Minggu, 31 Januari 2016

Edi Hasibuan (Kompolnas) Rekaman CCTV Terlihat Jessica Memindahkan Gelas, Tetapi Tidak Terlihat Memasukkan Sesuatu

Info Media Nasional News - Tersangka kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso, langsung diperiksa penyidik Polda Metro Jaya setelah ditangkap di Hotel Neo, Mangga Dua Square, Jakarta Utara, Sabtu 30 Januari 2016. Dalam pemeriksaan itu, penyidik menunjukkan rekaman CCTV yang diambil dari kedai Olivier, tempat Mirna minum kopi yang mengandung sianida.

Dan Jessica terlihat dalam rekaman CCTV yang ditunjukkan oleh penyidik dalam pemeriksaan tersebut. "Saya lihat, ada gerakan dia (Jessica) memindahkan gelas," kata Edi Hasibuan, Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

Edy hadir di ruang penyidikan Jessica untuk mengawasi proses pemeriksaan tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro. Dia menambahkan, dalam rekaman itu, Jessica tampak menutupi kopi Vietnam yang dipesan dengan tas miliknya. "Kopi dipindahkan ke tempatnya yang ditutupi bag‎," kata dia.
Tetapi, kata dia, dalam rekaman kamera keamanan tersebut tidak terlihat Jessica memasukkan sesuatu ke dalam gelas kopi Vietnam yang diminum Mirna itu. "Lokasi (Jessica) sangat jauh dari dari CCTV," terang Edy.

Meski begitu, dia menganggap rekaman kamera keamanan tersebut dapat menjadi petunjuk kuat bahwa Jessica mengatur letak minuman yang dipesannta. Jessica, tambah Edy, sempat tertangkap menolehkan kepala ke kanan dan kiri.

Edy menduga gerakan itu menunjukkan Jessica sedang mengawasi lingkungan di sekitarnya. "Bagaimana wajahnya (Jessica) terus memandang ke sana ke mari‎," ujar dia.
Pada 6 Januari lalu, Mirna memang bertemu dengan Jessica dan Hani. Mereka berkumpul di kedai Olivier, Grand Indonesia, Jakarta Pusat. Jessica memesan kopi yang diminum Mirna sebelum tewas. Setelah diperiksa di laboratorium, kopi itu ternyata mengandung sianida.

Terkait rekaman ini, tak ada penyidik yang bersedia memberikan keterangan. Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Krishna Murti, juga tak mau menyampaikan materi pemeriksaan terhadap Jessica.

Sementara itu, pengacara Jessica, Yudi Wibowo, mengatakan, polisi tak punya cukup bukti untuk menetapkan kliennya sebagai tersangka kasus pembunuhan Mirna. Sehingga dia keberatan dengan keputusan polisi. "Buktinya nggak kuat kok main tangkap, ini kan negara hukum," kata Yudi ketika dihubungi.

Yudi akan segera ke Jakarta untuk berkoordinasi dengan Jessica. "Senin (1 Februari 2016) besok saya bicarakan soal ini. Klien saya nggak punya senjata, bukan teroris juga kok bisa ditangkap seperti ini ya," tutur Yudi yang mengaku heran dengan penangkapan Jessica.

Selasa, 19 Januari 2016

Ruang Kerja Anggota DPR RI Yudi Widiana (PKS) dan Budi Supriyanto (GOLKAR) di Segel KPK



KPK segel ruang kerja anggota DPR RI asal PKS dan Golkar - Kasus suap Damayanti - Petugas mengecek ruangan anggota DPR dari F-Partai Golkar, Budi Supriyanto yang disegel penyidik KPK, Jakarta, Kamis (13/1). Penyidik juga menyegel ruangan anggota DPR dari F-PDIP Damayanti Wisnu Putranti terkait kasus OTT.

