Tampilkan postingan dengan label KRIMINAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KRIMINAL. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Januari 2016

Edi Hasibuan (Kompolnas) Rekaman CCTV Terlihat Jessica Memindahkan Gelas, Tetapi Tidak Terlihat Memasukkan Sesuatu

Info Media Nasional News - Tersangka kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso, langsung diperiksa penyidik Polda Metro Jaya setelah ditangkap di Hotel Neo, Mangga Dua Square, Jakarta Utara, Sabtu 30 Januari 2016. Dalam pemeriksaan itu, penyidik menunjukkan rekaman CCTV yang diambil dari kedai Olivier, tempat Mirna minum kopi yang mengandung sianida.

Dan Jessica terlihat dalam rekaman CCTV yang ditunjukkan oleh penyidik dalam pemeriksaan tersebut. "Saya lihat, ada gerakan dia (Jessica) memindahkan gelas," kata Edi Hasibuan, Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

Edy hadir di ruang penyidikan Jessica untuk mengawasi proses pemeriksaan tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro. Dia menambahkan, dalam rekaman itu, Jessica tampak menutupi kopi Vietnam yang dipesan dengan tas miliknya. "Kopi dipindahkan ke tempatnya yang ditutupi bag‎," kata dia.
Tetapi, kata dia, dalam rekaman kamera keamanan tersebut tidak terlihat Jessica memasukkan sesuatu ke dalam gelas kopi Vietnam yang diminum Mirna itu. "Lokasi (Jessica) sangat jauh dari dari CCTV," terang Edy.

Meski begitu, dia menganggap rekaman kamera keamanan tersebut dapat menjadi petunjuk kuat bahwa Jessica mengatur letak minuman yang dipesannta. Jessica, tambah Edy, sempat tertangkap menolehkan kepala ke kanan dan kiri.

Edy menduga gerakan itu menunjukkan Jessica sedang mengawasi lingkungan di sekitarnya. "Bagaimana wajahnya (Jessica) terus memandang ke sana ke mari‎," ujar dia.
Pada 6 Januari lalu, Mirna memang bertemu dengan Jessica dan Hani. Mereka berkumpul di kedai Olivier, Grand Indonesia, Jakarta Pusat. Jessica memesan kopi yang diminum Mirna sebelum tewas. Setelah diperiksa di laboratorium, kopi itu ternyata mengandung sianida.

Terkait rekaman ini, tak ada penyidik yang bersedia memberikan keterangan. Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Krishna Murti, juga tak mau menyampaikan materi pemeriksaan terhadap Jessica.

Sementara itu, pengacara Jessica, Yudi Wibowo, mengatakan, polisi tak punya cukup bukti untuk menetapkan kliennya sebagai tersangka kasus pembunuhan Mirna. Sehingga dia keberatan dengan keputusan polisi. "Buktinya nggak kuat kok main tangkap, ini kan negara hukum," kata Yudi ketika dihubungi.

Yudi akan segera ke Jakarta untuk berkoordinasi dengan Jessica. "Senin (1 Februari 2016) besok saya bicarakan soal ini. Klien saya nggak punya senjata, bukan teroris juga kok bisa ditangkap seperti ini ya," tutur Yudi yang mengaku heran dengan penangkapan Jessica.

Jumat, 13 November 2015

Tenaga Kerja Kontrak Dishub Kota Bekasi Tertangkap Membawa Pistol

Seorang pegawai kontrak di Pemerintah Kota Bekasi, ditangkap polisi karena kedapatan membawa senjata api organik tanpa melengkapi surat izin. Kasubag Humas Polresta Bekasi Kota AKP Siswo mengatakan, pemilik senjata api itu adalah Pamawari (31) Tenaga kerja kontrak di Dishub Kota Bekasi, dia ditangkap polisi di Lampu Merah Pekayon Jalan A.Yani, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi sekitar pukul 10.00 WIB.

"Anggota sedang melakukan tugas pengaturan arus lalu lintas, memberhentikan pengendara sepeda motor yang melanggar lalu lintas yaitu tak menyalakan lampu," katanya di Bekasi, Sabtu (14/11).

Menurut Siswo, usai diberhentikan petugas kemudian memeriksa pelanggar yang mengendarai sepeda motor Kawasaki Ninja tersebut, ketika pelanggar menarik dompet untuk mengeluarkan surat-surat kendaraannya, anggota melihat senjata api yang ada di saku celana sebelah kanan.

"Selanjutnya anggota langsung mengambil senpi tersebut. Pelanggar berikut barang bukti dibawa ke Polresta Bekasi Kota untuk pengusutan lebih lanjut," katanya.

Karena itu pegawai pemerintah tersebut terancam pidana undang-undang darurat dengan ancaman penjara 13 tahun. Polisi menyita sepucuk senpi Jenis FN berikut satu butir peluru, dan sepeda motor Kawasaki Ninja 250 CC warna oranye B 6929 KRL.

[cob]

Senin, 20 Mei 2013

Pelaku Pemotong Kelamin Abdul Muhyi ( 21) Adalah Wanita NN ( 22 )

Pihak Kepolisian Polda Metro Jaya menangkap pelaku yang diduga kuat memotong kelamin Abdul Muhyi (21). Pelaku diketahui adalah seorang perempuan berusia 22 tahun.

