Sabtu, 15 Februari 2014

MENANTI KEPUTUSAN YANG VISIONER DARI MEGAWATI SOEKARNOPUTRI, UNTUK INDONESIA HEBAT..!


Setahun terakhir, survei selalu mengunggulkan PDI P sebagai kandidat pemenang Pemilu 2014. Dengan platform Partai ini yang pro wong cilik, membuat gusar mafioso. Mereka tidak akan bisa leluasa jika PDI P pemenang Pemilu, bahkan jika memerintah. Belum lama isu mundurnya Rano Karno sebagai kader PDI P akibat tak tahan terhadap mafia Banten yang di arsiteki Ratu Atut dan Wawan. Rano memilih mundur karena terlalu besar badai koruptor yang dihadapi. Para bawahan nya yang nota bene orang2 Ratu Atut. Kita bisa rasakan bagaimana tidak bergunanya Rano Karno disekelilingi kerajaan Ratu Atut.
Hatinya gusar, tetapi untung ada Megawati yg menguatkannya dan memberikan motivasi. Tentunya mereka melawan para mafia itu dengan cerdik dan tak ada lain selain hukum. Untung ada Abraham Samad seorang Soekarnois yang tanggap. Kerajaan Ratu Atut bersama Panglimanya Wawan, disisir satu persatu.

Yang paling hebat tekanan para mafia sebenarnya berada di Jakarta.
Bagusnya duet Jokowi Ahok sangat solid. Berbagai serangan dan hambatan yang silih berganti tiada habisnya. Bagaimana para mafia yang bergentayangan sebelum Jokowi Ahok memerintah. Kita masih ingat bagaimana Jokowi Ahok memperbaiki waduk pluit, Tanah Abang, Ria Rio, rumah susun, semuanya di kuasai oleh para "Preman". Untungnya Jokowi Ahok tidak gampang menyerah.
Para mafia itu masih menginjakkan kakinya melalui orang2 lama di Pemda DKI. Tidak mudah mengubahnya, maka masih kita temukan kasus lelang Jabatan Kepala sekolah yang bermasalah, pengadaan truk sampah, Ahok dibohongi sama Kadis, berkaratnya bus baru Transjakarta. Ini semua untuk menggagalkan program Jokowi Ahok. Untungnya Jokowi Ahok berani rotasi Jabatan besar2an dan memecatnya. Para lawan Politik menggunakan moment bencana banjir untuk menggerus elektabilitas Jokowi yang sedang moncer. Ternyata bencana banjir inipun tak cukup ampuh menumbangkan Jokowi dari tertinggi Capres yang paling didambakan masyarakat.

Topic pembicaraan di media sosial, sesudah tampil mengharukan di Mata Najwa, orang jadi tersadar dibalik keperkasaan-nya membenahi Surabaya yang kotor dan panas, sekarang adem dengan tamannya bagus2, ternyata batinnya menderita. Risma mendapat tekanan yang bertubi tubi selama 3 tahun miemimpin, dari anggota dewan, Gubernur, para pengusaha hitam, mafia tanah yang mengincar fasilitas umum agar dijadikan mall, pusat perbelanjaan dan Hotel. Namun Risma tetap perkasa, sekalipun tekanan bertubi tubi. PDI P sedang mempertaruhkan nasib Partai dari tangan tangan dingin mereka.

Megawati sedang membaca situasi, dia bukan anak kemarin sore, ia menyadari, masa depan keempat orang ini ada sejauh mana ia dapat membackup agar setiap tekanan, ujian dapat dijadikan sebagai motivasi untuk membangun Bangsa.
Megawati tentu paham benar apa yang sedang dialami kadernya.
Didalam lindungannya mereka ini bisa bertahan. Kita tahu mereka ini adalah orang2 baik, jujur, sederhana dan merakyat. Megawati dalam menemukan kader2 emas ini patut di puji. Dari sekian banyak tempat2 kotor kekuasan, Megawati berhasil menemukan kader2 terbaik.

Megawati adalah Pemimpin yang berhasil menghasilkan Pemimpin Pemimpin baru. Ketulusan Megawati mengangkat mereka sudah terlihat dari hasil manis yang mereka/para kader hasilkan.
Sedangkan, Pemimpin yang gagal adalah Pemimpin yang gagal menghasilkan Pemimpin pemimpin baru, seperti SBY,selain menghasilkan para kader yang koruptor (Anas, Nazaruddin, Angela Sondakh, Andi Malarangeng dll)
Megawati kini dalam dilema siapakah Capres Cawapres untuk 2014 ?
Apakah duetkan Jokowi Risma, atau Jokowi Puan ? Kita sedang menantikan keputusan yang Visioner dari seorang yang sangat berpengalaman, Megawati Soekarnoputri.
Rakyat sedang menunggu untuk Indonesia Raya, Indonesia Hebat..!!!