Jumat, 24 Mei 2013

Penetapan Karfat Sebagai Tersangka Kental Dengan Nuansa Politik

BOGOR IMN News - Penetapan Wakil Bupati Bogor, Karyawan Faturachman sebagai tersangka dalam kasus penyebaran video porno oleh Polda Jawa Barat dinilai kental dengan nuansa politik.

Pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, Safta Riany kepada wartawan di kantor DPC PDI Perjuangan, Cibinong, Bogor, Jumat (24/5/2013).

Menurutnya, nuansa politis dalam penetapan tersebut sangat erat, di mana penetapan bertepatan saat Pilkada akan digelar. Selain itu kasus tersebut sudah berlangsung selama tiga tahun dan kasusnya sudah dicabut oleh RH yang diduga ada dalam video porno tersebut.

" Kalian pasti mengenal logika politik dan kalian bisa menyimpulkan sendirii bagaiman kasus tersebut terjadi, " katanya.

Sebelumnya, Polda Jawa Barat menetapkan Wakil Bupati Bogor Karyawan Faturachman sebagai tersangka kasus video porno mantan Ketua DPD PDIP Jawa Barat Rudy Harsa.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Martinus Situmpul membenarkan status tersangka pria yang akrab disapa Karfat itu. "Besok kita panggil dengan status tersangka," kata Kabid Humas.

Menurutnya, Karfat diduga menjadi otak pelaku penyebaran video porno yang melibatkan ketua DPD PDIP Jawa Barat Rudy Harsa saat itu. Sosok Rudi Harsa Tanaya merupakan sahabat kental dari Karfat dari semenjak remaja sampai dengan sama - sama terjun didunia politik yang sama dalam satu wadah Partai PDI Perjuangan. Kader, Pengurus serta simpatisan PDI Perjuangan Bogor sangat menyesalkan hal ini bisa terjadi disaat menjelang digelarnya pilkada Kabupaten Bogor yang sebentar lagi akan diadakan proses pendaftaran bakal calon bupati Bogor.

Kalaulah ditetapkan menjadi tersangka kenapa bukan dari tahun 2010 yang lalu. Seminggu menjelang penutupan pendaftaran pilgub Bogor barulah kasus yang pernah dicabut oleh pihak pelapor dibuka kembali. Ada apa dengan semua ini keluh kader - kader PDI Perjuangan yang lagi berkumpul di DPC PDI Perjuangan. Ditengarai ada sebuah konspirasi elit politik yang sengaja memainkan peranan menjelang akhir pendaftaran biar Karfat terganjal didalam pencalonanya sebagai calon bupati.

Sumber terdekat dengan kedua belah pihak mengatakan Rudi Harsa Tanaya yang merupakan mantan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat ditengarai bermain dibelakang mencuatnya kasus tersebut untuk menjegal majunya Karfat didalam pencalonannya sebagai Bupati Bogor. Rudi dikenal luas didalam internal partai yang sering memaksakan kehenadaknya hingga sering pula terjadi benturan - benturan dengan para pengurus partai yang berada setingkat di bawahnya.

Secara pribadi antara pihak Rudi dan Karfat terjalin tali persahatan yang sangat kental bahkan sudah seperti keluarga diantara mereka, namun ketika sudah menyangkut keputusan politik mereka berdua sering terjadi ketidak cocokan. Hal tersebut diutarakan salah satu keluarga Karfat yang tidak mau disebut namanya.

Pengurus partai di Bogor menyatakan akan siap mendukung Karfat selaku Ketua DPC PDI Perjuangan satu-satunya diwilayah Jabodetabek yang tersisa  menjadi salah satu pejabat di pemerintahan sebagai Wakil Bupati yang di usung oleh PDI Perjuangan. Keluarga dekat Karfat mengatakan beliau bersama ibu Megawati Soekarno Putri di Bali dalam rangka membantu pilgub di Bali. Jadi tidak benar sama sekali dikatakan oleh beberapa media kalau wabub sengaja pelesiran ke Bali. (IMN News.)