"Sudah diamankan pelaku yang diduga melakukan pemotongan kelamin atas korban Abdul Muhyi. Pelakunya perempuan inisal NN umur 22 tahun," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombespol Rikwanto melalui pesan singkat yang diterima detikcom, Senin (20/5/2013).

Rikwanto mengatakan, saat ini pelaku yang diduga kuat sebagai pelaku tersebut sudah dibawa ke Polsek Pamulang, Tangerang Selatan untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Belum diketahui motif dan hubungan antara NN dengan Abdul Muhyi.

"Dia diamankan di rumahnya pukul 14.00 WIB, dan langsung dibawa ke Polsek Pamulang. Tapi ini masih dalam pemeriksaan," kata Rikwanto.

Seperti diketahui, peristiwa pemotongan kelamin ini terjadi pada Selasa (14/3). Saat itu RSUD Pamulang mengontak kepolisian karena ada pria yang kelaminnya terpotong. Informasi awal yang didapat kejadian ini terjadi pukul 05.00 WIB di lahan kosong di Jl Surya Kencana, Pamulang, Tangerang Selatan.

Pihak keluarga marah dengan peristiwa ini. Ibunda Abdul bahkan berharap agar pelaku dihukum berat, bahkan harus dipotong juga kelaminnya.

Kini, Abdul harus buang air kecil menggunakan selang. **** reproduksinya pun masih mengalami gangguan.

sumber: detikcom

Kamis, 16 Mei 2013

Biang Bentrok Pulogadung di Tangkap di Palembang

Kamis, 16 Mei 2013 | 14:39 WIB
Dalang Kericuhan Pulogadung Diringkus di Palembang
Watermark image

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

Matraman, Wartakotalive.com

Otak kerusuhan antara dua kelompok di Terminal Pulogadung, Jakarta Timur, diringkus anggota Serse Kepolisian Resor Jakarta Timur, Rabu (15/5) malam. Pelaku yang berinisial R alias Bugis ini diciduk di Palembang.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Jakarta Timur Komisaris Polisi Didik Hariadi, mengatakan pelaku menusuk Naser, tukang ojek yang ditumpangi dari Kelapagading menuju Terminal Pulogadung. "Anggota kami mengejar pelaku sampai di rumahnya di Palembang," kata Didik di Mapolres Jakarta Timur, Kamis (16/5).

Dikatakan Didik, hingga kini, pihaknya juga masih memburu sejumlah pelaku yang membakar tiga sepeda motor dalam bentrokan itu. "Pelaku pembakaran tiga sepeda motor saat ini Kami masih mencari," lanjutnya.

Sebelumnya, kericuhan terjadi antara salah seorang anggota ormas FBR (Forum Betawi Rempug) dengan preman di Terminal Bus Pulogadung, Minggu (12/5). Bahkan seorang anggota FBR bernama Munadjir (50) mengalami luka tusuk di bagian perut dan tiga sepeda motor dibak

PEMAKAMAN JENAZAH BAYU SETIANTO TERDUGA TERORIS DISERAHKAN KEPADA


Kamis, 16 Mei 2013 19:12:26  WIB
Oleh : Akhmad Nazaruddin


Kudus, Antara Jateng - Warga Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengizinkan pemakaman jenazah Bayu Setianto, terduga teroris, di daerah setempat, dengan catatan proses pemakamannya diserahkan kepada pemerintah desa setempat, kata Camat Jekulo Adi Sadhono.

         "Hanya saja, pihak keluarga tidak bisa memenuhi persyaratan tersebut, karena sejak awal pihak keluarga memberikan kuasa kepada Tim Pengacara Muslim (TPM), termasuk proses pemakamannya nanti," ujarnya, di Kudus, Kamis.

         Sementara dua persyaratan lainnya, seperti tidak boleh membawa atribut maupun spanduk serta tidak meneriakkan yel-yel yang bernada provokatif, katanya, bisa dipenuhi keluarga.  
    Untuk itu, kata dia, hingga kini belum ada keputusan soal proses pemakamannya dilakukan di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kudus, atau tidak.

         "Pemerintahan desa setempat masih berupaya meminta kepastian dari pihak keluarga Bayu. Kami juga meminta pemerintah desa setempat untuk lebih proaktif," ujarnya.

Editor : Wisnu Adhi Nug

POLITIKUS GOLKAR ZULKARNAEN DJABAR TERDAKWA KORUPSI ALQUR'AN GERAM DITUNTUT 12 TAHUN PENJARA


Kamis, 16/05/2013 19:25 WIB.
Ferdinan - detikNews
Jakarta - Zulkarnaen Djabar menumpahkan kekecewaan dan rasa geramnya atas tuntutan 12 tahun penjara atas perkara dugaan suap pembahasan anggaran pengadaan Alquran di Kementerian Agama. Mengutip ayat suci, Zulkarnaen menyebut penyidikan dan tuntutan hukuman merupakan kezaliman.

"Mendengar tuntutan penuntut umum yang sangat tinggi dan sangat janggal telah menyebabkan bukan hanya saya, namun juga seluruh keluarga dan rekan juga masyarakat konstituen saya terkejut luar biasa, syok, terpukul," kata Zulkarnaen membaca pledoinya dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (16/5/2013).

