Minggu, 24 Maret 2013

WASIMIN ( Ketua PAC PDIP Bekasi Utara ) BALON CALEG DPRD KOTA BEKASI YANG SUKSES SEBAGAI PENGUSAHA .




WASIMIN, Pria yang dikenal sebagai Ketua Pengurus Anak Cabang PDI Perjuangan Kec.Bekasi Utara tersebut juga dikenal secara luas sebagai pengusaha yang sukses dibidang ayam potong. Dengan modal keyakinan dan keuletannya sebagai pengusaha dibantu dengan istri tercintanya beliau memulai usahanya dari nol. Pria asli Wonogiri yang terkenal dengan kepolosannya dan ceplas-ceplos tersebut juga merupakan salah satu ketua RW di lingkungan Kel.Harapan Jaya Bekasi Utara tepatnya RW 022 yang terpilih 2 kali secara berturut-turut dengan suara mayoritas.

Dilatar belakangi oleh sebuah idiologi partai yang tertanam dalam jiwa WASIMIN muda ketika masih di daerah, beliau juga aktif sebagai simpatisan PDI Perjuangan di Kota Bekasi. Meskipun tidak harus duduk secara resmi didalam kepengurusan partai namun beliau tetep eksis didalam memperjuangakan partai bergandeng tangan dengan para simpatisan,kader serta para pengurus dari mulai tingkat paling bawah hingga tingkat paling tinggi di jajaran Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

WASIMIN yang sering dipanggil dengan sebutan Wasimin BA ( Bandar Ayam ) tersebut juga di tahun 2004 yang lalu dipercaya sebagai ketua MEGA CENTER untuk pemenangan di wilayah Kec.Bekasi Utara.Tidak hanya sampai disitu, ketika partai punya hajat besar tidak terlepas sumbangsihnya baik sebagai simpatisan maupun sebagai pengusaha.

Ketika partai PDI Perjuangan Kota Bekasi mengusung kader terbaik partai H.Mochtar Mohamad ( Ketua DPC ) maju dalam pilkada yang berpasangan dengan Rahmat Efendi dengan sebutan M2R beberapa tahun yang lalu hingga sukses memenangkan pertarungan perebutan kursi Bekasi Satu (1) secara pemilihan langsung yang pertama pun tidak terlepas dari peran sertanya sebagai tokoh,sekaligus pengusaha yang berada dibalik layar maupun secara terang-terangan mensosialisasikan M2R secara langsung kepada masyarakat baik melalui pertemuan-pertemuan ataupun aktif memberikan statement-statement di media cetak khususnya diwilayah Kota Bekasi.

Sampaialah saatnya didaulat oleh para kader serta para pengurus PDI Perjuangan untuk maju menjadi salah satu kandidat Ketua PAC PDI Perjuangan Kec.Bekasi Utara pada tahun 2010 lalu yang berhasil dimenangkannya dengan mendapatkan suara 4 Kelurahan dari 6 Kelurahan yang ada di Kec.Bekasi Utara.
Sebelum terpilih menjadi Ketua PAC PDI Perjuangan Kec.Bekasi Utara, beliau juga telah ikut serta menjadi CALEG dari dapil III dengan nomor urut 8 mewakili dari unsyur tokoh masyarakat .

 Meskipun waktu pemilihan belum cukup mendapatkan suara yang signifikan dan belum mampu menghantarnya menjadi wakil rakyat dari Bekasi Utara, namun suaranya cukup banyak. Sehingga hal tersebut memantapkan dirinya untuk mencoba maju kembali didalam pileg yang akan datang disamping mempunyai hak khusus sebagai Ketua Pengurus Anak Cabang beliau juga sudah mempunyai modal suara awal yang cukup dijadikan dasar untuk bisa menjadi caleg yang mesti banyak diperhitungkan baik secara eksternal maupun oleh pihak internal itu sendiri Pada pilkada 2012 lalu meskipun calon yang di usung oleh PDI Perjuangan Kota Bekasi pasangan SM2-ANIM belum mampu memenangkan pertarungan melawan incumbent namun di wilayah nya mampu dengan telak dimenangkannya. Demikan juga ketika PILGUB JABAR beberapa waktu yang lalu,meskipun pasangan Rieke - Teten kalah di Kecamatan yang dipimpinnya namun diwilayahnya RW nya berhasil meraup suara terbanyak bahkan bisa dikatakan terbesar dalam nilai jumlah suara antar TPS sekota Bekasi . Disamping itu pula Kecamatan Bekasi Utara mampu menyumbangkan suara terbesar sekota Bekasi dengan jumlah yang signifikan sekitar 36.000 lebih suara.

