Minggu, 20 Maret 2016

Roro Ahirnya Masuk Penjara, Siapakah Kira - Kira Yang Akan Menyusul ???

Roro Yuwati
Oleh Roberto Nainggolan –
Kejaksaan Negeri (Kejari) Bekasi menjebloskan tersangka Roro Yoewati (RY) ke rumah tahanan (Rutan) Pondok Bambu, Jakarta Timur, Jumat (18/3). Dia diduga melakukan tindak pidana korupsi anggaran pendidikan dan pelatihan (Diklat) pra jabatan tahun 2009 yang merugikan keuangan negara senilai Rp2,4 miliar. 

Penahanan terhadap Roro dibenarkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bekasi Didik Istiyanta. Menurutnya, penahanan itu  dilakukan selama 20 hari kedepan di Rutan Pondok Bambu.

Meskipun telah menetapkan Roro sebagai tersangka, Didik memastikan penyidikan kasus ini masih berlanjut. Dia juga tidak menampik kemungkinan munculnya tersangka lain yang akan menyusul Roro.

“Dalam menetapkan tersangka terhadap RY, kami sudah berhati-hati mulai dari penyidikan, dan memeriksa saksi – saksi. Hasil dari penyidikan dan berdasar keterangan saksi, 4 alat bukti dinyatakan memenuhi semua unsur sehingga hari ini kami lakukan penahanan selama 20 hari kedepan sebelum proses persidangan, ” jelas Didik Istiyanta kepada awak media.

Roro yang saat ini menjabat sebagai staf ahli walikota Bekasi bidang kemasyarakatan itu dijebloksan ke tahanan pada kesempatan pertamanya mendatangi kantor Kejari untuk memenuhi panggilan pemeriksaan jaksa penyidik dalam statusnya sebagai tersangka.

Setelah menjalani pemeriksaan selama kurang lebih tiga jam, Roro segera digiring petugas menuju rutan Pondok Bambu dengan mengendarai Avanza hitam berpelat merah B 1177 KQN.
Tidak ada satu kata pun yang terucap dari Roro.

Ketika datang ke kejaksaan, Roro memakai batik cokelat dengan padanan kerudung cokelat muda. Raut wajah birokrat yang selama ini kerap dihiasi senyum itu kali ini tampak muram dan lebih banyak tertunduk karena mencoba menghindari sorot kamera pewarta yang mengerubutinya.

“Tersangka RY kami panggil hari ini untuk dimintai keterangan, sekaligus mengekspos kasus ini. Kami mengantongi empat alat bukti yang sudah kuat untuk dipergunakan menyeret tersangka RY ke dalam tahanan,” kata Didik.

Didik mengatakan, kasus yang menyeret RY ke tahanan ini terjadi pada tahun 2009. Kala itu, RY menjabat sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) pada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Bekasi.
Dari anggaran penyelenggaraan diklat prajabatan golongan I, II, dan III senilai Rp 8 miliar, sebanyak Rp 2,4 miliar di antaranya disalahgunakan tersangka hingga masuk ke rekening pribadinya.

“Modusnya seperti apa, baru akan dijelaskan di persidangan,” ujar Didik.
Awalnya, semua proses pembayaran kepada pihak kedua dilakukan melalui rekening instansi. Namun, beberapa waktu kemudian, Roro menerima uang miliaran rupiah di rekening pribadinya.

Uang yang mengendap di rekening Roro itulah yang kemudian menyeretnya ke kejaksaan. Selama proses hukum, Roro sempat dipindah jabatannya dari BKD menjadi Camat Pondok Melati. Dan, terakhir atau saat ini menjabat sebagai staf ahli walikota.***

Kamis, 17 Maret 2016

Politisi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari Kecewa Atas Sikap dan Ucapan Ahok.

IMN News Jakarta - Politikus PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari meluapkan kekecewaannya terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama. 