Zulkarnaen memberi judul nota pembelaannya (pledoi), 'Kekuasaan dan Kewenangan yang Berlebihan Cenderung kepada Kezaliman'. Dalam pledoi 21 halaman itu, politikus Golkar ini mengutip beberapa ayat suci, salah satunya Surat Yunus ayat 85-86 yang bunyinya, "Ya Allah ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi orang yang berbuat zalim, dan selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari tipu daya orang-orang yang kafir".

Zulkarnaen menyebut penyidikan dan tuntutan jaksa penuntut pada KPK zalim lantaran sejumlah kejanggalan. Zulkarnaen heran dirinya tidak pernah diperiksa sebagai saksi sebelum ditetapkan menjadi tersangka.

Dia juga mempertanyakan penetapan status tersangka yang diumumkan bersamaan dengan Rapimnas Partai Golkar tanggal 29 Juni 2012. "Saya tidak mengatakan hal ini direncanakan, karena mungkin saja ini hanyalah masalah kebetulan yang kebetulan," ujarnya.

Dalam pledoinya, Zulkarnaen juga menegaskan dirinya tidak terlibat dalam perkara suap sebagaimana dakwaan jaksa. Selama menjadi anggota Banggar DPR dia mengaku tidak pernah mengaitkan pekerjaannya dengan perusahaan anaknya Dendy Prasetia. "Tidak mungkin seorang Zulkarnaen Djabar bisa menetapkan anggaran," kata dia.

Zulkarnaen mengatakan pengadaan Alquran merupakan ranah pemerintah. Dia menjamin dirinya tak terkait dengan pemulusan anggaran khusus Alquran, juga tak pernah berurusan dengan pengusaha pemenang proyek. "Tidak ada uang yang mengalir ke saya," tuturnya.

Di akhir pledoinya, Zulkarnaen berharap majelis hakim membuat putusan berdasarkan fakta, bukti, dan hukum. "Dan saya berharap kiranya majelis hakim yang mulia, tidak akan ragu untuk menyatakan saya tidak bersalah," ujarnya.

Zulkarnaen dituntut 12 tahun penjara, denda Rp 500 juta subsider 5 bulan kurungan. Sedangkan Dendy dituntut 9 tahun, denda Rp 300 juta subsider 4 bulan kurungan. Keduanya juga diminta membayar uang pengganti yakni Rp 14,39 miliar.

Rabu, 15 Mei 2013

WS MEMPUNYAI 6 AKUN FB UNTUK MENIPU,MEMPERKOSA DAN MEMBUNUH KORBANNYA

IMN News,BUKITTINGGI - Dua pekan sudah petugas Polres Bukittinggi, Sumatera Barat, memeriksa WS (32), warga Pakan Sinayan, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, pelaku penculikan, pemerkosaan, perampokan, dan pembunuhan terhadap dua perempuan muda.

Berdasarkan pemeriksaan, diketahui WS memiliki enam akun Facebook. Dua di antaranya dia buat menggunakan identitas perempuan. Dua akun itu digunakan untuk mengelabui para korban.

Kemudian, WS mengajak korban bertemu lalu melancarkan aksinya. Dua perempuan korban WS adalah RN (16), warga Jorong Limo Jurai, Kenagarian Sungai Pua, Kecamatan Banuhampu, dan Nd (23), warga Kampung Caniago Tangah, Jorong Balai Badak, Nagari Batu Kambiang, Kecamatan Ampek Nagari. Keduanya ditemukan dalam kondisi tewas dikubur di area persawahan.

”Jumlah akun Facebook saya semua ada enam, ada Rifa Clalu Cayank terus Rani Nurdiyanti. Itu akun yang buat mengelabui korban, yang empat lagi akun saya asli,” tutur WS.

Pria yang bekerja sebagai sopir angkutan kota itu mengaku mulai membuat akun Facebook sejak 2010. Untuk meyakinkan korban, dia memasang foto orang lain. Selain itu, dia juga mengaku sebagai mahasiswa sebuah kampus ternama di Sumbar.

“Saya kuliah di Unand (Universitas Andalas), terus saya minta nomor hape-nya. Kami lalu SMS-an. Saya tidak mau telefonan, saya bilang hape saya rusak hanya bisa SMS. Lalu, setelah korban saya bunuh, pertemanan saya dengan korban saya blokir supaya tidak ada yang tahu saya berteman dengan dia,” bebernya.

WS diperiksa di dua unit berbeda, yakni Reserse Kriminal Umum dan Perlindungan Perempuan dan Anak.

Sementara itu, Kapolres Bukittinggi, AKBP Eko Nugrohadi, menjelaskan, pihaknya telah mengumpulkan barang bukti yang memberatkan tersangka, di antaranya telefon genggam untuk mengakses Facebook, pisau dapur yang digunakan untuk mengabisi korban, serta cangkul untuk mengubur RN.

Selain itu, ada pula pakaian kedua korban yang ditemukan di lokasi penemuan korban.

”Untuk tersangka WS ini sudah dalam penyidikan polisi Polres Bukittinggi. Selanjutnya masih dikembangkan dan akan dilimpahkan ke pengadilan, sedangkan untuk rekonstruksi perlu koordinasi dengan jaksa. Rekon ini tidak akan dilakukan di TKP karena menghindari amukan warga,” tuturnya.