Petugas mengecek ruangan anggota DPR dari F-Partai Golkar, Budi Supriyanto yang disegel penyidik KPK.
Info Media Nasional News - Komisi Pemberansan Korupsi (KPK) akhirnya menyegel ruang kerja anggota Komisi V DPR RI Budi Supriyanto dari Fraksi Partai Golkar dan Wakil Ketua Komisi V dari Fraksi PKS Yudi Widiana Adia, Senin (18/01/2016).
Penyegelan ini dilakukan setelah penyidik KPK melakukan penggeledahan di ruang kerja dua anggota dewan tersebut.
Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati Ishak mengatakan, penggeledahan dilakukan untuk mencari rekam jejak anggota Komisi V DPR Damayanti Wisnu Putranti asal Fraksi PDI Perjuangan yang jadi tersangka setelah ditangkap karena diduga telah menerima suap cari Direktur Utama PT Windu Tunggal Utama, Abdul Khoir pada 13 Januari 2016 lalu.
“Ada dugaan jejak-jejak tersangka yang lain terkait kasus tangkap tangan,” kata Yuyuk dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (18/1/2016).
Menurut dia, salah satu yang ditelusuri adalah pertemuan Damayanti dengan pihak lain dalam kasus dugaan suap proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. KPK pun membuka peluang memeriksa anggota DPR lain yang mengetahui kasus ini.
Usai digeledah, ruang Budi dan Yudi disegel lembaga antikorupsi. Yuyuk belum mau membuka jelas keterlibatan Budi dan Yudi dalam kasus ini. Termasuk kapan keduanya akan dipanggil ataupun dicegah keluar negeri.
“Sampai saat ini belum (ada info),” jelas dia.
Diketahui, kasus suap ini terbongkar ketika KPK menangkap anggota Komisi V DPR Damayanti Wisnu Putranti, Direktur Utama PT Windu Tunggal Utama Abdul Khoir, serta dua anak buah Damayanti: Dessy A. Edwin serta Julia Prasetyarini. Mereka dicokok pada Rabu 13 Januari 2016 lalu.
Politikus PDIP dari daerah pemilihan Jawa Tengah itu disangka telah menerima suap Abdul Khoir. Damayanti diperkirakan telah menerima suap hingga ratusan ribu dolar Singapura secara bertahap melalui stafnya Dessy dan Julia.
Usai tangkap tangan, KPK sempat menyegel beberapa ruangan kerja di Gedung DPR, Senayan, Jakarta. Penyidik menyasar ke lantai 6 Gedung Nusantara I, tempat Damayanti berkantor. Penyidik memasang pita plastik berwarna merah bertulisan KPK di pintu ruangan 0621 itu.
Selanjutnya, tim KPK mendatangi lantai 13, tempat para anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar. Pita penghalang KPK dipasang di ruang bernomor 1331 dengan dan tertera nama anggota Komisi V DPR Budi Supriyanto dari Fraksi Partai Golkar.
Tak lama setelah penggeledahan, KPK kemudian mendatangi ruangan Wakil Ketua Komisi V dari Fraksi PKS Yudi Widiana. Ruangan Yudi juga ikut disegel.

Jumat, 15 Januari 2016

AKBP Untung Sangaji Berhasil Menembak Mati Salah Satu Teroris

Info Media Nasional News - Anggota Polair, AKPB Untung Sangaji, menjadi saksi teror mengerikan di Starbucks dan Pospol Sarinah, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat. Saat itu, kebetulan dirinya berada di sekitar Sarinah sedang santai ngopi.

"Awalnya saya sedang ngopi sambil tugas di jalur Presiden lalu lalang pulang," terang Untung saat berbincang dengan merdeka.com, Kamis (14/1) malam.

Saat itu dia bersama beberapa rekannya salah satunya Kombes Pol Urip Widodo. Saat itu posisinya berada di sisi kiri gedung Sarinah.

Lagi asyik menyeruput kopi, terdengar suara dentuman sangat keras. Dia langsung menuju suara ledakan.

Beranjak dari kursi, Untung sudah melihat suasana sekitar Sarinah semrawut. Banyak orang berlarian sambil berteriak. Suasana ketakutan sangat tergambar.

"Saya keluar dari Kedai Walnut kemudian orang-orang pada berlarian menjauh dari ledakan. Saya menuju arah pos lantas ternyata sudah ada 3 jenazah," imbuhnya.