               Ida Noviastuti (dkpa PAC), Alex S, Wasimin ( ketua ), Dedy Lukman (bendahara PAC)
                                                                       IM, Wasimin

Tentunya hal tersebut bukanlah merupakan hasil kerja peseorangan beliau sebagai pengurus partai namun juga merupakan hasil kerja secara tim kolegial secara bersama-sama dengan para pengurus yang lain dan para kader yang berada di bawah nya. Harapannya nama beliau bisa melanggang sampai dengan dikeluarkannya DCS sampai dengan DCT yang sekarang lagi di godok oleh kepengurusan yang lebih tinggi tingkatannya dalam hal ini DPC,DPD dan DPP. Iyah deh ketua....nanti kalu sdh lolos ke DCS dan DPT baru kita buat program kerja dan visi misi ungkapnya.Info Media Nasional News ( alex s ).

EVA SUNDARI JUGA KE BELANDA
SANTET INDONESIA LEBIH HEBAT

Ke Belanda, Eva Sundari Emoh Tanya Soal Santet
Anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Eva Kusuma Sundari, akan mengikuti kunjungan kerja Komisi Hukum ke Eropa. Kata Eva, kunjungan kerja itu untuk mendalami Rancangan Undang-Undang Kitab UU Hukum Acara Pidana (KUHAP) dan Kitab UU Hukum Pidana (KUHP).
Dari empat negara yang dikunjungi Komisi, Eva memilih berangkat ke Belanda. "Belanda kan menjadi landasan utama hukum kita," kata Eva, Jumat, 22 Maret 2013.
Di Belanda, Eva tak akan bertanya mengenai pasal santet dan zina lajang di Negeri Kincir Angin itu. Sebab, dia merasa malu bila pasal-pasal kontroversial itu ditanyakan. "Nanti apa kata mereka, bisa-bisa saya diketawain," ujar dia.

Dari awal, Eva memang menolak masuknya pasal santet dan zina lajang dalam draf rancangan yang diusulkan pemerintah. Menurut dia, dua pasal ini sulit diterapkan karena tak jelas indikatornya. "Lagi pula dua pasal ini tak berlaku di empat negara yang akan dikunjungi nanti."
Eva berencana lebih mendalami proses penegakan hukum dan tata cara beracara pidana di Belanda. Menurut dia, ketimbang mempelajari pasal per pasal, kunjungan lebih baik dioptimalkan guna bertukar pikiran tentang prinsip dasar penegakan hukum. 

Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran memperkirakan, DPR menghabiskan anggaran senilai Rp 1,33 miliar untuk kunjungan ke Belanda. Asumsi biaya ini diprediksi dari jumlah peserta yang berangkat: 13 anggota Dewan dan dua staf sekretariat. Perhitungan sudah termasuk seluruh anggaran: transportasi, akomodasi, dan konsumsi; yang dibuat berdasarkan Peraturan Menteri Keuangaan Nomor 37 Tahun 2012 tentang Standar Biaya Tahun 2013. 

Selain Belanda, Komisi Hukum juga mengirim rombongan ke Inggris, Prancis, dan Rusia. Untuk kunjungan ke empat negara ini, diperkirakan DPR menghabiskan anggaran hingga Rp 6,5 miliar. Keberangkatannya sendiri direncanakan pada 14-19 April 2013.
IRA GUSLINA SUFA

BERLAKUNYA HUKUM RIMBA DI NEGERI YANG MENGEDEPANKAN HUKUM SEBAGAI PANGLIMA.