Tersangka dijerat Pasal 340 jo Pasal 338 KUHP serta Pasal 80 ayat 3 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara 10 tahun. Dia juga bisa terancam hukuman mati bila terbukti melakukan pembunuhan berencana.
(Wahyu Sikumbang/Sindo TV/to

Kapolres Tegal Disidang Displin Atas Penyalahgunaan Wewenang


Rabu, 15 Mei 2013 20:10:30  WIB
Oleh : Immanuel Citra Senjaya
Ilustrasi (Foto ANTARA/Arief Priyono)

IMN News-Semarang - Kepala Kepolisian Resor Tegal Ajun Komisaris Besar Hanif menjalani sidang disiplin Bidang Profesi dan Pengamanan Kepolisian Daerah Jawa Tengah dalam kasus dugaan penyelahgunaan wewenang, di Semarang, Rabu.

Sidang disiplin tersebut dijalani Hanif atas dugaan penyalahgunaan wewenang dalam pengelolaan anggaran semasa menjabat sebagai Kapolres Pekalongan.

Sidang dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Polda Jawa Tengah Brigadir Jenderal Achmad Syukrani, didampingi Inspektur Pengawas Polda dan Kepala Bidang Hukum.

Dalam sidang yang digelar tertutup tersebut Hanif disangka melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 2 tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Polri.

Sejumlah saksi juga dimintai keterangan dalam sidang disiplin yang berlangsung sekitar empat jam tersebut.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Tengah Komisaris Besar Djihartono membenarkan pelaksanaan sidang disiplin serta sanksi yang dijatuhkan terhadap AKBP Hanif.

"Putusannya pembebasan yang bersangkutan dari jabatannya atas tindak penyalahgunaan wewenang," katanya.

Mantan Kapolres Pekalongan tersebut diberi kesempatan untuk pikir-pikir atas putusan tersebut selama 14 hari.

Meski demikian, Djihartono tidak menjelaskan secara detail kasus yang dijalani Kapolres Tegal itu. (Antara)

TKI ASAL DARI MADIUN MENINGGAL DI SINGAPURA, JATUH DARI APARTEMEN


Rabu, 15 Mei 2013 10:11:28
Reporter : Mohamad Taufik




Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Desa Babadan Lor, Kabupaten Madiun, Ariyatni (29), meninggal akibat kecelakaan kerja di Singapura. Seperti diberitakan Antara, Rabu (15/5).

Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Madiun Suyadi, mengatakan kabar kematian ibu satu anak tersebut diketahui dari perwakilan PJTKI yang memberangkatkan korban ke Singapura.

"Pengiriman jenazah korban tiba di rumah duka pada Rabu dini hari. Pengiriman dari Singapura dilakukan melalui Bandara Internasional Juanda, Surabaya dan langsung perjalanan darat ke Kabupaten Madiun," ujarnya.

Dia menjelaskan, berdasarkan hasil identifikasi petugas berwenang, korban tewas akibat terjatuh dari lantai lima gedung apartemen milik majikan tempatnya bekerja. Korban akan mendapatkan santunan dan asuransi sesuai haknya karena merupakan TKI legal.

Korban berangkat ke Singapura sekitar satu tahun lalu melalui PT Cipta Karsa Bumi Lestari Surabaya.

"Untuk hal-hal lain terkait dugaan kematian korban akibat kekejaman majikan, masih kami dalami dengan melakukan pemeriksaan dan koordinasi bersama perusahaan yang memberangkatkan korban maupun kedutaan setempat," kata Suyadi.

Dinas mencatat, selama 2013 dari bulan Januari hingga Mei terdapat enam TKI asal Kabupaten Madiun yang tewas di luar negeri akibat kecelakaan kerja dan sakit.

Sementara keluarga korban di Kecamatan Balerejo menyatakan sangsi jika Ariyatni tewas akibat terjatuh dari lantai apartemen majikannya. Keluarga menduga korban tewas justru sebab lain.

"Kami ragu jika Ariyatni meninggal karena terjatuh dari gedung apartemen," ujar kakak korban, Syaefudin.

Menurut keluarga, selama bekerja di Singapura Ariyatni sangat sulit dihubungi. Keluarga hanya bisa mengetahui kondisinya dari surat yang dia kirim. Itupun hanya sebanyak 4 kali saja.

"Surat terakhir yang dikirim dia adalah tanggal 25 Maret lalu. Anehnya pada sampul surat tersebut ada pesan agar jangan dibuka dan dibaca sebelum dia pulang ke Tanah Air. Kami juga belum membukanya sampai sekarang," kata ibu korban, Satini.

Pada beberapa surat sebelumnya, korban mengeluh sering dihukum oleh majikannya jika berbuat salah. Korban dihukum untuk naik dan turun tangga dari lantai satu hingga lima apartemen sebanyak 10 kali.

"Jadi saya tidak percaya jika anak saya tiba-tiba jatuh tanpa sebab yang jelas. Bisa saja dia jatuh karena hukuman yang diberikan oleh majikannya," kata ibu korban.

Karena itu, pihak keluarga berharap agar perwakilan Bangsa Indonesia di Singapura melakukan investigasi terkait kematian korban Ariyatni yang dinilai janggal. Setelah disalatkan, jenazah korban langsung dimakamkan di pemakaman umum desa setempat.