Melihat anggota polantas sudah tergeletak, dia meminta orang-orang terdekat di lokasi membantunya melakukan evakuasi. Saat itu, kembali terdengar ledakan tepat dari depan Starbucks.

"Saya pun mengeluarkan pistol dan mendekat ke arah itu. Saya kemudian melihat pelaku megang senjata dan melempar bom ke bawah mobil Karo Ops Polda Metro Jaya," terangnya.

Bom tersebut meledak. Setelah mobil terhenti, Untung coba melingkari ke arah kiri dan menembak pelaku yang masih memegang beberapa bom. 

"Ketika perhatian pelaku ke arah mobil Karo Ops, saya melingkar dari sisi kiri Starbucks kemudian menembak ke arah dada dan kaki pelaku," tuturnya.

"Tiba-tiba bom jatuh dari tangannya kemudian meledak," jelasnya.

Memastikan pelaku sudah tak bernyawa, Untung bersama rekannya Ipda Tamat kembali melepaskan beberapa kali tembakan.

"Dari tangan pelaku yang sudah tak bernyawa, kita menemukan bom ada 4 buah yang siap diledakkan berukuran kira-kira 12 cm material pipa dan 3 lebih kecil," tutup Untung.

Sunakim Alias Afif Pernah Tinggal di Kerawang


Info Media Nasional - Sunakim alias Afif, pelaku teror Jakarta pada Kamis, 14 Januari 2015, pernah aktif mengumpulkan orang di Karawang. Abdul Halim, Kepala Desa Duren, Kecamatan Klari, mengatakan, sejak 2008, Sunakim sering mengadakan pengajian bersama teman-temannya di Klari. Berdasarkan laporan masyarakat, pengajian Sunakim terindikasi sesat.

“Ada tiga pengajian yang saya bubarkan, yaitu pengajian di Musala At-Taufiq Kampung Duren RT 14 RW 05, pengajian tanpa bentuk di Kampung Bobokan RT 30 RW 08, dan pengajian pimpinan Kang Ayat dari Garut," kata Halim saat ditemui wartawan, Jumat, 15 Januari 2016.

Halim mengatakan Afif dikenal sebagai warga yang menyebarkan paham radikal di Desa Duren. "Di Klari, Afif sempat membentuk perkumpulan. Diduga kuat dia membentuk sel berpaham radikal di sini," ujarnya.

Pada 2009, Afif secara diam-diam pindah dari kontrakannya. Tanpa bertanggung jawab, Afif tidak membayar uang listrik dan air. Halim menuturkan Afif juga mencolong sebuah pompa air dari rumah kontrakan. Pada tahun itu pula, Halim mendapat kabar ada rekan Sunakim bernama Deny ditangkap tim Densus atas aksi terorisme dan sekarang masih mendekam di tahanan Cilacap.

"Seketika itu, Sunakim bersama istrinya tidak tinggal lagi di sini, katanya dia pindah ke Jakarta. Istrinya bernama Ita Yuniar," tutur Halim.

Setahun kemudian, tepatnya pada 2010, Abdul Halim menerima surat dari kepolisian Aceh ihwal ditangkapnya Afif. "Ketika hendak mengantar surat itu, keluarga Afif sudah tidak tinggal di rumah tersebut," ucapnya.

Afif diketahui ditangkap di Aceh pada 2010. Dia ditangkap ketika bergabung dengan kelompok Dul Matin di Aceh. "Dia ditangkap ketika ikut kamp pelatihan teroris," kata Abdul Halim.

Kepala Kepolisian RI Jenderal Badroddin Haiti menyatakan Afif ditangkap pada 2010 dan diganjar hukuman penjara 7 tahun di Cipinang. Namun, sebelum hukumannya habis, Afif teridentifikasi sebagai pria dalam foto yang beredar, mengenakan kaus hitam dan celana jins biru. Ia juga membawa tas ransel berisi bom dan memakai topi hitam. 

