Selasa, 21 Agustus 2012

CATATAN MUDIK LEBARAN 1433 H, MACET 2 HARI 2 MALAM DI PANTURA

Dalam sejarah Mudik Lebaran Idul Fitri , tahun 2012 merupakan catatan terburuk spanjang sejarah mudik. Entah karena disebabkan oleh faktor apa macet yang INFO MEDIA NASIONAL NEWS rasakan dan juga di alami oleh ribuan bahkan mungkin jutaan pemudik beberapa waktu yang lalu meninggalkan sejarah menyebalkan,menjengkelkan,sekaligus rasa kesal yang susah untuk dilupakan. Sebagai contoh , kami mulai meniunggalkan Kota Bekasi menuju Jepara Jawa Tengah hari Jumat jam 06.00 wib ( pagi ) sampai ke Jepara hari Minggu jam 06.00 wib ( pagi ) Bekasi - Jepara yang biasanya ditempuh dengan waktu paling lambat 11 jam menjadi 2 hari 2 malam. Yang kami patut sayangkan dan kami sesalkan adalah tidak tegasnya para petugas pengatur jalan entah itu aparat Kepolisian maupun Dishub yang bertugas di sepanjang jalur Pantura tepatnya dari mulai Kerawang ( Dawuan ) sampai dengan wilayah Subang ( Sukamandi - Ciasem ).Berdasarkan hasil pengamatan kami disepanjang jalan tersebut tidak ada hambatan semisal perbaikan jalan ataupun jembatan, yang ada hanyalah para penyebrang jalan yang mau menuju pasar di daerah Sukamandi dan Ciasem. Dengan kondisi padatnya kendaraan dimulai oleh kendaraan Bis 2 luar kota yang tidak sabar mengambil jalur kanan yang merupakan jalur untuk kendaraan sebaliknya, yang otomatis kendaraan dibelakangnya mau tidak mau harus mengikutinya kalo tidak otomatis menambah tersendatnya laju mobil yg dibelakangnya dikarenakan sudah tidak ada ruang lagi untuk menghindar mengambil jalur lainnya. Semestinya aparat terkait langsung memaksa mobil para pengendara yang melanggar digiring masuk kembali ke jalur semula jangan dibiarkan berkepanjangan ketika ketemu dalam satu titik yang tidak bisa dihindarkan akan susah untuk mengurainya, kalo perlu bagi yang membandel langsung dikenakan sangsi tegas ( Tilang pada siapapun orangnya ). Kami yakin dan percaya aparat Kepolisian dan dinas terkait sudah berusaha maksimal untuk mengatur jalan namun sekali lagi menurut kami perlu lebih adanya ketegasan dalam menjalankan aturan.Akibat dampak suatu kemacetan bukan hanya macet yang dirasakan namun juga para pedagang kaki lima, pengamen, dan pedagang bensin eceran memanfaatkan kesusahan yang dirasakan oleh para pemudik. Sebagai contoh satu botol kecil minuman air putih di jual dengan harga Rp 5000, botol besar  Rp 10.000, pengamen dengan paksa meminta pada para pengendara kalo tidak di kasih resikonya mobil atau motornya di baret dll. Yang paling menyedihkan bensin dijual dengan harga per liternya Rp 10.000, anehnya kami menemukan dan melewati sekitar 5 sampai 7 pom bensin yang dijaga aparat kepolisian dan para petugas tersebut menyatakan binsin habis ironisnya di area pom bensin tersebut berjajar puluhan - ratusan botol bensin yang dijual dengan harga Rp 10.000, aneh bukan ? Belum lagi makanan dan minuman segar dijual dengan harga yang diluar kewajaran. Ini semua hendaknya menjadikan pelajaran bagi siapa saja,baik aparat pemerintahan serta para penegak hukum dalam hal ini lalulintas serta juga para pengemudi dan masyarakat secara luas agar sama-sama mau mentaati serta menjalankan tugasnya dengan baik, jangan ketika Kapolri dan Kapolda turun kelapangan baru semua sibuk untuk ukut turun mengatur jalan.SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1433 H. MOHON MAAF LAHIR BATIN, SEMOGA DI TAHUN - TAHUN YANG AKAN DATANG SEMUA KAN MENJADI LEBIH BAIK.