HASIL AKHIR PERHITUNGAN CEPAT PILGUB BALI "PAS" UNGGUL

Hasil quick count pilkada bali 2013, credit beritabali.comHasil quick count pilkada bali 2013, credit beritabali.com
 IMN News, DENPASAR, – Hasil akhir perhitungan cepat atau quick count Pilkada Gubernur (Pilgub) Provinsi Bali 2013 sangat ketat.
Pasangan nomor urut satu AA Ngurah Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan (PAS) mengumpulkan 50,26 persen suara, versi Saiful Mujani Research & Consulting. Sementara paket nomor urut dua Made Mangku Pastika dan Ketut Sudikerta (pastikerta) meraih 49,74 persen suara.
Hasil ini berdasar jumlah sample suara yang masuk mencapai 99,75 persen seperti disiarkan Indosiar TV.
Hasil tak jauh beda dari penghitungan cepat yang digelar Indonesia Research Centre (IRC). Hasil perhitungan yang disiarkan situs okezone.com, Pasangan PAS kalah tipis lagi dengan perolehan 49,99 Persen. Pastikerta memperoleh 50,01 persen.
Hingga berita ini diturunkan, keduanya masih saling kejar di angka 49-51 persen. Sebelumnya pasangan PAS juga pernah merebut angka 51 persen.
Hasil yang berbeda sangat tipis membuat pemenang tidak bisa diprediksi berdasar quick count. Pemenang pasti Pilkada Gubernur (pilgub) Bali akan diumumkan oleh KPUD Bali setelah melakukan tahapan rekapitulasi surat suara di tingkat PPS hingga KPU Provinsi.
Pilkada Gubernur (Pilgub) Bali diikuti 2.925.679 pemilih yang terdaftar dalam DPT di 6.371 TPS. ( BB )

PUSPAYOGA UNGGUL DI TPS - NYA


Rabu, 15 Mei 2013 14:15 WIB | 772 Views

Calon gubernur Bali A.A Ngurah Puspayoga (kiri) bersama istri, Bintang Puspayoga (ANTARA/Dayu Rianti)
Galeri Terkait
IMN News,Denpasar - Pasangan Calon Gubenur dan Calon Wakil Gubernur Bali Anak Agung Ngurah Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan unggul dalam perolehan suara di TPS VIII Banjar Belaluan Sadmerta, Kota Denpasar, yang adalah tempat Puspayoga dan keluarganya mencoblos, Rabu.

Pasangan yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini meraih 242 suara, sedangkan Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta hanya 62 suara.

Di TPS di jantung kota Denpasar itu ada tiga suara tidak sah dari 366 pemilih yang tercatat, dan 60 pemilih tidak menggunakan hak suaranya.

Di TPS IX Banjar Belaluan Sadmerta, Puspayoga-Sukrawan meraih 209 suara, sedangkan Pasti-Kerta 33 suara, sedangkan di TPS VI Banjar Cemara Agung, Desa Tegal Harum, Denpasar, Puspayoga-Sukrawan kembali unggul dengan 187 suara dari 147 suara yang diraih Pastika-Sudike ( Antara )

HASIL QUICK CAUNT ( IRC ) PILGUB BALI DI MNC TV

130515_pilkada-bali.jpgIMN News, JAKARTA-Hasil hitung cepat atau quick count pada Pilkada Bali 2013 kedua pasangan bersaing ketat.

Dalam hitung cepat versi Indonesia Research Center yang disiarkan MNC TV pada pukul 13.45 WIB, pasangan nomor urut 1, AA Ngurah Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan (PAS) memperoleh suara sementara 50,62%.

Adapun nomor urut2,  pasangan Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta (PASTIKERTA) meraih suara 49,38%. Sedangkan total suara yang suara terakumulasi sudah mencapai 84,00% dari sampel.

Tercatat sebanyak 2.925.679 warga Bali yang terdaftar sebagai pemilih melaksanakan pemilihan Gubernur Bali periode 2013-2018 di 6.371 tempat pemilihan suara pada 15 Mei 2013.

Ribuan TPS itu tersebar di 9 kabupaten/kota di Bali yakni Denpasar, Badung, Tabanan, Jembrana, Buleleng, Bangli, Karangasem, Klungkung, dan Gian

Selasa, 14 Mei 2013

KARENA SAKIT BELFASIH ANGGOTA DPR RI SUKUR NABABAN SERING ABSEN

                                                                           Sukur Nababan

Sukur Nababan, anggota Fraksi DPR RI dapil Kota Bekasi - Depok menjelaskan kepada Badan Kehormatan DPR bahwa sesungguhnya dirinya telah memberikan surat keterangan sakit dari dokter yang menyatakan dirinya sakit belfasih hingga beliau sering berobat mondar -mandir keluar negeri. Sebelumnya juga dari fraksi telah memberikan surat namun ternyata surat tersebut tidak sampai ke sekretariat.

Dalam berbagai kesempatan dan acara hajat partai yang diselenggarakan di Kota Bekasi yang merupakan dapil pemilihannya Sukur Nababan sesekali hadir dan meminta maaf pada pengurus partai dalam hal ini pengurus dan kader PDI Perjuangan Kota Bekasi kalau dirinya saat itu sedang sakit yang dalam keadaan terpaksa dan memaksakan dirinya meminta ijin dari dokter yang merawatnya di Singapura untuk bisa hadir di satu acara yang memang sangat membutuhkan kehadirannya.

