Sabtu, 23 April 2016

Wasimin, Pusat Perbelanjaan GIANT di Teluk Pucung Harus Peduli Dengan Lingkungan Akibat Banjir

Info Media Nasional News, Bekasi - Banjir yang melanda Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis, 21 April 2016, bertepatan dengan peringatan hari Kartini akibat luapan Kali Bekasi, dan merupakan banjir terbesar sepanjang sejarah di Kota Bekasi.

Sebab, debit limpasan di bendungan kali itu mencapai 780 meter kubik per detik. "Lebih besar dibanding banjir 2007," kata operator bendungan Kali Bekasi, Wildan.

Wildan mengatakan puncak kiriman air datang sekitar pukul 10.00 WIB, saat sejumlah wilayah di bagian selatan bendungan sudah terendam banjir. Banjir paling parah terjadi di Perumahan Pondok Gede Permai dengan ketinggian muka air mencapai 4 meter. Sedangkan di pemukiman lain rata-rata mencapai 1,5 meter.

Sejumlah warga mengakui banjir yang terjadi kali ini terbesar sepanjang sejarah. Misalnya, di Perumahan Pondok Gede Permai. Sebelumnya, air hanya mencapai pintu masuk perumahan. Namun kali ini air lebih tinggi. Biasanya jembatan perbatasan Vila Nusa Indah tidak terendam, kali ini terendam 1 meter, kata warga Perumahan Pondok Gede Permai, Kelik Widyanto.

Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Air Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan kiriman air dari Bogor cukup banyak. Bahkan, dalam waktu sehari, air tak kunjung surut, meski bendungan Kali Bekasi dibuka dengan debit limpasan mencapai 780 meter kubik per detik. "Kami merekomendasikan kejadian luar biasa," kata Tri Adhianto.

Dengan begitu, kata dia, penanganan banjir segera dilakukan. Misalnya memperbaiki tanggul sepanjang 20 meter di RW 10, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih. Soalnya, apabila menggunakan dana anggaran pendapatan belanja daerah, Repot, kelamaan, ujar pria yang akrab di sapa dengan panggilan pak Tri tersebut kepada media.

Menurut dia, jika status bencana naik menjadi kejadian luar biasa, otomatis dana tak terduga Rp 30 miliar dapat digunakan. Paling lambat, sepekan lagi, setelah ada status ditetapkan, anggaran bisa dicairkan. Karenanya, perbaikan tanggul bisa dilaksanakan. "Tanggul harus diganti dengan set pile, kalau beton biasa atau bronjong tidak tahan lama," ujarnya.

Sedangkan Wasimin anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PDI Perjuangan dari dapil Bekasi Utara kepada IMN News Sabtu 23/4/2016 mengatakan kalau pemerintah daerah dalam hal ini Pemkot Bekasi tidak mau menegur dengan keras dan tegas kepada salah satu pusat perbelanjaan GIANT yang ada di Kelurahan Teluk Pucung untuk membuat turab/tanggul di sisi kiri kanan kali yang ada di sebelah pusat perbelanjaan tersebut dia meyakininya suatu saat akan tetap terjadi hal yang sama, tetap banjir dan banjir.

Pemerintah Kota Bekasi harus berani dan mau mengambil sikap yang tegas kepada siapapun yang tidak mematuhi apa yang menjadi peraturan di Kota Bekasi. Bukan hanya menyebabkan banjir akibat tergerus air secara terus menerus itu Jembatan Penghubung antara Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi (Babelan red) bisa juga ambruk dan terputus.

Sebagai wakil rakyat yang dipilih dari dapil yang terkena musibah banjir tersebut juga mengatakan tanah kosong yang ada disamping pusat perbelanjaan tersebut adalah milik dari GIANT yang dibiarkan begitu saja terhampar tidak ada pemberian batas yang permanen berupa tembok beton agar sekiranya air Kali Bekasi meluap akibat turun hujan deras di Kota Bekasi maupun akibat air kiriman dari wilayah lain tidak secara langsung menerobos masuk ke rumah - rumah warga yang ada di sekitaran pusat perbelanjaan tersebut tegasnya.Kalau sudah terjadi seperti ini siapa yang mesti harus bertanggung jawab tandasnya.

Wasimin turun langsung ke lokasi banjir dengan memberikan bantuan Mie Instant, Air Mineral dan lain - lain kepada warga masyarakat yang terletak di RT 06 (68 KK) dan RT 07 RW 02 (106 KK) Kelurahan Teluk Pucung Kecamatan Bekasi Utara Kota Bekasi. Wasimin berjanji kepada warga masyarakat sekitar dalam waktu dekat dirinya beserta para Anggota DPRD lain nya akan segera berkordinasi dengan pemerintah Kota Bekasi untuk memanggil pihak GIANT agar mau ikut peduli dengan wilayah sekitar jangan hanya mencari untung sendiri tapi mengabaikan lingkungan. (tmp/alx).