Selasa, 17 November 2015

Risa Mariska SH Sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Masyarakat, Berbangsa dan Bernegara

Info Media Nasional News, Depok –  Sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Masyarakat, Berbangsa dan Bernegara digelar di hadapan anggota majelis taklim Semanggi, Depok, Jawa Barat beberapa waktu yang lalu.

Kegiatan yang digelar dengan menghadirkan anggota MPR RI tersebut merupakan tugas konstitusional yang harus ditunaikan sebagai Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) berdasarkan ketentuan Pasal 5 UU Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPD dan DPRD.
Dalam UU tersebut dijelaskan bahwa salah satu tugas Anggota MPR RI adalah Memasyarakatkan Pancasila, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhineka Tunggal Ika.
Pemilihan Majelis Taklim sebagai lokasi sosialisasi bukanlah tanpa sebuah alasan. Ada beberapa pertimbangan yang mendorong keputusan lokasi tersebut menjadi tempat untuk melakukan sosialisasi.
Anggota Komisi III DPR RI, Risa Mariska mengatakan cukup mendapatkan informasi serta data yang cukup akurat mengenai perkembangan paham dan ajaran radikalisme agama yang sangat bertentangan dengan semangat pluralitas dan kebhinekaan Indonesia sebagai sebuah bangsa.
” Menurut Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), bahaya paham-paham radikalisme berbalut agama telah bergerak secara laten namun cukup siginifikan di berbagai tempat. Selain, masih terdapat ancaman terorisme dari kelompok-kelompok lama, kini muncul kembali gerakan baru yang biasa kita dengar sebagai gerakan ISIS. Menurut hemat saya, gerakan-gerakan semacam ini merupakan ancaman nyata bagi perjalanan bangsa yang telah bersepakat menjadikan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika,”jelasnya.
Majelis Taklim sebagai wahana syi’ar kebangsaan. Keluarga dan lembaga pendidikan khususnya lembaga pendidikan berbasis agama diharapkan menjadi wadah yang mengajarkan agama yang mencintai kedamaian, toleran dan menjunjung sikap kebangsaan.
Kegiatan itu dihadiri oleh sekitar 100 orang yang terdiri dari perempuan baik dari kalangan ibu-ibu maupun remaja, Risa Mariska SH  menjadi narasumber sosialisasi. Acara tersebut berlangsung dengan hangat. Acara tersebut juga menggunakan metode dialogis dimana semua peserta diberikan kesempatan untuk mengutarakan pendapat. ( imn).
-