Pasalnya, gubernur yang beken dengan panggilan Ahok itu terus-terusan menyudutkan PDIP lantaran tak bersedia mendukungnya di Pilkada DKI 2017. 

Terbaru, Ahok menyebut cintanya kepada partai pengusungnya dalam Pilkada DKI Jakarta 2012 itu bertepuk sebelah tangan. Bahkan, mantan Bupati Belitung Timur itu meminta jangan disalahkan karena akhirnya memilih jalur perseorangan.

"‎Aku kecewa seolah kami tidak ada investasi ke dia (Ahok). Aku Jubir dia saat pilkada, aku pasang badan di PDIP, serangan Rhoma Irama, Amien Rais. Berikutnya, komandan di Kalideres, semua saksi dari PDIP," kata Eva di gedung DPR Jakarta, Kamis (17/3).

Bahkan, Eva mempertanyakan siapa sebenarnya yang bertepuk sebelah tangan. Pasalnya, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri sudah lebih dulu memberikan sinyal kepada Ahok ketika ulang tahunnya beberapa waktu lalu.

"Yang bertepuk tangan sebelah mana? Bu Mega ultah ngasih tumpeng pertama ke Ahok, itu simbol. Kenapa PDI Perjuangan disoal, kami yang berdarah-darah, kok tiba-tiba ilang, hanya karena ada orang ngumpulin KTP. Kita kerja untuk NKRI, untuk kesetaraan warga negara," tutur Eva.

Karenanya, Eva menegaskan bahwa ketumnya sudah berpesan supaya kader partainya tetap fokus bekerja sesuai platform partai menjalankan proses penjaringan calon jelang Pilkada DKI Jakarta.

"Pesan ketum, biarkan Teman Ahok teriak, kami fokus pada platform PDI Perjuangan. Untuk rekomendasi, melalui penjaringan penyaringan, kami tetap lakukan itu, syukur Ahok mau. Ahok istimewa, kami bela dia. Kalau tidak mau, kami banyak opsi dan banyak kader, kita berjuang juga," pungkasnya.(fat/jpnn)

Minggu, 13 Maret 2016

Kota Bekasi Kota Kita Semua

IMN News,Bekasi – Ribuan orang masyarakat Kota Bekasi menghadiri pertunjukan wayang kulit semalam suntuk yang diselenggarakan oleh panitia HUT Kota Bekasi ke 19 di Lapangan Kecamatan Bekasi Utara Kota Bekasi pada Sabtu, 12 Maret 2016. 
 
Meskipun diguyur hujan gerimis menjelang awal pertunjukan namun tidak mengurangi antusiasisme warga masyarakat untuk memenuhi undangan dari panitia. Arif Rahman Hakim selaku ketua panitia dalam sambutannya mengatakan sebagai anak bangsa kita tidak pernah lagi mempermasalahkan siapa dan dari mana, siapapun yang tinggal di Kota Bekasi mempunyai hak yang sama untuk memberikan sumbangsihnya untuk Kota Bekasi di antaranya bisa melalui pagelaran seni dan budaya. 
 
Dengan tegas Arif manambahkan, di lahirkan dimanapun kita, di besarkan dari suku manapun kita, ketika kita tinggal di Kota Bekasi,kita adalah orang Bekasi yang punya cita – cita dan kewajiban yang sama, untuk menjaga dan membangun Kota Bekasi, "BEKASI MILIK SEMUA" menutup sambutan nya.
 
Hadir dalam acara tersebut diantaranya H.Mochtar Mohamad (Mantan Walikota Bekasi), Hj.Sumiyati (DPRD I Prop.Jawa Barat), Wasimin, Enie Widhiastuti, Tumpak T, Reynold (DPRD Kota Bekasi FPDI-P), Syaheralayali (DPRD Kota Bekasi F Hanura), Bambang Tahapan Sutopo, Sarni (DPRD Kota Bekasi F Gerindra), H.Solikin (DPRD F PPP) dan tokoh masyarakat Kota Bekasi, Ormas Pemuda dan lain sebagainya. 
 
