Selasa, 14 Mei 2013

2,9 JUTA WARGA BALI MEMILIH CALON GUBERNUR 15 MEI 2013


DENPASAR–Sekitar 2,9 juta warga Bali yang terdaftar dalam daftar pemilih tetap siap melaksanakan pemilihan Gubernur Bali periode 2013-2018 di 6.371 tempat pemungutan suara (TPS) hari ini, Rabu (15/5/2013).
Ketua KPU Bali Ketut Sukawati Lanang Putra Perbawa mengatakan pihaknya sudah memastikan seluruh distribusi logistik Pemilihan Gubernur Bali sudah diterima hingga pelosok-pelosok desa.
“Hingga semalam, jajaran petugas di tingkat TPS sibuk menyiapkan pelaksanaan pemungutan suara,” katanya, Rabu.
Proses pemungutan suara ini, menurutnya, akan dimulai pada pukul 07.00 Wita hingga 13.00 Wita.
Ribuan TPS itu tersebar di 9 kabupaten/kota di Bali yakni Denpasar, Badung, Tabanan, Jembrana, Buleleng, Bangli, Karangasem, Klungkung dan Gianyar.
Data KPU, daftar pemilih tetap Bali terdiri dari pemilih laki-laki 1.448.287 orang dan perempuan 1.477.392 orang.
Kabupaten Buleleng menempati urutan dengan jumlah pemilih terbanyak, diikuti Tabanan. Setelah itu Kabupaten Badung dan Denpasar.
Di setiap TPS, jelas Ketut, warga yang telah memiliki undangan C6 bisa langsung ke TPS terdekat untuk menggunakan hak suaranya.
Sementara bagi warga yang tidak mendapat undangan C6 bisa tetap mencoblos dengan membawa KTP dan kartu keluarga (KK).
Namun, pencoblosan dengan KTP dan KK hanya bisa dilakukan di TPS sesuai alamat yang tercantum di KTP dan KK.
Pilgub Bali 2013, menyandingkan dua pasangan cagub yaitu AA Ngurah Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan dan Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta.
Sementara itu, Polda Bali dan Kodam IX Udayana menyiagakan 2.685 personil dalam pasukan gabungan TNI/Polri untuk mengamankan Pemilihan Gubernur Bali kali ini.
“Pelibatan pasukan dari Polda Jatim sebagai bentuk kesiapsiagaan Mabes Polri dalam menjaga keamanan Pilkada Bali,” kata Kepala Polda Bali Inspektur Jenderal Arif Wachyunadi.
Jajaran Polda Bali melalui sandi Mantap Praja Agung 2013 melakukan berbagai kegiatan yang disesuaikan dengan hasil pemetaan titik-titik rawan.
Sejumlah kawasan itu diprediksi terjadi peningkatan situasi kamtibmas menjelang Pilkada Bali.
“Personil diharapkan mampu mengidentifikasi dan merespon setiap perkembangan di lapangan,” tegasnya. (Jibi/apa/wde)