Diberbagai kesempatan PILKADA Kota Bekasi dan PILGUB Jawa Barat beberapa waktu yang lalu juga Sukur Nababan meminta maaf kepada sebagihan masyarakat yang ikut menghadiri diberbagai acara bahwa dirinya saat ini lagi dalam perawatan dokter khusus di luar negeri. Hal tersebut juga dibenarkan oleh salah satu stafnya Fatoni bahwa bang Sukur Nababan lagi dalam keadaan sakit.

Jadi tidak benar sama sekali kalau mangkirnya Sukur Nababan disebabkan suatu kesengajaan dll. IMN News.

RIEKE DYAH PITALOKA ( ONENG ) KONSISTEN MENOLAK KENAIKAN HARGA BBM

    Rieke Dyah Pitaloka, berosi menolak kenaikan harga BBM dihadapan ribuan buruh pada 30 Maret 2012 .

PULUHAN RIBU SURAT SUARA PILGUB JATENG RUSAK

Di Solo, Puluhan Ribu Surat Suara Pilgub Rusak

Rabu, 15 Mei 2013 10:22:30  WIB
Oleh : Joko Widodo
Petugas Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kudus menunjukan kertas surat suara Pilgub Jateng 2013 yang rusak di KPU Kudus, Kudus, Jateng, Jumat (10/5). Data KPU Kudus mencatat, dari 615.459 surat suara Pilgub Jateng yang masuk, 45 surat suara mengalami kerusakan. FOTO ANTARA/Andreas Fitri Atmoko/tom/13. 

IMN News, Solo. Antara Jateng - Ketua Komisi Pemilihan Umum Kota Solo, Didik Wahyudiono, mengatakan dari 418.719 surat suara untuk Pemilihan Gubernur Jawa Tengah yang diterima, sebanyak 20.731 surat suara di antaranya diketahui rusak.

"Surat suara yang kondisinya rusak, sebagian besar disebabkan percikan tinta. Tetapi ada pula yang sobek," kata Ketua KPU Kota Solo, Didik Wahyudiono, di Solo, Rabu.

Ia mengatkan untuk mengetahui jumlah total surat suara yang rusak, sampai saat ini Divisi Logistik KPU Kota Solo masih terus melakukan penyortiran. Dengan kata lain, jumlah 20.731 surat suara yang rusak dimungkinkan masih bisa bertambah lagi. Untuk pengganti yang rusak, KPU Jawa Tengah akan menggantinya.

"Selain penyortiran, KPU Kota Solo juga melakukan pelipatan surat suara. Diperkirakan pada malam hari ini bisa terselesaikan seluruhnya," jelas Didik.

Ia mengatakan bahwa sesuai penyortiran dan pelipatan surat suara, KPU Kota Solo akan melanjutkan dengan pengepakan seluruh logistik pilgub, mulai dari formulir, tinta, surat suara, dan sebagainya. Pihaknya menargetkan pada tanggal 20 Mei 2013 bisa selesai.

"Untuk undangan pemilih, kami targetkan maksimal tanggal 23 Mei 2013 sudah harus diterima calon pemilih. Karena tanggal 26 Mei 2013 adalah hari pencoblosan Pilgub Jawa Tengah," katanya.