Mochtar Mohamad (M2) dalam sambutannya mengucapkan terimakasih yang setinggi – tingginya kepada panitia atas terselenggaranya acara tersebut hingga membangkitkan semangatnya untuk selalu dekat dengan masyarakat. M2 yang juga sebagai dewan penyantun STIE Tribuana dan SMK Mitra Karya menjelaskan kepada para tamu undangan bahwa saat ini STIE Tribuana telah mampu memberikan bea siswa kuliah gratis tidak kurang kepada1000 siswa. 
 
Kepada seluruh para Anggota Dewan yang hadir mantan orang nomor satu di Kota Bekasi tersebut juga berpesan tolong perhatikan sekaligus diperjuangkan para generasi muda kita yang kebetulan tidak seberuntung dengan rekan - rekan lainnya agar tetap bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi agar kelak tercipta sumber daya manusia yang mumpuni disegala bidang untuk generasi calon – calon pemimpin dimasa yang akan datang tandasnya.
 
Sebagai wakil rakyat harus dan wajib memperjuangkan aspirasi masyarakat termasuk dirinya yang kini adalah sebagai masyarakat biasa seperti para penonton yang hadir malam ini imbuhnya yang disambut tepuk tangan gemuruh dari para penonton yang hadir.
 
Alex Suherman selaku Sekretaris Panitia mengatakan acara ini terselenggara atas kerja sama antara Pengurus PDI Perjuangan dari mulai PAC PDI Perjuangan Kec.Bekasi Utara dengan para Pengurus Ranting dengan menggandeng pihak Yayasan STIE Tribuana Bekasi. Dengan dana patungan kami ingin berpartisipasi untuk ikut merayakan HUT Kota Bekasi ke 19 Th dengan mengadakan acara

Kota Bekasi Punya Kita Semua

IMN News,Bekasi – Ribuan orang masyarakat Kota Bekasi menghadiri pertunjukan wayang kulit semalam suntuk yang diselenggarakan oleh panitia HUT Kota Bekasi ke 19 di Lapangan Kecamatan Bekasi Utara Kota Bekasi pada Sabtu, 12 Maret 2016. 
 
Meskipun diguyur hujan gerimis menjelang awal pertunjukan namun tidak mengurangi antusiasisme warga masyarakat untuk memenuhi undangan dari panitia. Arif Rahman Hakim selaku ketua panitia dalam sambutannya mengatakan sebagai anak bangsa kita tidak pernah lagi mempermasalahkan siapa dan dari mana, siapapun yang tinggal di Kota Bekasi mempunyai hak yang sama untuk memberikan sumbangsihnya untuk Kota Bekasi di antaranya bisa melalui pagelaran seni dan budaya. 
 
Dengan tegas Arif manambahkan, di lahirkan dimanapun kita, di besarkan dari suku manapun kita, ketika kita tinggal di Kota Bekasi,kita adalah orang Bekasi yang punya cita – cita dan kewajiban yang sama, untuk menjaga dan membangun Kota Bekasi, "BEKASI MILIK SEMUA" menutup sambutan nya.
 
Hadir dalam acara tersebut diantaranya H.Mochtar Mohamad (Mantan Walikota Bekasi), Hj.Sumiyati (DPRD I Prop.Jawa Barat), Wasimin, Enie Widhiastuti, Tumpak T, Reynold (DPRD Kota Bekasi FPDI-P), Syaheralayali (DPRD Kota Bekasi F Hanura), Bambang Tahapan Sutopo, Sarni (DPRD Kota Bekasi F Gerindra), H.Solikin (DPRD F PPP) dan tokoh masyarakat Kota Bekasi, Ormas Pemuda dan lain sebagainya. 
 
