Rabu, 20 Maret 2013

SOSOK PEREMPUAN TANGGUH DIDALAM MEMPERJUANGKAN HAK-HAK ORANG MISKIN

Memperjuangakan hak-hak orang yang tidak mampu (miskin) tidak harus duduk menjadi anggota Dewan, baik Pusat maupun Daerah.

NERLYTA LIONITA, Spsi. Adalah sebagihan dari sekian banyak contoh yang bisa menjadikan inspirasi bagi kaum wanita Indonesia yang masih bisa berbuat banyak didalam membantu masyarakat kecil yang selama ini sering termarjinalkan dan terpinggirkan.
Sosok perempuan berjilbab, ibu rumah tangga dari swami tercinta Dani Hadiansyah dan ibu dari Aditya Hadiansyah 6 Th dan Fredelino Hadiansah 5 Th sesungguhnya adalah seorang mu'allaf ( sejak 2003 ). Tidak ada yang menduga sebelumnya kalau "Lyta" panggilan akrabnya adalah darah keturunan Batak dari pasangan Bapak S.Marpaung dan Ibu Laurin H ( non muslim ) disamping selalu berpenampilan muslim, Lyta juga sangat menguasai  apa yang telah menjadi pilihan hatinya berupa keyakinan memeluk Agama Islam berikut memahami ajaran-ajarannya.
Perempuan lulusan Fakultas Psikology Upi YAI Salemba tersebut disamping aktif di lingkungan Majlis Taklim As-Sakinah dan Majlis Taklim At-Taqwa yang ada di lingkungan tingggalnya di Lippo Cikarang Bekasi, namun dari semenjak beberapa tahun yang lalu sudah aktif bergerak dibidang sosial masyarakat yang tidak mampu serta mendampingi para pasien yang mempunyai segala macam penyakit namun tidak mampu untuk berobat.
Seperti akhir-akhir ni di wilayah Kota dan Kab.Bekasi Lyta telah membantu banyak para pengidap penyakit yang disebut Thalasemia atau penyakit kelainan sel darah yang disebabkan berkurangnya atau tidak terbentuknya bahan pembentuk Hemogiogin yang bisa mengakibatkan sel darah merah pecah, dan Thalasemia ini penyakit keturunan yang memang sudah ada dari salah satu kedua orang tuanya, tapi penyakit tersebut dipastikan tidak menular kepada siapapun. Sekitar kurang lebih 150 orang atau anak  para penderita penyakit tersebut yang siap menerima uluran tangan dari Lyta untuk bisa mendapatkan bantuan pengobatan sampai dengan tuntas baik melalui Jamkesmas atau SKTM yang terkadang sangat sulit didapat dengan alasan yang berbelit-belit proses pengurusan birokrasinya.Dengan niat dan ketulusan dari Nerlyta tidak jarang para pasien tersebut dibawa kerumah sakit dengan biaya sendiri dengan bantuan rekan dan teman-teman Lyta di salah satu majlis taklim yang ada diwilayahnya di Lippo Cikarang Bekasi.
                                                        NERLYTA LIONITA.Spsi.
Anak penderita penyakit thalasemia  kalau dilihat sepintas kelihatan normal, hanya saja anak tersebut pucat,lesu,kuning,dan kadang perutnya membesar namun bukan berarti anak tersebut kekurangan gizi, hampir serupa namun tak sama. Perutnya membesar dikarenakan limpanya membengkak kalau tidak segera di transfusi darah bisa mengakibatkan anak tersebut meninggal dunia. Seperti halnya yang diderita Meisya Putri usia 7 Th alamat Desa Serang Cikarang Selatan saat ini sedang menderita penyakit thalasemia dan sedang menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Jakarta yang tentunya sangat membutuhkan bantuan serta uluran tangan dari dinas terkait maupun dari peran serta masyarakat yang mau peduli dengan penderitaan sesama anak bangsa yang kebetulan nasibnya tidak sebaik dengan saudara dan teman-teman lainnya. Nerlyta juga berharap kepada pihak DPRD Kota dan Kab.Bekasi hendaknya tanggap dan peduli dengan apa yang menjadi tugasnya sebagai wakil rakyat, bukan lalu malah membiarkan dan terkesan tidak cepat tanggap dengan hal tersebut meskipun permasalahan tersebut sudah di bicarakan langsung dengan para wakil rakyat di komisi D yang membidangi di antaranya masalah Pendidikan,Kesehatan, Sosial Masarakat, Lingkungan dll. Info Media Nasional News.( Alex S )

                                                                Peduli Korban Banjir.

                                                 Berbagi kepada para Anak Yatim dan Piatu.


                    Salah satu korban penyakit Thalasemia sebelum dan setelah operasi dan pengobatan