MESKIPUN DI KROYOK RAME-RAME PDIP BALI YAKIN MENANG

dok.merdeka.com
dok.merdeka.com
Kampanye PDIP
IMN News – Hari ini Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Bali dilaksanakan. 2.918.824 Rakyat Bali akan menggunakan hak pilihnya di bilik TPS yang tersebar di seluruh Bali dengan jumlah 6.371 TPS.
Hanya ada dua pasangan Cagub-Cawagub yang bertarung dalam Pilgub kali ini yakni pasangan Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta dan Anak Agung Ngurah Puspayoga-Dewa Sukrawan.
Pasangan I Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta didukung oleh Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Hanura, PAN, PNBK, PKPB dan PKPI serta Gerindra. Sementara, pasangan Anak Agung Ngurah Puspayoga-Dewa Sukrawan didukung PDIP.
Pilgub Bali kali ini akan menjadi arena pembuktian dominasi PDIP di Pulau Dewata sebelum Pemilu 2014 digelar. PDIP optimis dapat mengantarkan kader internalnya itu duduk sebagai orang nomor satu di pulau para dewa.
Bali sendiri dikenal sebagai basis dari partai besutan Megawati Soekarnoputri. Pada Pilgub Bali 2008, PDIP sukses mengantar pasangan Made Mangku Pastika-Anak Agung Ngurah Puspayoga menduduki kursi Gubernur dan Wakil Gubernur Bali.
Saat itu, pasangan tersebut menang dengan perolehan suara 55,01 persen, mengalahkan pasangan Cokorda Budi Suryawan-Suweta dengan 26,74 persen dan Winasa-Alit Putra dengan 18,25 persen. Namun, di Pilgub 2013 ini Pastika dan Puspayoga harus bercerai dan bertarung satu sama lain untuk meraih posisi orang nomor satu di Bali.
Dominasi PDIP di Bali semakin terlihat pada Pemilu Legislatif 2009. Saat itu, PDIP memperoleh suara terbanyak di pulau dewata itu dengan 40,94 persen. Alhasil, PDIP meraup 24 kursi untuk DPRD Bali.
Meski menang, perolehan suara PDIP tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan perolehan suara PDIP pada Pemilu Legislatif 2004 lalu yakni sebesar 51,34 persen. Sementara, partai yang mendapat peningkatan perolehan suara di Bali pada Pemilu 2009 adalah Partai Demokrat.
Partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu meraup suara 14,61 persen. Padahal pada Pemilu 2004, Demokrat hanya meraih suara 5,53 persen. Alhasil, Demokrat kini memiliki 11 kursi di DPRD Bali.
Sementara, Partai Golkar meraup 16,76 persen, turun dari suara Pemilu 2004 sebanyak 18,10 persen. Partai Hati Nurani Rakyat dengan 3,76 persen, diikuti PNI Marhaen dengan 2,85 persen, Gerindra dengan 2,46 persen, PKPB dengan 1,99 persen, PKPI dengan 1,73 persen, PNBK dengan 1,71 persen, dan PKS dengan 1,43 persen.
Jika didasarkan pada hitung-hitungan politik perolehan suara partai pendukung kedua pasangan calon di Pemilu 2009 lalu, kedua pasangan memiliki peluang yang sama kuat. Namun, Pilgub berbeda dengan Pemilu Legislatif. Figur calon dalam Pilgub menjadi salah satu faktor yang menentukan.
PDIP sendiri telah mengeluarkan ‘amunisi’ yang dimilikinya untuk memenangkan jagonya. Salah satunya adalah turun gunungnya Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam kampanye pasangan Anak Agung Ngurah Puspayoga-Dewa Sukrawan beberapa waktu lalu.
Tak hanya itu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) juga ikut dilibatkan dalam kampanye beberapa waktu lalu. Megawati bahkan menyentil I Made Mangku Pastika sedang mabuk kekuasaan karena kembali maju dalam Pilgub Bali.
“Tadinya dia (Pastika) baik. Tapi begitu punya kekuasaan dia menjadi mabuk,” kata Megawati saat berkampanye di kampung nelayan Desa Pengastulan, Buleleng, Bali, Kamis (9/5).
Mega menuding Pastika telah menggunakan kekuasaan untuk menjegal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung PDIP, Anak Agung Ngurah Puspayoga dan Dewa Nyoman Sukrawan. Hal itu ditunjukkan dengan menggunakan Panwaslu (panitia pengawas pemilu) melarang Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana berkampanye.
“Mengapa baru sekarang tidak diizinkan, kenapa tidak dari dulu. Ini sudah mulai. Saya tidak senang dengan hal itu,” tegas Mega.
Lantas mampukah PDIP memenangkan Pilgub Bali kali ini? Kita tunggu saja hasil pilihan rakyat Bali. [dan]
Sumber: merdeka.com

ANAK AGUNG NGURAH PUSPAYOGA CAGUB BALI NO 1 MEMILIH




(Foto:dok/metrotvnews.com)
Cagub Bali Anak Agung Ngurah Puspayoga.
Ia belum berani mengungkapkan peluangnya untuk menang.

DENPASAR - Calon Gubenur Bali Anak Agung Ngurah Puspayoga didampingi istri berbaur dengan warga yang sama-sama antre mencoblos gambar pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur di TPS VIII Banjar Belaluan Sadmerta, Denpasar, Rabu (15/5) pagi.

Puspayoga yang mengenakan pakaian adat Bali warna merah muda itu mendapat nomor urut 29, sedangkan istrinya, Bintang Puspayoga nomor urut 30 dan putranya, Anak Agung Ngurah Abi Yoga nomor urut 31.

Ketua TPS VIII Banjar Belaluan Sadmerta, Ketut Sumadi, menjelaskan, Puspayoga merupakan salah seorang dari 366 pemilih di TPS tersebut.

Puspayoga yang saat ini masih menjabat Wagub Bali itu berharap pelaksanaan pilkada berlangsung lancar, aman, dan damai.

Setelah Pilkada diharapkan tidak ada lagi masalah yang muncul berkaitan dengan pemilihan gubernur dan wakil gubernur.

Ketika ditanya optimismenya untuk memenangkan Pilkada Bali itu, Puspayoga yang kini menjabat Wakil Gubernur Bali itu tidak berani mengungkapkan mendahului kehendak Tuhan. "Kita tunggu saja hasil penghitungan Pilkada Bali," kata tokoh Puri Satria itu.