4 Tahanan Tewas Bukan Pelanggaran HAM (LP Sleman)

Hukum rimba yang adanya di hutan belantara sedang dipraktekan terjadi di negara tercinta Indonesia. Hukum rimba yang bercirikan siapa kuat dia yang berkuasa sehingga bisa berbuat semau-maunya tanpa ada aturan yang jelas. Dirinya adalah aturan yang jelas tersebut.

Adalah sertu Heru Santosa anggota kopassus Kandang Menjangan Kartosuro yang tewas dalam pertikaian di kafe paling ramai di Yogyakarta, Hugos Cafe. Apa alasan pertikaian tersebut masih belum jelas, apakah perebutan jasa keamanan kafe ? Persaingan penjualan narkoba ? Atau senggolan di lantai dansa ? Atau perselisihan di luar kafe yang terbawa sampai ke dalam kafe ? Yang pasti pelaku pembunuhan terhadap Sertu Heru Santosa telah ditangkap dan ditahan oleh penyidik polda DIY dan penahanannya dititipkan di Lapas Cebongan Sleman. Ke-4 tersangka pembunuhan adalah Yohannes Juan Manbait alias Juan, Gameliel Yermiayanto Rohiriwu, Andrianus Candra Gajala alias Dedi, Hendrik Benyamin Sahetapy Engkel alias Diki. Mereka berasal dari Kupang NTT.

Dinihari tadi ke-4 orang tersebut telah tewas tanpa bisa melakukan perlawanan karena mereka berada dalam sel tahanan. Ngeri pasti membayangkan apa perasaan ke-4 tahanan tersebut sebelum di eksekusi penyerangnya, apalagi sipir penjara tidak bisa berbuat apa-apa, menembak penyerang saja tidak, padahal sipir dibekali oleh senjata, mungkin sipir penjara, terpasuk kepala pengamanan Lapas dan Kepala Lapas berpikir : ‘biar sajalah mati 4 tahanan tersangka pembunuhan ini, gak bakal ada yang sedih, gak melanggar HAM, daripada gue yang mati’
Lagipula LP Sleman yang berada dibawah lingkungan kemenkumham RI bisa mencontoh apa yang dilakukan menkumham RI atau wamenkumham RI yang mengklaim tidak melanggar HAM saat melakukan pemindahan narapidana korupsi dari LP Porong Surabaya ke LP Sukamiskin Bandung dengan tangan narapidana diborgol dan disatukan berbaris dengan tali yang menghubungkan borgol-borgol tersebut, naik kereta api Argo Wilis siang hari dan dipamerkan ke media nasional dan orang banyak sejak dari stasiun Surabaya sampai stasiun Bandung, sejak dari Lapas Porong sampai Lapas Sukamiskin, seperti surat terbuka yang disampaikan Parman kepada SBY, yang berjudul ‘Ayahku Koruptor, Tapi Bukan Binatan