Mochtar Mohamad (M2) dalam sambutannya mengucapkan terimakasih yang setinggi – tingginya kepada panitia atas terselenggaranya acara tersebut hingga membangkitkan semangatnya untuk selalu dekat dengan masyarakat. M2 yang juga sebagai dewan penyantun STIE Tribuana dan SMK Mitra Karya menjelaskan kepada para tamu undangan bahwa saat ini STIE Tribuana telah mampu memberikan bea siswa kuliah gratis tidak kurang kepada1000 siswa. 
 
Kepada seluruh para Anggota Dewan yang hadir mantan orang nomor satu di Kota Bekasi tersebut juga berpesan tolong perhatikan sekaligus diperjuangkan para generasi muda kita yang kebetulan tidak seberuntung dengan rekan - rekan lainnya agar tetap bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi agar kelak tercipta sumber daya manusia yang mumpuni disegala bidang untuk generasi calon – calon pemimpin dimasa yang akan datang tandasnya.
 
Sebagai wakil rakyat harus dan wajib memperjuangkan aspirasi masyarakat termasuk dirinya yang kini adalah sebagai masyarakat biasa seperti para penonton yang hadir malam ini imbuhnya yang disambut tepuk tangan gemuruh dari para penonton yang hadir.
 
Alex Suherman selaku Sekretaris Panitia mengatakan acara ini terselenggara atas kerja sama antara Pengurus PDI Perjuangan dari mulai PAC PDI Perjuangan Kec.Bekasi Utara dengan para Pengurus Ranting dengan menggandeng pihak Yayasan STIE Tribuana Bekasi. Dengan dana patungan kami ingin berpartisipasi untuk ikut merayakan HUT Kota Bekasi ke 19 Th dengan mengadakan acara. (Imn)

Minggu, 06 Maret 2016

Diana Widyastuti Sosok Perempuan Hebat, Pemberani, Tangguh, Sukses, Peduli dan Mandiri





Info Media Nasional News, Jakarta - Perempuan Jawa yang cantik dan manis ini terlahir di Medan Sumatra Utara dan besar di Jakarta yang mempunyai nama lengkap Diana Widyastuti terlahir dari pasangan Ir.Abdul Mufti – Titik Herwati putri No 2 dari 5 (lima) bersaudara.

Sosok perempuan yang satu ini merupakan sosok perempuan yang tangguh bahkan terkesan pemberani peduli dan mandiri.Meskipun berlatar belakang dari keluarga yang mampu Diana  tidak pernah sombong dan angkuh kepada orang lain. Hal tersebut bisa tercermin dari Diana kecil sering kali memberikan makanan dan minuman kepada para karyawan diperkebunan (PTP) dimana sang ayah waktu itu bertugas.

Dirinya tidak pernah membedakan suku, agama, ras dan lain sebagainya yang dia tau adalah satu bangsa Indonesia. Menghabiskan masa kecilnya (SD) di Sumatra Utara besar di Jakarta (SMP,SMA,KULIAH) hingga ahirnya dikirim oleh kedua orang tuanya untuk melanjutkan kuliah di Australia tepatnya di Swimburn University dan Austraian Business College jurusan Business Administration dengan gelar Bachelor Of Business.

Setelah menyelesaikan kuliahnya di negeri Kanguru Diana kembali ke Jakarta dan bekerja disalah satu perusahaan terkenal dan ternama di Jakarta. Meskipun diperusahaan tersebut mendapatkan berbagai fasilitas dengan gaji yang cukup lumayan dirinya merasa masih kurang bisa untuk berbuat leluasa karena dirinya tetaplah hanya sebagai karyawan. Dari sanalah dirinya membulatkan tekadnya yang kuat untuk bisa menjadi seorang pengusaha meskipun harus mengawalinya dari nol.