Kamis, 14 Januari 2016

PBNU : Demi Allah, Islam Tak Ajarkan Teror


Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj dalam konferensi pers beberapa saat lalu. (foto: timesindonesia/istimewa)
KetuaUmum PBNU KH Said Aqil Siraj dalam konferensi pers beberapa saat lalu. (foto: timesindonesia/istimewa)

’’Aksi teroris ini sudah keterlaluan. NU mengutuk keras aksi ini,’’ tegas Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj dalam press conference di Lt 8 Gedung PBNU Jl Kramat Raya bebarapa saat lalu.
Info Media Nasional News - Teror bom yang mengguncang Jakarta siang tadi memantik keprihatinan NU. Ormas terbesar di Indonesia ini mengecam keras aksi teror yang diduga kuat dilakukan kelompok ISIS.
Kiai Said menegaskan, Islam tidak menoleransi aksi teroris dalam bentuk apapun. Karena Islam tidak pernah mengajarkan aksi teror. Apalagi sampai menelan korban jiwa.
’’Wallahi. Demi Allah, Islam tak pernah mengajarkan aksi teror seperti ini. Berjihad dalam Islam itu untuk kemajuan umat. Bukan kekerasan seperti sekarang ini,’’ tandas Kiai Said.
Atas kejadian ini, PBNU mengutuk keras aksi ini. PBNU juga minta pemerintah Presiden Jokowi untuk benar-benar memerangi aksi teror dalam bentuk apapun.
Sebagai bentuk kepedulian PBNU besok (15/1/2016) akan mengumpulkan tokoh lintas agama untuk membicarakan masalah ini. ’’Tokoh lintas agama akan kami kumpulkan untuk membahas masalah ini,’’ tambah Sekjen PBNU Helmy Faisal.

Gafatar Kelompok Eksklusif Yang Berbahaya



Gafatar Kelompok Eksklusif yang Berbahaya
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berpendapat bahwa Gerakan Fajar Nusantara atau yang lebih dikenal dengan akronim Gafatar adalah organisasi masyarakat (ormas) yang perlu untuk diwaspadai. Sebab sepak terjangnya yang bersifat eksklusif, tertutup dan cenderung mengisolasi diri.<>
Setiap ormas atau gerakan yang cenderung eksklusif dan tidak terbuka muaranya pasti bermisi untuk menyebarkan doktrin-doktrin yang menyimpang. Sebab parameter yang sahih untuk digunakan menilai gerakan sebauah ormas adalah keterbukaan dan sikap inklusifnya dalam menjalankan visi dan misi serta agenda organisasi massanya.
Kami menghimbau kepada masyarakat Indonesia untuk selalu waspada terhadap gerakan yang cenderung menutup diri dan diam-diam dalam menyebarkan paham dan ajarannya. Hidup di era sekarang ini kita harus jeli dan teliti untuk mengambil sebuah keputusan, termasuk memutuskan untuk bergabung dengan sebuah ormas.
Di pihak lain, kami mendesak kepada pemerintah untuk segera melakukan investigasi yang valid dan mengabarkan kepada khalayak mengenai jati diri ormas Gafatar. Masyarakat berhak tahu seluk beluk dan sepak terjang ormas Gafatar ini.
Organisasi Gerakan Fajar Nusantara atau yang lebih karib di telinga belakangan dengan akronim Gafatar beberapa hari ini menjadi perbincangan yang instens. Banyak pihak mulai mencari tahu siapa, apa dan bagaimana ajaran, misi sekaligus sepak terjang organisasi massa ini.
Gafatar diakui oleh pihak Kesbangpol Kemendagri telah terdaftar sebagai ormas sejak tahun 2011 silam. Organisasi ini memiliki segala bentuk persyaratan mendidirkan ormas termasuk AD/ART yang disahkan oleh pihak Notaris.
Pada perjalannya Gafatar sebagaimana ormas lain lebih banyak berkonsentrasi pada kegiatan-kegiatan berdimensi sosial. Sejumlah kegiatan semisal baksos, bantuan sekolah, bersih-bersih kawasan, hingga santunan untuk keluarga kurang mampu rutin dilakukannya. Namun, hilangnya sejumlah mahasiswa belakangan yang ditengarai menjadi anggota Gafatar membuat ormas ini menjadi buah bibir perbincangan masyarakat luas.