Jumat, 22 Maret 2013

KADER PKS SUBANG TERSANGKA KORUPSI, KABUR JADI BURONAN


Kader PKS Subang Tersangka Korupsi Kini Jadi Buronan

Satu lagi Bro and Sis, seorang kader PKS dari kabupaten subang menjadi tersangka, politikus kader PKS tersebut bernama Usep Ukaryana dan telah ditetapkan sebagai tersangka akibat perbuatan korupsi program usaha agrobisnis pertanian (PUAP) tahun 2012 sebesar 7.3 milyar rupiah.
“Keterlibatan Usep dalam kasus program Kementerian Pertanian tersebut karena kedudukannya sebagai Ketua Perhimpunan Petani dan Nelayan Sejahtera Indonesia (PPNSI) Kabupaten Subang,” kata Kepala Sie Pidana Khusus Kejari Subang, Wilman Ernaldi,
PPNSI merupakan institusi yang mengusulkan nama-nam Gabungan Kelompok Tani (gapoktan) yang mendapatkan saluran dana PUAP ke pihak Kemneterian Pertanian. Setiap Gapoktan yang lolos seleksi lalu menerima bantuan Rp 100 juta. “Ada 79 gapoktan yang menerima dana PUAP itu, tapi, kemudian dua gapoktan lain mengundurkan diri,” ujar Wilman
Dari total dana Rp 7,3 miliar yang diterima, yang tersalurkan hanya Rp 6,9 miliar.
Parahnya sekarang usep justru mangkir tiga kali ketika dipanggil oleh kejaksaan dan saat ini yang bersangkutan telah kabur alias jadi buronan karena ketakutan mau ditahan oleh kejaksaan.
Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Subang, Wilman Ernaldi, mengatakan Usep sudah dipanggil tiga kali untuk dieperiksa sebagai tersangka. “Dia tetap tak memenuhi undangan kami tanpa keterangan yang jelas,” ujar Wilman, Selasa, 12 Maret 2013.
Kejaksaan tak mengetahui di mana politikus PKS itu bersembunyi. Menurut Wilman, Usep sudah kabur dari Subang. Bila Usep ditemukan, kata Wilman, “Tim penyidik akan melakukan jemput paksa.”
Wah, usep mau kabur kemana, jangan-jangan diduga mau gabung bersama para teroris ya, Hayo kejaksaan, terus cari buronan ini jangan sampai lolos, siapa tahu ketika ditangkap dan diperiksa ada pihak ketiga juga yang bakalan terlibat, maklum bro and, sis, ada dugaan dana korupsinya buat Parta.

Kamis, 21 Maret 2013

PDI PERJUANGAN JAWA TENGAH PECAT KADER YANG MEMBELOT

TEMPO.CO, Semarang - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Jawa Tengah mulai menerapkan sanksi tegas terhadap pengurus maupun kadernya yang diketahui mendukung calon gubernur yang diusung partai lain dalam pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2013.

Sekretaris DPD PDIP Jawa Tengah, Agustina Wilujeng, menyatakan sudah memecat Unggul dari jabatannya sebagai Ketua Pengurus Anak Cabang Kecamatan Boja, Kendal. "Dia terbukti melanggar instruksi partai," kata Agustina, Jumat, 22 Maret 2013. PDIP juga memecat Sekretaris PAC PDIP Ngaliyan, Kota Semarang, Afroni.

Unggul dan Afroni bersama puluhan kader PDIP ikut datang ke acara deklarasi pasangan bakal calon gubernur dan calon wakil gubernur Hadi Prabowo-Don Murdono di Semarang. Hadi-Don diusung koalisi enam partai: PKS, PKB, PPP, Gerindra, Hanura, dan PKNU. Sedangkan PDIP mengusung pasangan Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko.

Agustina menambahkan, pemecatan terhadap Unggul telah diputusan dalam rapat pengurus DPD. DPP PDIP telah menginstruksi kepada jajaran pengurus DPD, DPC, dan PAC untuk memenangkan pasangan Ganjar Pranowo-Heru Sujatmoko.

PDIP Jawa Tengah menerima banyak laporan ihwal adanya pengurus maupun anggota PDIP yang hadir pada deklarasi Hadi Prabowo-Don Murdono. Namun, setelah dilakukan klarifikasi, tidak semuanya merupakan pengurus dan kader, tapi hanya simpatisan PDIP.

Unggul belum bersikap atas adanya pemecatan itu. "Saya tak berkomentar dulu," katanya.

Sedangkan Afroni mengatakan bahwa dirinya datang ke acara deklarasi Hadi-Don atas nama organisasi kepemudaan Karang Taruna Jawa Tengah. Afroni pasrah saja jika dipecat dari PDIP. "Memang PDIP harus bertindak tegas termasuk ke saya kalau dirasa saya melanggar aturan partai," kata dia.

Sebelumnya, Hadi-Don juga mendaftar seleksi calon gubernur PDIP. Tapi, partai moncong putih ini memilih Ganjar-Heru. Hadi adalah Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, sedangkan Don adalah Bupati Sumedang sekaligus Ketua DPC PDIP Sumedang. Karena maju dalam pemilihan gubernur melalui partai lain, Don Murdono juga sudah dipecat dari PDIP.

ROFIUD