2,9 JUTA WARGA BALI MEMILIH CALON GUBERNUR 15 MEI 2013


DENPASAR–Sekitar 2,9 juta warga Bali yang terdaftar dalam daftar pemilih tetap siap melaksanakan pemilihan Gubernur Bali periode 2013-2018 di 6.371 tempat pemungutan suara (TPS) hari ini, Rabu (15/5/2013).
Ketua KPU Bali Ketut Sukawati Lanang Putra Perbawa mengatakan pihaknya sudah memastikan seluruh distribusi logistik Pemilihan Gubernur Bali sudah diterima hingga pelosok-pelosok desa.
“Hingga semalam, jajaran petugas di tingkat TPS sibuk menyiapkan pelaksanaan pemungutan suara,” katanya, Rabu.
Proses pemungutan suara ini, menurutnya, akan dimulai pada pukul 07.00 Wita hingga 13.00 Wita.
Ribuan TPS itu tersebar di 9 kabupaten/kota di Bali yakni Denpasar, Badung, Tabanan, Jembrana, Buleleng, Bangli, Karangasem, Klungkung dan Gianyar.
Data KPU, daftar pemilih tetap Bali terdiri dari pemilih laki-laki 1.448.287 orang dan perempuan 1.477.392 orang.
Kabupaten Buleleng menempati urutan dengan jumlah pemilih terbanyak, diikuti Tabanan. Setelah itu Kabupaten Badung dan Denpasar.
Di setiap TPS, jelas Ketut, warga yang telah memiliki undangan C6 bisa langsung ke TPS terdekat untuk menggunakan hak suaranya.
Sementara bagi warga yang tidak mendapat undangan C6 bisa tetap mencoblos dengan membawa KTP dan kartu keluarga (KK).
Namun, pencoblosan dengan KTP dan KK hanya bisa dilakukan di TPS sesuai alamat yang tercantum di KTP dan KK.
Pilgub Bali 2013, menyandingkan dua pasangan cagub yaitu AA Ngurah Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan dan Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta.
Sementara itu, Polda Bali dan Kodam IX Udayana menyiagakan 2.685 personil dalam pasukan gabungan TNI/Polri untuk mengamankan Pemilihan Gubernur Bali kali ini.
“Pelibatan pasukan dari Polda Jatim sebagai bentuk kesiapsiagaan Mabes Polri dalam menjaga keamanan Pilkada Bali,” kata Kepala Polda Bali Inspektur Jenderal Arif Wachyunadi.
Jajaran Polda Bali melalui sandi Mantap Praja Agung 2013 melakukan berbagai kegiatan yang disesuaikan dengan hasil pemetaan titik-titik rawan.
Sejumlah kawasan itu diprediksi terjadi peningkatan situasi kamtibmas menjelang Pilkada Bali.
“Personil diharapkan mampu mengidentifikasi dan merespon setiap perkembangan di lapangan,” tegasnya. (Jibi/apa/wde)

PEJABAT DI SUMATERA UTARA KENA SASAR TANGKAP TANGAN OLEH KPK


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap beberapa pejabat di Sumatera Utara yang diduga terlibat kasus korupsi, selasa, 14 Mei 2013.

Humas KPK, Johan Budi, membenarkan adanya OTT yang dilakukan oleh timnya di Medan. Namun, dia belum mau memberikan keterangan resmi. Pasalnya, hingga kini laporannya belum diserahkan oleh timnya.

"Benar ada OTT di Medan, tapi tim di Medan belum berikan laporan dan data soal ini. Besok saya janji akan paparkan jika data lengkap sudah kami terima," ujar Johan Budi saat ditanya nama pejabat yang ditangkap oleh pihaknya.

"Kalau yang ditangkap ada, lebih dari satu orang. Tapi tunggu data lengkap semua baru kita beberkan," katanya.

Sebelumnya, KPK melakukan pemeriksaan terhadap beberapa pejabat di sebuah ruangan kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu). Salah satunya adalah petinggi salah satu kabupaten di Sumut, seorang pejabat lainnya, serta dua kontraktor.

KPK hari ini, Selasa, 14 Mei 2013, juga melakukan penggeledahan selama enam jam di rumah Bupati Mandailing Natal Hidayat Batubara di Jalan Sei Asahan Nomor 76, Medan. Disaksikan Kepala Lingkungan setempat, personel Polda Sumut dan beberapa saksi lain, KPK membongkar brankas yang berada di dalam rumah Hidayat Batubara.

"Iya, ada penggeledahan di kediaman Pak Hidayat. Ada brankas dalam lemari yang dibongkar mencari beberapa dokumen penting," ujar Usman kepala lingkungan setempat. Dia juga mengaku diminta hadir untuk menyaksikan pembongkaran brankas tersebut.

PENGAWAL PRIBADI HILMI AMINUDDIN PUKUL WARTAWAN DI KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi mengaku prihatin atas tindak kekerasan yang dilakukan pengawal pribadi Hilmi Aminuddin terhadap jurnalis di Gedung KPK, Selasa (14/5) sore. KPK pun akan melakukan evaluasi terkait aturan saksi membawa pengawal pribadi.

"Saya ikut prihatin bahwa ada pemukulan kepada wartawan di KPK. Saya menyesalkan," kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (14/5) petang.

Johan mengatakan, KPK akan meningkatkan pengamanan terkait dengan saksi yang membawa pengawal pribadi. "Tadi sudah sampai ke pimpinan, aturan berapa pengawal yang masuk akan dievalusi," jelasnya.

Lantaran itu, Johan menegaskan perlindungan terhadap jurnalis yang meliput menjadi salah satu prioritas KPK. Sebab, pekerja media punya tugas mewakili masyarakat. "Bagaimana pun, media harus terlindungi dari upaya kekasaran. Karena, jurnalis kan melakukan tugas menyampaikan informasi," tegasnya.

Seperti diketahui, sejumlah orang yang diduga pengawal pribadi Hilmi Aminuddin melakukan pemukulan terhadap sejumlah pekerja media yang sedang melakukan peliputan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Selasa (14/5) sore. Sejumlah jurnalis media cetak dan elektronik dipukuli pengawal Hilmi yang mengenakan baju bebas dan batik.

Namun, pengacara Hilmi, Zainuddin Paru menyatakan, pihaknya tidak mengetahui berasal dari mana para pengawal tersebut. "Maaf insiden tadi, saya pribadi tidak tahu itu dari mana," tegasnya.