah ( KPUD ) Depok Membatalkan Hasil Pilkada Depok



Depok- Para politikus di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Depok masih belum punya pendapat yang sama menyikapi keputusan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Depok yang membatalkan hasil pilkada Depok. Konsekuensi dari putusan itu adalah tidak sahnya posisi Nur Mahmudi Ismail sebagai Wali Kota Depok.

Untuk membahas masalah ini, Ketua DPRD Kota Depok, Rintis Yanto, menggelar rapat Badan Musyawarah (Banmus) pekan depan. Rapat ini juga akan membahas pernyataan Mendagri Gamawan Fauzi yang sudah menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mencabut Surat Keputusan Pelantikan Nur Mahmudi sebagai Wali Kota Depok.

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di DPRD Depok, Muttaqin Safii, menegaskan bahwa DPRD Depok tak punya kewenangan untuk menuntut Mendagri mencopot Wali Kota.

DPRD, kata dia, hanya bisa meneruskan surat KPUD ke Kemendagri. "Ya kalaupun perlu mengirim surat, ya hanya meneruskan saja. DPRD ini sifatnya seperti kurir saja," katanya.

Politikus PKS lainnya, M Suparyono, menegaskan fraksinya tegas menolak usulan mengadakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) ulang. "Ngapain kalau buang-buang energi," kata dia.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Mad Arif, juga mengaku belum memiliki sikap resmi soal masalah ini. Hanya saja, kata dia, PDIP cenderung untuk mengikuti proses hukum seperti yang dilakukan KPUD Depok. "Tapi kami rapat internal dulu.  Kami belum bisa mengatakan sikap apa yang akan kita keluarkan nanti," kata dia.

Ketua Fraksi Partai Demokrat, Edi Sitoris, menegaskan hal serupa. "Saya rapat dulu," katanya. Sementara, pimpinan dari tiga fraksi lainnya, yaitu partai Golkar, PAN, dan Gerindra tidak dapat dihubungi.