Dengan bermodalkan mobil pemberian orang tuanya dan sedikit uang tabungan dirinya keluar masuk pasar Tanah Abang untuk mencoba berdagang. Diawali hanya 1-2 karyawan dirinya membuka jahitan dan menawarkannya kepada para pedagang yang ada di Tanah Abang. Berkat ketekunan dan kerja kerasnya sekarang tidak kurang dari 1000 Karyawan telah menjadi karyawannya dibawah naungan bendera PT.Handal Cipta Sarana dimana beliau menjadi ouner satu-satu nya.

Bukan hanya sampai disitu saja dirinya berusaha, dengan keyakinan yang kuat Diana membuka usaha lainnya diantaranya sebagai suplayer diberbagai bidang usaha dan perusahaan termasuk diantaranya PT.Freeport di Papua. Sosok Diana Widyastuti dikalangan tertentu di wilyah Papua bukanlah merupakan sosok perempuan yang asing bagi masyarakat disana.

Beliau mempunyai banyak anak asuh di Papua yang sering kali dikunjungi serta di bina sekaligus diberikan arahan untuk bisa menjadi anak- anak yang mandiri dan menjadi calon generasi penerus bangsa.

Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar dan kaya ujarnya kepada Info Media Nasional News (4/3/16) anak – anak Papua serta masyarakat disana harus kita bantu sesuai dengan kemampuan kita agar sama - sama bisa merasakan kebahagiaan sama dengan anak – anak yang ada diseluruh wilayah Indonesia lainnya.

Berbagai penghargaan telah mampu diraihnya dari berbagai macam instansi baik swasta maupun pemerintahan namun hal tersebut sesungguhnya bukanlah hal yang menjadi taget dan tujuan utamanya, Diana Widyastuti merasa lebih nyaman dan enjoi ketika melihat orang lain bisa tersenyum dan tertawa lepas menikmati hidup ini yang besifat hanya sementara.

Dirinya juga mengatakan ketika kita mati nanti yang kita bawa bukanlah harta kita yang melimpah ruah, namun hanya kain sepotong, lalu buat apa kita mesti harus sombong dan tidak mau berbagi kepada sesama, karena apa yang kita dapat hari ini sebagihan juga adalah milih orang lain toh tandasnya.

Kita harus mau menyisihkan sebagihan dari rizki kita untuk membantu masyarakat yang membutuhkannya. Secara khusus dirinya berpesan kepada wanita – wanita Indonesia agar hendaknya kaum perempuan jangan pernah tergantung kepada siapapun termasuk dengan suami.


Wanita Indonesia harus mau untuk selalu berkreatif dan mandiri dibidang apapun, bukan berarti harus meninggalkan keluarga, dia harus tetap menjadi ibu rumah tangga yang baik dengan mengikuti pelatihan dan kegiatan yang ada disekitarnya misalnya RT,RW,UKM, Koperasi dan lain – lain hingga ahirnya cita-cita  RA.Kartini dengan emansipasinya akan terwujud dan tercapai.

Perempuan tangguh yang suka memainkan alat musik Piano dan Biola ini juga selalu menjaga kesehatannya dengan olah raga bermain Golf, hingga di usianya yang sekarang masih terlihat cantik, manis dan enerjik. (Alex S)

Minggu, 21 Februari 2016

Sombongnya Pasha Ungu Setelah Menjadi Pejabat Wakil Walikota

Pasha: Sekarang saya sudah pejabat, kamu kan cuma kontributor

Pasha: Sekarang saya sudah pejabat, kamu kan cuma kontributor
Pasha Ungu Instagram
 
 Info Media Nasional News - Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Palu, Mohammad Iqbal Rasyid sangat menyesalkan sikap Wakil Wali Kota Palu yang baru dilantik Sigit Purnomo Said atau Pasha Ungu atas insiden yang dianggap mencederai kerja jurnalis di Kota Palu.
"Jikalau kejadiannya seperti informasi yang beredar, maka kami sangat menyesalkan peristiwa tersebut, karena di era keterbukaan informasi publik saat ini, kok masih ada perilaku pejabat yang seperti itu," katanya di Palu, Rabu.
Dilansir dari Antara Sulteng, Ridwan Lapasere salah satu jurnalis MNC Grup yang mengalami insiden tersebut menuturkan saat hendak mewawancarai Pasha namun saat itu dia menolak. "Saya ini sekarang sudah pejabat, bukan lagi artis. Kamu orang cuma kontributor kan," kata Ridwan menirukan perkataan Pasha.