Jakarta, 13 Januari 2016

Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA            
Ketua Umum                                                
Gafatar Kelompok Eksklusif yang Berbahaya
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berpendapat bahwa Gerakan Fajar Nusantara atau yang lebih dikenal dengan akronim Gafatar adalah organisasi masyarakat (ormas) yang perlu untuk diwaspadai. Sebab sepak terjangnya yang bersifat eksklusif, tertutup dan cenderung mengisolasi diri.<>
Setiap ormas atau gerakan yang cenderung eksklusif dan tidak terbuka muaranya pasti bermisi untuk menyebarkan doktrin-doktrin yang menyimpang. Sebab parameter yang sahih untuk digunakan menilai gerakan sebauah ormas adalah keterbukaan dan sikap inklusifnya dalam menjalankan visi dan misi serta agenda organisasi massanya.
Kami menghimbau kepada masyarakat Indonesia untuk selalu waspada terhadap gerakan yang cenderung menutup diri dan diam-diam dalam menyebarkan paham dan ajarannya. Hidup di era sekarang ini kita harus jeli dan teliti untuk mengambil sebuah keputusan, termasuk memutuskan untuk bergabung dengan sebuah ormas.
Di pihak lain, kami mendesak kepada pemerintah untuk segera melakukan investigasi yang valid dan mengabarkan kepada khalayak mengenai jati diri ormas Gafatar. Masyarakat berhak tahu seluk beluk dan sepak terjang ormas Gafatar ini.
Organisasi Gerakan Fajar Nusantara atau yang lebih karib di telinga belakangan dengan akronim Gafatar beberapa hari ini menjadi perbincangan yang instens. Banyak pihak mulai mencari tahu siapa, apa dan bagaimana ajaran, misi sekaligus sepak terjang organisasi massa ini.
Gafatar diakui oleh pihak Kesbangpol Kemendagri telah terdaftar sebagai ormas sejak tahun 2011 silam. Organisasi ini memiliki segala bentuk persyaratan mendidirkan ormas termasuk AD/ART yang disahkan oleh pihak Notaris.
Pada perjalannya Gafatar sebagaimana ormas lain lebih banyak berkonsentrasi pada kegiatan-kegiatan berdimensi sosial. Sejumlah kegiatan semisal baksos, bantuan sekolah, bersih-bersih kawasan, hingga santunan untuk keluarga kurang mampu rutin dilakukannya. Namun, hilangnya sejumlah mahasiswa belakangan yang ditengarai menjadi anggota Gafatar membuat ormas ini menjadi buah bibir perbincangan masyarakat luas.

Jakarta, 13 Januari 2016

Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA            
Ketua Umum                              

Rabu, 13 Januari 2016

Enam Ledakan Terjadi di Depan Sarinah Jakarta



Info Media Nasional News Jakarta - Teror bom terjadi di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, pada Kamis (14/1) siang. Sejumlah saksi mata mengatakan ada sekitar enam ledakan bom menguncang kawasan itu.

Seorang saksi mata, Irfan mengatakan ada enam ledakan yang terjadi di Menara Cakrawala. Ledakan pertama terjadi sekitar pukul 10.40 WIB dan terakhir terakhir terdengar 11.03 menit.

"Ada enam ledakan di sekitar depan gedung Menara Cakrawala. Selain itu ada tembak-tembakan juga," ujarnya.

Ia mengatakan baku tembak terjadi di depan Sarinah. Selain itu Pos Polisi yang berada disana pun hancur terkena ledakan. Enam ledakan  diduga berasal dari bom  terdengar sampai radius 2 km terdengar di Jakarta Pusat.

Pusat ledakan di kawasan Sarinah, Jl Thamrin, pada Kamis (14/1). Ledakan pertama terdengar pukul 10.40 WIB, sedangkan ledakan kedua  terdengar sekitar pukul 10.50 WIB, ledakan ketiga pukulk 10.56, ledakan keempat pukul 11.58, ledakan kelima pukul 11.00 WIB, dan ledakan terakhir pukul 10.02 WIB