Setelah dia berlalu meninggalkan vokalis band Ungu itu, Rahman, seorang jurnalis lainnya NET TV datang dan mengalami perlakuan yang sama. Ridwan dan Rahman mengaku mendapatkan tugas untuk melakukan peliputan khusus terkait kegiatan yang dilakukan beberapa jam menjelang pelantikan.
Hal serupa juga ditunjukkan Pasha saat pelantikan. Pasha terkesan menjauhi awak media yang mencoba mengabadikannya. Justru, Pasha melayani sejumlah penggemarnya yang memintanya untuk berfoto selfie melalui smartphone.
Usai pelantikan pun, Pasha yang datang bersama istrinya Adelia Wilhelmina sama sekali tidak mau melayani wartawan. Ketua AJI Palu berharap Pasha memberi penjelasan terkait insiden itu, karena menurut data yang diperoleh, perilaku tidak menyenangkan yang dilakukan Pasha itu juga menimpa beberapa jurnalis lainnya.
Pasha terpilih menjadi Wawali Kota Palu mendampingi Hidayat dengan dukungan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Amanat Nasional (PAN).
(kpl/ant/frs)

Senin, 01 Februari 2016

Rp 4,4 Triliun Aset SUPERSEMAR Disita


ASET SUPERSEMAR DISITA: Total Rp4,4 Triliun, Berikut Rinciannya
Kapuspenkum Kejagung Amir Yanto 
Info Media Nasional News JAKARTA - Jaksa Pengacara Negara (JPN), Senin (1/2/2016) mengajukan permohonan sita eksekusi aset Yayasan Supersemar kepada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"JPN telah mengajukan permohonan sita eksekusi," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Amir Yanto di Jakarta.

Adapun aset yang dimintakan untuk dieksekusi adalah rekening, deposito dan giro di berbagai bank yang seluruhnya berjumlah 113 rekening, deposito dan giro.

Selanjutnya, dua bidang tanah dan bangunan seluas lebih kurang 16.000 meter persegi terletak di Bogor seluas lebih kurang 8.000 meter persegi dan Jakarta seluas lebih kurang 8.000 meter persegi.

"Serta enam kendaraan roda empat," katanya.

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan akan mengizinkan proses sita paksa terhadap aset dari Yayasan Supersemar senilai Rp4,4 triliun, jika tuntutan tidak dipenuhi.

"Waktunya delapan hari untuk melaksanakan isi putusan," kata Humas PN Jakarta Selatan Made Sutrisna di Jakarta.

Dijelaskan, jika dalam waktu delapan hari tidak bisa terpenuhi atau kondisi tidak berubah, maka kejaksaan dipersilakan untuk melakukan penyitaan dan juru sita sudah ditunjuk.

Saat ini, Kuasa Hukum Supersemar Bambang Hartono juga sedang mangajukan gugatan perdata baru mengenai jumlah sebenarnya uang yang tidak sampai Rp4,4 triliun.

Namun, belum diketahui apakah gugatan tersebut disetujui oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Sebelumnya, dalam Peninjauan Kembali yang dijatuhkan Mahkamah Agung pada 8 Juli 2015, Soeharto dan ahli warisnya serta Yayasan Supersemar harus membayar 315 juta dolar AS dan Rp139,2 miliar kepada negara atau sekitar Rp4,4 triliun dengan kurs saat ini.

Pada tanggal 27 Maret 2008, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutus Yayasan Beasiswa Supersemar bersalah menyelewengkan dana dan diperkuat oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.